Penyakit Lainnya

Migrain Okular

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Migrain Okular
Migrain okular adalah istilah medis untuk migrain yang disertai dengan gangguan penglihatan. Kondisi ini meliputi dua jenis sakit kepala sebelah yang berbeda, yakni migrain dengan aura dan atau migrain retina.Migrain dengan aura biasanya bukanlah gangguan medis yang serius. Sementara migrain retinal dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang lebih berbahaya.Aura merupakan tanda yang muncul sebelum terjadinya migrain. Gejala ini berupa seolah-olah melihat kilatan atau kemilau cahaya, atau tampak kilauan bintang. Migrain okular bisa muncul dengan atau tanpa sakit kepala sebelah. Kondisi ini dapat terjadi beberapa bulan sekali, namun frekuensinya bisa berbeda-beda pada tiap penderita.Meski sangat jarang, migrain ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, seperti risiko kebutaan pada salah satu mata. 
Migrain Okular
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan buram pada salah satu mata, sakit kepala berdenyut
Faktor risikoKejang pada pembuluh darah retina, perubahan sel-sel di retina
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, terapi migrain
ObatAntiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat antimual
KomplikasiKebutaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala migrain okular
Secara umum, gejala migrain okular meliputi:
  • Penglihatan buram pada satu mata
  • Rasa sakit kepala berdenyut
Gejala penyakit ini juga bisa bervariasi, tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasannya:
  • Migrain dengan aura

Gangguan penglihatan yang dapat muncul pada migrain dengan aura adalah kilatan cahaya, kehilangan penglihatan pada bintik-bintik tertentu, hingga melihat semburat-semburat cahaya yang kemudian hilang dalam waktu singkat.Selain gejala pada penglihatan, aura juga dapat berupa gangguan indera lain. Migrain dengan aura dialami oleh sekitar 25 hingga 30 persen penderita migrain.
  • Migrain retinal

Gangguan penglihatan yang dapat muncul pada migrain retinal adalah berkurangnya kemampuan melihat sampai kebutaan yang hanya terjadi pada satu mata. Gejala ini biasanya muncul selama 10 hingga 20 menit sebelum mata kembali normal.Penurunan penglihatan terjadi secara bertahap dan dapat disertai oleh kilatan cahaya serta munculnya bintik-bintik hitam. Gejala inilah membuat migrain retinal agak sulit dibedakan dari migrain dengan aura.

Gejala migrain penyerta

Gejala-gejala di atas dapat disertai atau muncul setelah migrain. Sakit kepala ini bisa terasa selama 4 hingga 72 jam dan memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Hanya menyerang satu sisi kepala (sakit kepala sebelah)
  • Terasa nyeri atau sangat nyeri
  • Nyeri yang berdenyut
  • Nyeri yang semakin parah ketika penderita bergerak

Gejala migrain okular lain

Selain itu, gejala lain yang dapat menyertai migrain okular meliputi:
  • Mual
  • Muntah
  • Sensitif terhadap cahaya terang atau suara
 
Hingga kini, penyebab migrain okular belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko migrain okular tersebut meliputi:
  • Kejang pada pembuluh darah retina, yaitu lapisan yang terletak di belakang mata
  • Perubahan sel-sel saraf yang tersebar di retina
 
Diagnosis migrain okular dilakukan dengan cara tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan gejala-gejala dan melakukan pemeriksaan pada mata pasien. 
Cara mengobati migrain okular umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya.Gejala migrain jenis ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam 60 menit, sehingga kebanyakan penderita tidak memerlukan pengobatan khusus. Saat gejala penglihatan terjadi, hentikan segala aktivitas dan istirahatkan mata Anda hingga kondisi membaik dan kembali seperti semula.Dokter juga bisa meresepkan obat untuk mengurangi gejala Anda. Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat antimual.Jika tidak ditangani dengan benar, migrain ocular bisa menyebabkan komplikasi berupa kebutaan. 
Cara mencegah migrain okular tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Menghindari stres, dehidrasi, tempat tinggi, gula darah rendah, suhu lingkungan yang terlalu panas, dan merokok
  • Menjauhi makanan atau minuman pemicu migrain, seperti kafein, alkohol, dan produk yang mengandung pemanis buatan
Baca juga: Bahaya Pemanis Buatan, Mulai dari Obesitas Hingga Risiko Kanker 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada migrain okular. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Seberapa sering gejala tersebut Anda rasakan?
  • Apakah gejala tersebut disertai dengan sakit kepala sebelah?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis migrain okular. Dengan ini, pengobatan pun dapat diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraineheadache/expert-answers/ocular-migraine/faq-20058113
Diakses pada 1 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/retinal-migraine/
Diakses pada 1 September 2021
American Migraine Foundation. https://americanmigrainefoundation.org/resource-library/understanding-ocular-migraine/
Diakses pada 1 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/ocular-migraine-basics#1
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email