Saraf

Miller Fisher Syndrome

10 May 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Miller Fisher Syndrome
Miller Fisher syndrome (MFS) adalah penyakit saraf langka yang disebabkan oleh kondisi autoimun. MFS terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru mengenali sistem saraf yang sehat sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. MFS termasuk bentuk sindrom Guillain-Barré (GBS) yang tidak terlalu parah. Penyakit ini umumnya muncul dalam 3 gejala serangkai yang berupa kelumpuhan otot mata (oftalmoplegia), gangguan dan ketidakstabilan koordinasi anggota badan (ataksia), serta tidak adanya refleks otot (arefleksia).Kebanyakan pasien MFS bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan. Namun gejalanya membutuhkan perawatan khusus agar tidak semakin parah. Miller Fisher syndrome termasuk penyakit langka. Angka kejadiannya sekitar 1-2 kasus dari 1.000.000 orang. 
Miller Fisher Syndrome
Dokter spesialis Saraf
GejalaKesulitan menggerakkan mata, keseimbangan tubuh yang buruk, hilang refleks di lutut dan pergelangan kaki
Faktor risikoLaki-laki, manula, etnis tertentu
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pungsi lumbal, elektromiografi
PengobatanPlasmapheresis, terapi imunoglobulin, terapi fisik
ObatPereda nyeri, antikoagulan
KomplikasiMasalah pernapasan dan jantung
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala Miller Fisher Syndrome
Gejala umum Miller Fisher syndrome meliputi:
  • Pandangan kabur
  • Penglihatan ganda
  • Kesulitan menjaga mata agar tetap terbuka
  • Otot-otot wajah yang melemah, sehingga sulit tersenyum atau bersiul
  • Bicara tidak jelas
  • Refleks tersedak (gag reflex) yang menurun
  • Keseimbangan tubuh yang buruk, seperti cara berjalan yang goyah
  • Hilangnya refleks, terutama di lutut dan pergelangan kaki
  • Kesulitan buang air kecil
Secara umum, gejala Miller Fisher syndrome dipicu oleh infeksi virus yang menyebabkan flu atau pilek, infeksi saluran pernapasan, infeksi  saluran pencernaan, hepatitis A, B, C, dan E, hingga HIVNamun penyebab Miller Fisher syndrome sendiri belum jelas. Sebuah penelitian menduga bahwa virus dapat mengubah struktur sel pada sistem saraf, sehingga sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sistem saraf sebagai benda asing yang perlu dilawan. Ini lantas memicu kerusakan pada selaput pembungkus saraf.Kerusakan tersebut kemudian membuat saraf tidak mampu mengirimkan sinyal dengan baik. Akibatnya, terjadi gangguan fungsi saraf yang memicu berbagai gejala MFS. 

Faktor risiko Miller Fisher syndrome 

Miller Fisher syndrome dapat terjadi pada siapa saja, namun orang-orang dengan kondisi di bawah ini dikatakan lebih rentan untuk mengalaminya:
  • Memiliki jenis kelamin laki-laki
Journal of American Osteopathic Association mencatat bahwa kaum pria memiliki risiko MFS dua kali lebih tinggi daripada wanita.
  • Lansia
MFS rata-rata dialami oleh orang yang berusia 43 tahun ke atas.
  • Etnis tertentu
Menurut laporan kasus yang diterbitkan dalam Hawai'i Journal of Medicine & Public Health, 19% dari kasus sindrom Guillain-Barré di Taiwan termasuk dalam kategori MFS. Sementara di Jepang, angka kejadiannya mencapai 25%. 
Untuk melakukan diagnosis Miller Fisher syndrome, dokter akan menyarankan beberapa langkah di bawah ini:
  • Tanya jawab mengenai riwayat medis pasien serta keluarga
  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh
  • Lumbal pungsi untuk mengambil sedikit cairan tulang belakang karena peningkatan protein dalam cairan ini dapat menandakan MFS
  • Tes darah untuk mencari antibodi yang dikeluarkan tubuh ketika MFS terjadi 
  • Elektromiografi untuk mengukur aktivitas saraf di otot.
  • Uji konduksi saraf guna mengukur kecepatan sinyal saraf
Hingga saat ini, cara mengobati Miller Fisher syndrome secara khusus belum ada. Tujuan pengobatannya adalah mengurangi keparahan gejala dan mempercepat pemulihan pada pasien.Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, dokter bisa menyarankan 2 pilihan penanganan utama di bawah ini: 
  • Terapi imunoglobulin 
 Terapi ini dilakukan dengan pemberian imunoglobulin secara intravena (IVIG). Imunoglobulin sehat dari pendonor ini diberikan untuk membantu dalam menghentikan antibodi MFS yang merusak saraf.  
  • Plasma exchange (plasmapheresis)
 Pada prosedur plasmapheresis, mesin khusus akan mengeluarkan darah dari vena pasien ke dalam mesin untuk menyaring plasma darah. Lalu darah ini akan kembali dialirkan ke tubuh. Proses ini dilakukan supaya antibodi MFS dalam plasma darah dapat dipisahkan dari sel darah lain.   
  • Obat-obatan
 Beberapa pasien MFS mungkin memerlukan perawatan tambahan untuk menjaga fungsi tubuh mereka. Misalnya, konsumsi obat-obatan pereda nyeri atau antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah. 
  • Fisioterapi
 Fisioterapi juga dapat membantu masa pemulihan pasien Miller Fisher syndrome. Contohnya dengan latihan untuk mengatasi kelelahan dan mengembalikan kekuatan serta gerakan yang tepat. 
  • Penanganan tambahan
 Jika MFS telah berkembang menjadi sindrom Guillain-Barré, pasien perlu menggunakan ventilator atau monitor jantung. Pasien juga kemungkinan akan menjalani rawat inap di rumah sakit guna mendapatkan pemantauan intensif dari tim medis.Secara umum, gejala MFS mulai membaik dalam waktu 4 minggu dan penderita pulih dalam waktu 6 bulan.Komplikasi Miller Fisher syndrome bisa berupa gangguan jantung dan pernapasan. Pasalnya, kelemahan otot pada pasien dapat mempengaruhi jantung dan paru.
Sampai sekarang cara mencegah Miller Fisher syndrome belum tersedia karena penyebabnya juga tidak diketahui dengan jelas. Namun Anda mungkin dapat mengurangi risikonya dengan menerapkan gaya hidup sehat.Pola hidup sehat tentu akan meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya mengonsumsi makanan bergizi dengan gizi seimbang seperti sayur dan buah. Anda perlu untuk menjaga kebersihan tubuh dengan cara mandi setiap hari dan rajin mencuci tangan. 
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala Miller Fisher syndrome.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya:
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait Miller Fisher syndrome?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis Miller Fisher syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/miller-fisher-syndrome/
Diakses pada 30 April 2022
American Osteopathic Association. https://jom.osteopathic.org/
Diakses pada 30 April 2022
Guillain-Barré Syndrome (GBS) Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP) Foundation. https://www.gbs-cidp.org/miller-fisher-syndrome/
Diakses pada 30 April 2022
Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507717/
Diakses pada 30 April 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/miller-fisher-syndrome
Diakses pada 30 April 2022
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321957
Diakses pada 30 April 2022
Medscape. https://www.medscape.com/answers/315632-14136/what-are-the-characteristics-of-the-miller-fisher-syndrome-mfs-subtype-of-guillain-barre-syndrome-gbs
Diakses pada 30 April 2022
NCBI. ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2883091/
Diakses pada 30 April 2022
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4950094/
Diakses pada 30 April 2022
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Guillain-Barr%C3%A9-Syndrome-Fact-Sheet
Diakses pada 30 April 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email