Perut

Mual di Pagi Hari

19 Jan 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mual di Pagi Hari
Mual di pagi hari adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan kecenderungan untuk muntah
Mual adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan kecenderungan untuk muntah. Mual di pagi hari adalah salah satu kondisi yang cukup umum terjadi.Penyebab mual di pagi hari yang paling umum adalah kehamilan. Kondisi ini dikenal dengan morning sicknessNamun, siapa pun bisa merasakan mual saat pagi hari karena penyebabnya beragam. Sederhananya, saat merasa mual, kumpulan saraf di otak sedang merespons suatu rangsangan yang memicunya. Rangsangan yang menyebabkan mual dapat berasal dari:
  • Asam lambung yang terlalu tinggi dan menyebabkan iritasi lambung 
  • Pusat mual otak yang disebut CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone)
  • Labirin vestibular di telinga tengah (berhubungan dengan mual karena mabuk darat dan penyakit telinga)
  • Nervus vagus, yakni saraf yang membawa sinyal dari saluran pencernaan
  • Peningkatan tekanan intrakranial (rongga kepala)
  • Nyeri atau persepsi sensori, seperti ketika melihat darah atau mencium bau busuk
Mual di pagi hari biasanya bukan keadaan darurat, kecuali jika disertai gejala lain yang lebih serius. Mengenali penyebabnya adalah langkah utama untuk mengetahui cara yang paling efektif untuk mengatasi mual di pagi hari.
Beberapa kondisi berikut ini sering dikaitkan sebagai penyebab mual di pagi hari, antara lain:

1. Kehamilan

Mual pada kehamilan umumnya terjadi saat 3 bulan pertama masa kehamilan. Meski begitu, beberapa wanita tetap merasakannya setelah masuk trimester kedua dan tiga.

2. Kelelahan (fatigue)

Kelelahan biasanya terjadi karena kurang tidur atau siklus tidur yang berantakan.

3. Gula darah rendah

Sepanjang tidur malam, tubuh tidak mendapat asupan apa pun. Itu sebabnya, beberapa orang mungkin saja memiliki kadar gula rendah ketika bangun pagi. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan seseorang merasa pusing, lemas, dan mual di pagi hari. Terlebih, jika Anda kemudian melewatkan sarapan. Risiko Anda mengalami mual berkepanjangan ketika pagi hari jadi lebih besar.

4. Pengar sehabis mabuk (hangover)

Setelah minum alkohol terlalu banyak, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk menghindari efek toksik minuman tersebut. Proses inilah yang bisa memicu Anda mual, sakit kepala, dan diare.

5. Pola makan

Mual setelah makan di pagi hari juga bisa terjadi karena jenis makanan yang dikonsumsi. Alergi atau intoleransi akan suatu bahan (misalnya produk susu) dapat memicu rasa mual. Makan terlalu banyak di pagi hari juga dapat menyebabkan rasa mual muncul.

6. Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh dapat memicu munculnya rasa mual. Ketika seseorang kurang minum di malam hari, rasa mual dapat timbul keesokan paginya.

7. Peningkatan hormon vasopressin

Kadar vasopressin yang meningkat dapat menyebabkan rasa mual. Hormon ini keluar saat tubuh merasakan stres, terinfeksi, atau efek obat-obatan tertentu.

8. Refluks asam

Refluks asam terjadi ketika katup lambung tidak menutup dengan benar setelah makan atau minum. Kondisi ini bisa terjadi lebih parah di pagi hari karena refluks masih dapat terjadi hingga beberapa jam setelah makan selesai.

9. Lendir di tenggorokan (post nasal drip)

Kondisi ini terjadi karena adanya lendir yang mengalir dari sinus ke belakang tenggorokan. Aliran lendir yang masuk ke perut dapat menyebabkan mual.

10. Sinus tersumbat

Tersumbatnya sinus dapat menimbulkan tekanan pada telinga bagian dalam yang menyebabkan nyeri di perut dan memicu rasa mual.

11. Kegelisahan

Merasakan kegelisahan akibat stres, terlalu gembira atau rasa cemas, ternyata dapat memengaruhi kondisi usus di pagi hari yang memicu rasa mual.

12. Gastroparesis

Gastroparesis adalah suatu kondisi ketika lambung tidak dapat mencerna makanan dengan baik akibat otot-otot di dinding perut melambat atau terhenti sama sekali. Kondisi ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.

13. Batu empedu

Batu empedu merupakan endapan cairan yang mengeras di kandung empedu. Batu empedu yang terimpit atau menyumbat saluran kandung empedu dapat mengakibatkan nyeri bersamaan dengan rasa mual dan juga muntah.

14. Konsumsi obat antinyeri dari golongan opioid

Efek samping dari sebagian besar obat opioid adalah mual dan muntah.

15. Kemoterapi

Mual dan muntah adalah efek samping yang umum dari obat-obat kemoterapi. Bahkan jika seseorang telah berhenti menjalaninya, bayangan dan bau yang mengingatkan tentang kemoterapi dapat memicu rasa mual.

16. Cedera otak atau gegar otak

Gegar otak atau cedera yang menyebabkan pembengkakan di otak dapat memicu peningkatan tekanan di rongga kepala. Tekanan tersebut kemudian akan mengaktifkan bagian otak yang mengatur rasa mual dan muntah.

17. Keracunan makanan

Salah satu fungsi dari sensasi mual adalah sebagai mekanisme pertahanan tubuh yang dapat mencegah tertelannya zat racun. Apabila Anda memakan makanan yang terkontaminasi di malam hari sebelum Anda pergi tidur, kemungkinan mual baru akan muncul di pagi harinya.

18. Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah infeksi bakteri atau virus yang terjadi di usus. Gejala yang sering ditunjukkan dari penyakit ini termasuk mual, muntah, demam, diare, dan kram perut.

19. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik terjadi karena tingginya kadar keton dalam tubuh. Keton merupakan zat hasil metabolisme lemak. Kurangnya gula pada sel tubuh pada diabetesi akan menyebabkan tubuh memecah lemak sebagai bahan bakar energi. Ini terjadi karena insulin yang harusnya memasukkan gula ke sel tubuh kurang bekerja maksimal. Akibatnya, gula malah bebas berada di aliran darah. Padahal, gula seharusnya masuk ke dalam tubuh agar dipecah jadi energi. Mengingat tak ada atau hanya sedikit gula yang masuk ke sel tubuh, akhirnya tubuh memecah lemak sebagai gantinya. Proses inilah yang menyebabkan rasa mual.

20. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang muncul di dalam dinding lambung, esofagus bagian bawah, atau duodenum (bagian atas usus halus). Luka tersebut kemudian akan menimbulkan rasa nyeri yang memicu mual dan muntah.

21. Sembelit

Sembelit juga bisa menyebabkan mual di pagi hari. Saat mengalami konstipasi, feses akan berada lebih lama di dalam usus karena sulit dikeluarkan.Feses yang terlalu lama di dalam usus dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik dan menyebabkan mual. 

22. Infeksi telinga bagian dalam

Sistem vestibular yang berada di telinga bagian dalam berfungsi membantu tubuh agar tetap seimbang. Infeksi telinga bagian dalam dapat membuat fungsi ini terganggu. Penderitanya akan merasa tidak seimbang dan pusing, yang akhirnya memicu mual dan muntah.

23. Mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan terjadi ketika otak mendapat sinyal yang beragam tentang gerakan yang sedang dialami tubuh. Misalnya, saat mengendarai mobil, mata dan telinga memberi tahu otak bahwa tubuh sedang bergerak, tetapi area di telinga bagian dalam yang membantu badan tetap seimbang, akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda sebenarnya tidak bergerak. Campuran dari berbagai sinyal tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, dan pusing.

24. Bau-bauan atau visual tertentu

Beberapa bau yang menyengat atau pemandangan tertentu dapat mengaktifkan persepsi sensoris di otak yang memicu rasa mual.

25. Hiperosmia

Hiperosmia adalah suatu kondisi ketika  indra penciuman seseorang sangat sensitif sehingga ketika mencium bau-bauan, penderitanya dapat merasa sakit kepala, mual dan muntah.
Pengobatan mual di pagi hari dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa jenis pengobatan yang paling umum meliputi:

Mual karena hamil

Orang yang mengalami morning sickness selama trimester pertama kehamilan dapat mencoba menyesuaikan pola makan, menambah asupan cairan, dan mengonsumsi antasida. Ketika mual dan muntah terasa parah, dokter Anda mungkin meresepkan penghambat histamin atau penghambat pompa proton (proton pump inhibitors), seperti lansoprazole atau omeprazole.

Mual karena diet atau gaya hidup

Jika mual di pagi hari disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup, sebaiknya Anda mengikuti langkah berikut:
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Makanlah makanan ringan segera setelah Anda bangun
  • Tidur dengan jadwal yang teratur
  • Hindari makan makanan berat sebelum tidur
  • Hindari makanan berlemak sebelum tidur
  • Gunakan teknik relaksasi untuk mengelola stres

Mual karena obat

Apabila Anda mengonsumsi obat yang membuat Anda mual, konsultasikan solusinya dengan dokter. Anda mungkin akan diresepkan jenis obat lain atau obat antiemetik atau obat yang dapat meredakan sensasi mual. 

Mual karena masalah pencernaan atau infeksi telinga

Jika mual di pagi hari disebabkan oleh masalah gastrointestinal atau infeksi telinga yang menyebabkan mual, dokter akan memberikan pengobatan khusus untuk kondisi tersebut. 

Mual karena mabuk perjalanan

Bila perjalanan di kendaraan yang menjadi penyebab mual di pagi hari, Anda dapat mencoba berbagai cara mengatasi mabuk perjalanan, seperti fokus ke pandangan yang jauh di depan atau cari posisi ternyaman. Di samping itu, obat antimual yang berisi antihistamin atau skopolamin dapat anda konsumsi sebelum memulai perjalanan.
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami mual yang disertai dengan gejala berikut:
  • Tidak mampu untuk makan
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Jarang buang air kecil
  • Pusing
  • Detak jantung cepat
  • Terdapat darah di muntahan
  • Sering sakit kepala
  • Sakit perut
Selain itu, konsultasi dokter juga diperlukan bagi ibu hamil yang mengalami mual parah di trimester kedua dan bagi mereka yang mengalami mual hampir setiap hari sehingga mengganggu kualitas hidup.
NHS. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness/
Diakses pada 6 Januari 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/nausea-in-the-morning#summary
Diakses pada 6 Januari 2022
Healthline https://www.healthline.com/health/morning-sickness#
Diakses pada 6 Januari 2022
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324955
Diakses pada 13 Januari 2021
Sciencedirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1090023314004201
Diakses pada 13 Januari 2021
Therapeutic Advances in Gastroenterology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4699282/
Diakses pada 6 Januari 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email