Penyakit Lainnya

Myasthenia Gravis

16 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Myasthenia Gravis
Myasthenia gravis berkaitan dengan saraf dan otot
Myasthenia gravis adalah gangguan neuromuskular yang menyebabkan kelemahan pada otot rangka, yaitu otot yang digunakan tubuh untuk bergerak. Penyakit ini terjadi ketika komunikasi antara sel-sel saraf dan otot menjadi terganggu.Myasthenia gravis (mg) adalah salah satu jenis autoimun. Hal ini terjadi ketika antibodi menyerang jaringan tubuh sendiri, bukan penyerang asing, seperti virus.Pada myasthenia gravis, sistem imun menyerang reseptor asetilkolin dengan antibodi spesifik. Beberapa reseptor dihancurkan atau diblokir, yang berarti bahwa pesan kimia tidak dapat diterima.Tanda dari myasthenia gravis adalah kelemahan otot yang memburuk setelah beraktivitas dan akan membaik setelah istirahat. Penyakit ini umumnya terjadi pada otot tubuh yang mengontrol mata dan kelopak mata, ekspresi wajah, mengunyah, menelan, dan berbicara. Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan myasthenia gravis. Namun, pengobatan dapat mengontrol gejala.  
Myasthenia Gravis
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaSulit berbicara, lumpuh wajah, sulit mengangkat barang
Faktor risikoWanita usia 20-40 tahun, pria usia 50 tahun ke atas
Metode diagnosisTes darah, tes saraf, CT scan
PengobatanObat-obatan, plasmaferesis
ObatKortikosteroid, Pyridostigmine, immunosupresan
KomplikasiKrisis miastenia, tumor kelenjar timus
Kapan harus ke dokter?Sulit bernapas, melihat, dan mengunyah
Gejala myasthenia gravis yang utama adalah kelemahan pada otot rangka. Kegagalan otot untuk berkontraksi secara normal, terjadi karena otot tersebut tidak dapat merespons impuls saraf.Tanpa transmisi yang tepat pada impuls, komunikasi antara saraf dan otot terhalang dan menghasilkan kelemahan pada otot. Secara umum, tanda dan gejala myasthenia gravis meliputi:
  • Kesulitan bicara 
  • Kesulitan menaiki tangga atau mengangkat barang
  • Kelumpuhan wajah 
  • Kesulitan bernapas karena kelemahan otot pernapasan
  • Kesulitan menelan atau mengunyah
  • Kelelahan 
  • Satu atau kedua lipatan mata yang menurun (ptosis)
  • Penglihatan ganda karena kelemahan otot yang mengontrol gerakan mata 
  • Suara serak
Namun tidak semua penderita myasthenia gravis akan mengalami gejala. Selain itu, derajat kelemahan otot dapat berubah dari hari ke hari. Beratnya gejala biasanya akan meningkat seiring berjalannya waktu, jika tidak ditangani.  
Penyebab myasthenia gravis yang utama adalah kelainan neuromuskular yang biasanya disebabkan oleh masalah autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun secara tidak sengaja menyerang jaringan yang sehat.Pada kondisi ini, antibodi tubuh yang biasanya menyerang benda asing, termasuk zat berbahaya di dalam tubuh, justru menyerang neuromuscular junction. Kerusakan pada membran neuromuskular mengurangi efek dari zat neurotransmitter asetilkolin, yang merupakan zat penting untuk komunikasi antara sel saraf dan otot.Akibatnya, terjadi kelemahan pada otot. Penyebab utama dari reaksi autoimun ini tidak jelas. Menurut asosiasi muskular distropi, virus tertentu atau protein bakteri dapat mendorong tubuh untuk menyerang asetilkolin.Selain itu, myasthenia gravis juga bisa disebabkan oleh kelainan kelenjar timus. Kelenjar timus adalah kelenjar yang mengontrol fungsi imun dan diperkirakan berhubungan dengan myasthenia gravis.Kelenjar timus tumbuh secara bertahap sampai dengan remaja, lalu mengecil dan digantikan oleh jaringan lemak. Pada orang dewasa dengan MG, kelenjar timur ini tetap berukuran besar. Para peneliti percaya bahwa kelenjar timus bisa timus memicu atau mempertahankan produksi antibodi yang memblokir asetilkolin. 

Faktor risiko myasthenia gravis

Faktor-faktor risiko myasthenia gravis tersebut meliputi:
  • Wanita usia 20-40 tahun
  • Pria usia 50 tahun ke atas
Selain itu beberapa hal berikut ini juga bisa menjadi faktor risikonya dan menyebabkan gejala myasthenia gravis terasa semakin parah
  • Kelelahan
  • Menderita penyakit tertentu
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti seperti beta-blocker, quinidine glukonat, quinidine sulfate, kina, fenitoin, anestesi tertentu dan beberapa antibiotik
  • Hamil
  • Menstruasi
 
Diagnosis myasthenia gravis dilakukan dengan cara tes darah, tes saraf, tes pemindaian, dan tes edrophonium. Berikut penjelasannya.

Tes darah

Tes darah merupakan tes pertama yang dilakukan untuk melakukan diagnosis myasthenia gravis. Tes ini berguna untuk mencari jenis antibodi (diproduksi oleh sistem kekebalan) yang menghentikan sinyal yang dikirim antara saraf dan otot.Tingkat antibodi yang tinggi biasanya menandakan Anda menderita myasthenia gravis. Tetapi tidak semua orang dengan kondisi ini akan memiliki antibodi tingkat tinggi, terutama jika itu hanya mempengaruhi otot mata (miastenia okular).Tes darah dapat diulang di kemudian hari jika hasilnya normal tetapi gejala Anda berlanjut atau memburuk.

Tes saraf

Tes saraf biasanya dokter lakukan dengan beberapa hal di bawah ini:
  • Memeriksa refleks 
  • Mencari lokasi kelemahan otot 
  • Memeriksa tonus otot
  • Memastikan mata bergerak dengan normal dan wajar
  • Memeriksa sensasi pada area berbeda dari tubuh 
  • Memeriksa fungsi motorik, seperti menyentuh tangan pada hidung

Tes pemindaian

Dokter juga mungkin menyarankan Anda melakukan CT scan atau MRI untuk memeriksa apakah kelenjar timus lebih besar dari biasanya atau telah tumbuh tidak normal (timoma). Kelenjar timus adalah kelenjar kecil di dada yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.Terkadang pemindaian otak MRI juga dapat dilakukan untuk memeriksa apakah gejala Anda tidak disebabkan oleh masalah di otak Anda.

Tes edrophonium

Jika masih belum jelas apa yang menyebabkan gejala, dokter mungkin merekomendasikan tes edrophonium. Tes ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat yang disebut edrophonium chloride.Jika Anda mengalami peningkatan kekuatan otot yang tiba-tiba tetapi sementara setelah injeksi, kemungkinan Anda menderita myasthenia gravis.

Pemeriksaan stimulasi saraf berulang

Tes ini dilakukan dengan mengirimkan aliran listrik kecil melalui elektroda, untuk mengukur kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal ke otot.Metode ini dilakukan secara berulang, untuk melihat kemungkinan penurunan kemampuan untuk mengirim sinyal, akibat kelelahan.

Elektromiografi (EMG)

Prosedur EMG bertujuan mengukur aktivitas listrik yang berjalan antara otak dan otot. 

Tes fungsi paru

Tes fungsi paru akan mengevaluasi apakah kondisi ini memengaruhi pernapasan pasien atau tidak. 
Cara mengobati myasthenia gravis umumnya akan tergantung dari umur, tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah perawatan dan pengobatan tersedia untuk meringankan gejala dari myasthenia gravis terkontrol, yaitu:

Menghindari hal atau kondisi yang dapat memicu gejala

Beberapa orang menemukan bahwa kondisi seperti kelelahan, kepanasan dan stres, membuat gejala memburuk.

Mengonsumsi obat-obatan

Obat yang membantu memperbaiki kelemahan otot, seperti: 
  • Pyridostigmine untuk memperkuat komunikasi antara saraf dan otot. Obat ini dapat memperbaiki kontraksi dan kekuatan otot.
  • Kortikosteroid. Kortikosteroid seperti prednisone menghambat sistem kekebalan tubuh, membatasi produksi antibodi.
  • Obat-obatan immunosupresan seperti, azathioprine, mycophenolate mofetil, dan tacrolimus  yang bekerja untuk menekan produksi dari antibodi yang tidak normal. 

Plasmaferesis

Plasmaferesis adalah prosedur yang menggunakan mesin, untuk menyingkirkan antibodi berbahaya di dalam plasma, dan menggantinya dengan plasma baik 

Imunoglobulin intravena

Imunoglobulin intravena berupa injeksi dengan konsentrasi tinggi dari antibodi yang didapat dari donor sehat, dan secara sementara mengubah cara kerja sistem imun 

Operasi

Operasi dilakukan untuk menghilangkan kelenjar timus (timektomi). 

Komplikasi myasthenia gravis

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi myasthenia gravis:
  • Krisis miastenia

Krisis miastenia adalah kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi ketika otot-otot yang mengontrol pernapasan menjadi terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan mereka.
  • Tumor kelenjar timus

Beberapa orang dengan myasthenia gravis memiliki tumor di kelenjar timus. Kelenjar timus merupakan kelenjar di bawah tulang dada yang terlibat dengan sistem kekebalan tubuh. Sebagian besar tumor ini, yang disebut thymoma, tidak bersifat kanker (ganas).
  • Kelenjar tiroid kurang aktif atau terlalu aktif

Kelenjar tiroid, yang ada di leher, mengeluarkan hormon yang mengatur metabolisme. Jika tiroid kurang aktif, Anda mungkin akan susah sembuh saat pilek, serta mudah mengalami penambahan berat badan, dan masalah lainnya.Tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan kesulitan mengatasi panas, penurunan berat badan, dan masalah lainnya.
  • Kondisi autoimun

Penderita myasthenia gravis mungkin lebih cenderung memiliki kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus. 
Karena penyebab dari myasthenia gravis tidak diketahui, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ketika penyakitnya berkembang, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan, untuk mencegah sejumlah gejala menjadi lebih buruk.
  • Cukup beristirahat.
  • Menghindari aktivitas yang melelahkan.
  • Menghindari panas atau dingin yang berlebihan.
  • Menghindari stres emosional.
  • Jika mungkin, hindari paparan terhadap semua jenis infeksi, termasuk pilek dan flu. Penderita harus divaksin untuk melawan infeksi seperti flu.
  • Bekerja sama dengan dokter untuk memonitor reaksi dari obat yang sudah diresepkan. Beberapa obat biasanya diresepkan untuk masalah lain seperti infeksi, penyakit jantung atau hipertensi, yang dapat membuat myasthenia gravis memburuk.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan melihat 
  • Kesulitan mengunyah 
  • Kesulitan menelan 
  • Kesulitan berjalan 
  • Kesulitan menggunakan tangan atau lengan 
  • Kesulitan menegakkan kepala
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait myasthenia gravis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis myasthenia gravis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/myasthenia-gravis.html
Diakses pada 11 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/myasthenia-gravis#diagnosis
Diakses pada 11 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/diagnosis-treatment/drc-20352040
Diakses pada 11 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/myasthenia-gravis/
Diakses pada 11 Desember 2018
NIH. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Myasthenia-Gravis-Fact-Sheet
Diakses pada 11 Desember 2018
NIH. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Myasthenia-Gravis-Fact-Sheet
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email