Mata

Nistagmus

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Nistagmus
Nistagmus sering menyebabkan gangguan penglihatan yang harus diatasi secepatnya
Nistagmus adalah kondisi yang terjadi ketika salah satu atau kedua bola mata bergerak secara cepat. Pergerakan bola mata bisa naik dan turun, ke kanan dan kiri, atau berputar secara berulang. Gerakan ini tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya.Kelainan mata ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang menghambat aktivitas dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penderita nistagmus pada umumnya, tidak bisa menyetir atau mungkin kesulitan mendapatkan pekerjaan.Sebagian besar kasus nistagmus dapat membaik dengan sendirinya tanpa penanganan spesifik. Namun, gejalanya mungkin saja tidak dapat benar-benar hilang dan menetap seumur hidup.
Nistagmus
Dokter spesialis Saraf, Mata
GejalaGerakan mata memutar, pergerakan mata cepat, tidak dapat dikontrol
Faktor risikoKatarak, mata juling, stroke
Metode diagnosisPengukuran ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, tes pencitraan
PengobatanPenggunaan kacamata atau lensa kontak, obat-obatan, operasi
ObatVitamin, antibiotik
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala nistagmus
Gejala dari nistagmus dialami oleh penderitanya dapat berbeda-beda tergantung dari penyebab serta jenis nistagmus yang dialami. Umumnya gejala nystagmus meliputi:
  • Gerakan bola mata yang cepat tanpa disengaja dan tidak dapat dikontrol. 
  • Pada anak yang mengalami nistagmus, benda-benda akan terlihat kabur. Namun, lingkungan sekitarnya tidak tampak goyang. 
  • Pada orang dewasa, apapun yang mereka lihat akan tampak bergoyang ketika mereka mengalihkan sedikit saja pandangan mereka. 
  • Kesulitan melihat di tempat gelap atau berkurang kemampuannya dalam melihat di malam hari
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang terang.
  • Mengangguk atau memiringkan kepala saat mata sedang berputar.  
  • Merasa pusing. Atau bermasalah dengan keseimbangan, kondisi ini menjadi lebih parah bila penderita sedang lelah atau stres.
 
Nistagmus terjadi ketika bagian otak atau telinga dalam yang berfungsi untuk mengatur gerakan mata tak berfungsi dengan baik.Secara umum, nistagmus disebabkan oleh faktor genetik. Ini berarti, nistagmus diturunkan dari orangtua ke anaknya atau bersifat bawaan. Tetapi, nistagmus juga dapat bersifat acquired atau didapat. Lebih lanjut, berdasarkan penyebabnya, nistagmus terbagi menjadi tipe-tipe berikut:
  • Nistagmus genetik, disebut juga infantile nystagmus syndrome (INS). Nistagmus karena faktor genetik biasanya muncul pada 6 minggu pertama hingga 3 bulan pertama umur seorang bayi. Albinisme adalah kondisi genetik yang berkaitan dengan INS.
    Kebanyakan penderita INS tidak memerlukan pengobatan, dan komplikasi juga jarang mereka alami di kemudian hari. Bahkan, banyak penderitanya tidak menyadari gerakan bola mata mereka. Tetapi, penderita INS sering mengalami gangguan pada penglihatan mereka, yang mungkin memerlukan lensa sebagai alat bantu penglihatan atau bahkan operasi.
  • Nistagmus spasmus nutans. Nistagmus jenis ini biasanya muncul pada 6 bulan hingga 3 tahun pertama umur seorang anak. Saat menginjak usia 2 hingga 8 tahun gejala nystagmus akan meningkat. Berbarengan dengan gerakan bola mata yang cepat, para penderita nistagmus jenis ini juga akan mengangguk atau memiringkan kepala mereka.
  • Nistagmus acquired adalah kondisi yang didapat setelah lahirt atau berkembang dari suatu hal yang tidak ada hubungannya dengan genetik.  Biasanya karena cedera kepala atau penyakit yang mempengaruhi labirin, bagian dinding terluar telinga bagian dalam untuk mengatur gerakan serta posisi tubuh. Stroke, cedera atau trauma pada kepala, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan tumor otak adalah beberapa contoh penyebab dari nistagmus jenis ini.
Selain itu, ada pula sejumlah faktor dan kondisi medis yang bisa memicu nistagmus. Beberapa di antaranya meliputi:
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang guna mengevaluasi penyebab nistagmus.Pemeriksaan penunjang berupa:
  • Pemeriksaan darah terkait kondisi nistagmus.
  • CT Scan atau MRI untuk melihat adakah gangguan pada bagian otak.
  • Elektrookulografi, prosedur mengukur pergerakan bola mata dengan mendeteksi  potensial listrik pada mata. 

Tanya jawab

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan mengenai keluhan yang Anda rasakan, serta juga riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita, obat-obatan yang Anda konsumsi, atau faktor lingkungan yang mungkin berpengaruh terhadap fungsi penglihatan Anda. 

Pemeriksaan fisik

Dokter dapat mendiagnosis nistagmus dengan melakukan pemeriksaan mata yang meliputi:
  • Pengukuran ketajaman penglihatan

    Langkah ini bertujuan menentukan tipe gangguan penglihatan yang pasien alami.
  • Pemeriksaan refraksi

    Pemeriksaan ini berguna dalam menentukan tipe lensa yang pasien butuhkan agar gangguan penglihatannya bisa ditangani.
  • Evaluasi fungsi mata secara keseluruhan

    Contoh pemeriksaan ini meliputi evaluasi fungsi pemusatan atau fokus mata, hingga pergerakan mata. Melalui langkah ini, dokter akan menilai ada tidaknya masalah yang memengaruhi kontrol pergerakan mata atau membuat penderita kesulitan menggunakan kedua pasien secara bersamaan. Dokter juga bisa meminta pasien melakukan pemeriksaan sederhana untuk melakukan diagnosis nistagmus. Pasien akan diminta untuk duduk dan berputar-putar di atas kursi selama 30 detik. Dokter kemudian menghentikan putaran kursi secara mendadak.Pasien lalu diminta memfokuskan pandangan pada suatu obyek. Bila mengalami nistagmus, bola mata akan bergerak secara lambat pada satu arah lalu bergerak dengan cepat ke arah sebaliknya.
  • Pemeriksaan telinga dan saraf

    Dokter bisa pula melakukan pemeriksaan fisik pada telinga dan fungsi saraf. Pemeriksaan ini akan menilai ada tidaknya masalah pada sistem saraf pusat atau telinga yang memicu nistagmus.

Pemeriksaan penunjang

Bila dibutuhkan, dokter dapat menyarankan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab nistagmus. Misalnya, CT scan, atau MRI otak serta perekaman pergerakan mata.
Penanganan nistagmus tergantung pada apakah kondisi ini bersifat keturunan atau muncul akibat kondisi lain.

Nistagmus bawaan 

Nistagmus bawaan atau INS tidak memerlukan penanganan spesifik. Namun untuk membantu meningkatkan fungsi penglihatan, Anda bisa menggunakan kacamata atau lensa kontak, serta meningkatkan pencahayaan di sekitar rumah.Dalam beberapa kasus, nistagmus bawaan pada anak-anak dapat membaik seiring masa pertumbuhan mereka. Pada kasus yang berat, dokter mungkin menganjurkan prosedur operasi untuk mengubah posisi otot yang mengatur pergerakan mata.

Nistagmus yang didapat

Bila Anda mengalami nistagmus akibat gangguan medis lain, penanganannya harus sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Berikut contoh-contoh penanganan nistagmus sesuai penyebabnya:
  • Mengganti obat yang menyebabkan nistagmus.
  • Mengatasi kekurangan vitamin dengan suplemen.
  • Menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi infeksi mata.
  • Mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi infeksi telinga bagian dalam.
  • Menerima toksin botulinum untuk mengatasi gangguan penglihatan berat yang disebabkan oleh nistagmus.
  • Menggunakan kacamata dengan lensa khusus.
  • Operasi otot mata, yang bertujuan untuk mengatasi gerakan kepala yang dapat muncul karena nsitagmus.
  • Menjalani operasi otak bila terjadi gangguan pada sistem saraf pusat atau otak.
Untuk nistagmus bawaan atau kongenital, tidak diketahui secara pasti cara pencegahannya karena penyebab dari nistagmus jenis ini ialah faktor genetik. Mutasi pada gen yang terjadi sejak dalam kandungan tidak dapat sepenuhnya dicegah.Namun apabila masalah penglihatan diakibatkan oleh kondisi atau gangguan lain yang bukan faktor genetik, cara pencegahan yang umum adalah dengan berhati-hati saat beraktivitas sehingga tidak mengalami cedera pada bagian kepala, otak, dan mata.Menghindari konsomsi obat-obatan terlarang dan alkohol juga dapat mencegah masalah penglihatan yang tidak diinginkan.
Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami nistagmus. Mintalah bantuan pada keluarga maupun orang terdekat untuk mengantar Anda ke dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda yang rasakan? Sudah berapa?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apa saja obat-obatan atau vitamin yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis nistagmus. Dengan ini, penyebab dan pengobatannya bisa dilakukan secara tepat guna. 
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/nystagmus?sso=y
Diakses pada 7 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/nystagmus
Diakses pada 7 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nystagmus#1
Diakses pada 3 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nystagmus#1
Diakses pada 3 Desember 2019
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/nystagmus.htm
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email