Penyakit Lainnya

Nyeri Betis

13 Jan 2022 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Nyeri Betis
Nyeri betis umumnya muncul karena kram otot atau otot yang tegang
Nyeri betis adalah biasanya disebabkan kram atau otot yang tegang. Rasa nyeri yang muncul bisa ringan hingga berat. Sakit pada betis juga sering disertai gejala lain, seperti kesemutan, warna kulit betis yang berubah, kemerahan, hingga terjadi pembengkakan.Betis memiliki tiga otot, yaitu gastrocnemius, soleus, dan plantaris. Cedera pada salah satu otot akan menyebabkan nyeri betis. Meski begitu, nyeri juga bisa terjadi akibat masalah pembuluh darah, saraf, atau jaringan yang menyelimuti otot betis.
Penyebab nyeri betis bisa diakibatkan oleh berbagai faktor mulai terlalu banyak beraktivitas yang melibatkan betis hingga kondisi kesehatan dari kaki.. Beberapa penyebab nyeri betis berdasarkan area yang diserang antara lain:

Penyebab terkait otot

Penyebab lainnya

Metode pengobatan untuk nyeri betis bervariasi tergantung pada penyebabnya, tetapi sebagian besar penyebab dapat diatasi sendiri di rumah. Untuk mengatasi nyeri betis akibat aktivitas berlebihan atau cedera ringan hingga sedang, Anda dapat mempraktikkan metode R.I.C.E (rest, ice, compression, dan elevation) berikut ini:
  • Rest: Istirahatkan otot dan hindari penggunaan otot betis berlebihan.
  • Ice: kompres dingin atau es yang dilapisi kain dalam interval 10-15 menit hingga peradangan mereda.
  • Compression: tekan area betis yang membengkak dengan membungkusnya menggunakan perban elastis yang ketat atau kenakan stocking kompresi.
  • Elevation: Posisikan kaki lebih tinggi untuk membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi pembengkakan.
Anda juga bisa mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen atau naproxenSelain itu, latihan peregangan ringan dapat membantu meringankan nyeri betis. Untuk cedera yang lebih serius, dokter Anda mungkin merekomendasikan terapi fisik atau fisioterapi.
Anda sebaiknya menemui dokter jika mengalami beberapa kondisi di bawah ini:
  • Betis membengkak
  • Betis terasa dingin atau terlihat pucat
  • Kaki terasa kesemutan atau mati rasa
  • Kaki terasa lemah
  • Mengalami penumpukan cairan (retensi cairan)
  • Betis memerah, hangat, dan terasa ngilu
  • Kedua kaki bengkak dan mengalami masalah pernapasan
  • Betis sakit saat atau sesudah berjalan
  • Rasa sakit kian parah atau tak kunjung sembuh setelah beberapa hari dirawat di rumah
  • Terdapat varises yang menyakitkan
  • Kaki terasa sakit
  • Kulit betis berwarna merah
  • Betis terasa hangat
  • Demam di atas  37°C

Healthline. https://www.healthline.com/health/calf-pain
Diakses pada 24 Desember 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321446
Diakses pada 24 Desember 2021
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/calf-pain
Diakses pada 24 Desember 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-calf-pain-and-treatment-options-2549387
Diakses pada 24 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email