Penyakit Lainnya

Osteomalasia

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Osteomalasia
Osteomalasia lebih sering terjadi pada wanita dan kerap muncul saat kehamilan
Osteomalasia adalah kondisi tulang yang lunak akibat kekurangan vitamin D dalam tubuh.  Vitamin D itu sendiri berfungsi untuk membantu tubuh menyerap kalsium, mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Osteomalasia adalah kelainan “tulang lunak” yang umumnya dialami oleh orang dewasa. Pada anak-anak, dinamakan rakhitis. Osteomalasia lebih sering terjadi pada wanita, dan kerap muncul saat kehamilan. Osteomalasia tidak sama dengan osteoporosis, meski keduanya dapat menyebabkan tulang rapuh atau retak. Osteomalasia merupakan gangguan pembentukan dan proses pembangunan tulang. Hal inimenyebabkan tulang tidak dapat mengeras. Sementara itu, osteoporosis adalah menurunnya kepadatan tulang sehingga menjadi keropos.
Osteomalasia
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaTulang mudah retak, nyeri tulang, kelemahan otot
Faktor risikoKekurangan vitamin D, penyakit celiac, penyakit ginjal
Metode diagnosisTes darah, foto rontgen
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatVitamin D, kalsium, fosfat
KomplikasiTulang mudah patah
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala osteomalasia
Gejala osteomalasia meliputi:
  • Tulang mudah retak tanpa alasan yang jelas. 
  • Merasa lelah. 
  • Rasa sakit pada tulang, terutama pada panggul. 
  • Rasa sakit yang terasa tumpul, menyebar dari panggul ke beberapa tempat seperti punggung bagian bawah, panggul, kaki, dan tulang rusuk. 
  • Kekakuan. 
  • Bermasalah saat bangun dari duduk atau menaiki tangga. 
  • Otot lemah pada tangan dan paha.
  • Sulit berjalan atau gaya berjalan terkedek-kedek (bergoyang ke kiri dan kanan) alias waddling gait atau myopathic gait. Kondisi ini disebabkan oleh kelemahan otot. 
Jika memiliki kadar kalsium yang sangat rendah di dalam darah, Anda mungkin juga akan mengalami:
  • Ritme jantung yang tidak teratur
  • Mati rasa di sekitar mulut
  • Mati rasa pada lengan dan kaki
  • Spasme pada tangan dan kaki
Penyakit osteomalasia umumnya disebabkan defisiensi atau kekurangan vitamin D. Tubuh menggunakan mineral kalsium dan fosfat untuk membantu membangun tulang yang kuat. Ketika kadar vitamin D dalam tubuh tidak cukup, kecacatan dalam proses pematangan tulang bisa terjadi. Penderita osteomalasia biasanya tidak mendapatkan mineral yang cukup dari makanan, atau mengidap suatu kondisi yang menyebabkan tubuh tidak melakukan penyerapan vitamin D dengan benar.Beberapa penyebab osteomalasia mencakup:
  • Kurang terpapar sinar matahari. Sinar matahari menghasilkan vitamin D untuk kulit. Orang yang hanya mendapat paparan sinar matahari terlalu singkat dapat mengalami kekurangan vitamin D yang dapat mengarah pada osteomalasia.
  • Operasi tertentu. Normalnya, organ pencernaan memecah makanan untuk melepaskan vitamin D dan mineral lain yang diserap di dalam usus. Proses ini akan terganggu jika penderita menjalani operasi untuk menghilangkan sebagian atau seluruh usus, contohnya operasi gastrektomi. Kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan vitamin D dan kalsium.
  • Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang membuat penderitanya tidak bisa mengonsumsi gluten, berbahan tepung gandum yang mengandung protein, barley (jelai) dan rye. Jika bahan-bahan makanan tersebut dikonsumsi, dinding usus kecil penderita celiac akan rusak dan menyebabkan lapisan usus tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik, termasuk vitamin D dan kalsium.
  • Penyakit ginjal atau hati. Ginjal dan hati berperan dalam aktivasi vitamin D dalam tubuh. Oleh karena itu, gangguan pada ginjal dan hati dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mengaktifkan vitamin D.
  • Obat-obat tertentu. Beberapa obat yang digunakan untuk menyembuhkan kejang, seperti phenytoin dan phenobarbital, dapat menyebabkan kekurangan vitamin D yang berat.
  • Obesitas morbid. penimbunan lemak berlebihan dalam tubuh.
Osteomalasia sulit untuk didiagnosis. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan menyingkirkan kelainan tulang lainnya seperti osteoporosis, pasien mungkin akan menjalani beberapa pemeriksaan berikut ini:
  • Pemeriksaan darah dan urine. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kadar vitamin D dan juga apakah tubuh mempunyai masalah dengan kalsium serta fosfor. 
  • Foto rontgen. Melalui pencitraan sinar X-ray pada area tubuh yang diduga bermasalah, retakan kecil pada tulang akan terlihat di foto rontgen.
  • Scan tulang. Dalam prosedur ini, kepadatan mineral tulang akan diperiksa melalui pemeriksaan kadar kalsium serta fosfor dalam tulang. Prosedur diagnosis ini dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat infus.
  • Biopsi tulang. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan obat bius umum. Suatu alat akan dimasukkan melalui kulit ke tulang panggul di atas pinggul. Hal ini dilakukan untuk mengambil sampel kecil dari tulang. Meskipun biopsi tulang akurat dalam mendeteksi osteomalasia, prosedur ini jarang dilakukan.
Pengobatan osteomalasia berfokus pada pemenuhan kadar nutrisi yang masih kurang dalam tubuh agar proses pemadatan tulang dapat berlangsung tanpa hambatan.Jika dokter mendeteksi osteomalasia lebih awal, penderita mungkin hanya akan mengonsumsi suplemen vitamin D, kalsium, atau fosfat secara oral. Terapi tersebut merupakan pengobatan lini pertama jika penyebab osteomalasia yang dialami pasien berasal dari masalah penyerapan karena cedera usus atau operasi, atau karena mengonsumsi makanan yang rendah nutrisi. Pada kasus yang jarang terjadi, penderita dapat memperoleh suntikan vitamin D melalui kulit atau pembuluh darah vena pada lengan. Penderita disarankan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan dengan paparan sinar matahari, sehingga tubuh dapat memproduksi vitamin D yang cukup. Penderita juga disarankan untuk berhenti merokok serta membatasi konsumsi alkohol, berolahraga, dan rutin memakan makanan yang mengandung vitamin D serta kalsium.Selain itu, penderita juga membutuhkan pengobatan lain yang sesuai dengan penyebabnya jika kekurangan vitamin D berhubungan dengan metabolisme vitamin D. Misalnya, bagi penderita sirosis dan gagal ginjal, dokter akan memberikan pengobatan khusus untuk kondisi tersebutu.Pasien dengan kasus osteomalasia yang berat atau anak kecil yang menderita rakhitis dapat menggunakan penyangga untuk membantu dalam kegiatan sehari-hari mereka. Sebagai alternatif, mereka mungkin juga memerlukan operasi untuk membetulkan kecacatan pada tulang.

Komplikasi

Jika osteomalasia ataupun penyebabnya tak ditangani dengan baik, osteomalasia dapat menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:
  • Patah tulang, khususnya pada tulang rusuk, tulang kaki, bahkan tulang belakang.
  • Pada anak-anak, osteomalasia atau rakhitis dapat berujung pada kaki membengkok atau kerontokan gigi sebelum dewasa.
Setelah pengobatan, gejala osteomalasia juga dapat kambuh lagi jika tubuh kembali mengalami kekurangan vitamin D. Gejalanya juga dapat muncul lagi jika penderita berhenti mengonsumsi suplemen atau bila kondisi penyebab osteomalasia seperti gagal ginjal tak kunjung diobati.
Osteomalasia disebabkan oleh kurangnya paparan terhadap sinar matahari yang diterima oleh tubuh, dan juga asupan yang rendah vitamin D. Pencegahan osteomalasia dapat dilakukan dengan mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, melalui langkah-langkah berikut ini:
  • Konsumsi makanan kaya vitamin D. Makanan yang kaya dengan vitamin D antara lain yaitu minyak ikan dan kuning telur. Selain itu, rajin mengonsumsi sumber makanan yang diperkaya dengan vitamin D seperti sereal, roti, susu, dan yogurt dapat menjauhkan Anda dari kondisi ini.
  • Konsumsi suplemen jika dibutuhkan. Jika tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup pada makanan, atau apabila kondisi medis memengaruhi kemampuan sistem pencernaan untuk menyerap nutrisi secara layak, tanyakan kepada dokter mengenai konsumsi suplemen vitamin D dan kalsium yang sesuai kondisi Anda.
Jika Anda mengalami gejala-gejala  osteomalasia seperti tulang yang mudah retak, rasa nyeri pada tulang, serta otot sering merasa lemah, segera hubungi dokter. Hal ini bertujuan supaya dokter dapat mendiagnosis apa penyebab dari gejala-gejala yang dialami, juga menentukan metode pengobatan yang tepat untuk menangani kondisi yang Anda.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Di bagian mana Anda merasakan sakit?
  • Kapan rasa sakitnya dimulai dan apakah menunjukan kemajuan?
  • Apakah ada area tertentu yang sakit pada saat disentuh?
  • Apakah rasa sakitnya berlangsung lama atau hilang timbul?
  • Apakah ada sesuatu yang meringankan dan memperburuk gejala?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi bypass lambung atau operasi pencernaan lain sebelumnya?
  • Pengobatan apa yang telah dicoba sejauh ini? Apakah ada yang membantu?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis osteomalasia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000376.htm
Diakses pada 8 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteomalasia#treatments
Diakses pada 8 September 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomalasia/symptoms-causes/syc-20355514
Diakses pada 12 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/osteomalacia#treatments
Diakses pada 8 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/osteoporosis/what-is-osteomalasia#1
Diakses pada 12 Desember 2018
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomalasia/diagnosis-treatment/drc-20355520
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email