Psikologi

Paraphilia

19 May 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Paraphilia
Paraphilia adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya penyimpangan fantasi dan perilaku seksual yang berulang, intens, dan berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Kondisi ini sudah mengganggu aktivitas penderitanya sehari-hari.Paraphilia (paraphilic disorder) sulit terdeteksi karena banyak penderita yang menutupi kondisinya karena malu, beberapa penderita juga melakukan kekerasan seksual dan tidak melaporkan adanya paraphilia. Paraphilia lebih umum ditemukan pada laki-laki.Kebanyakan pasien dengan paraphilia memiliki lebih dari satu jenis penyimpangan seksual. Penderita paraphilia biasanya mulai mengalami fantasi seksual yang menyimpang tersebut sejak masih berusia 13 tahun. 
Paraphilia
Dokter spesialis Jiwa, Psikolog
GejalaGairah seks muncul saat mengintip orang telanjang atau atau menggesekkan tubuh ke orang lain tanpa izin, sering memperlihatkan alat kelaminnya pada orang asing
Faktor risikoGangguan sosial sejak kecil, trauma masa kecil, faktor keluarga
Metode diagnosisDSM-5
PengobatanTerapi perilaku kognitif, obat-obatan
ObatLuteinising hormone-releasing hormone (LHRH), SSRI
KomplikasiDitangkap dan dipenjara
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala paraphilia
Gejala paraphilia berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Tiap jenis paraphilia berfokus pada pemicu fantasi dan perilaku seksual penderitanya.Menurut pedoman diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM-5), paraphilia dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis paraphilia antara lain:
  • Voyeurisme

Pada paraphilia jenis ini, penderita mengalami gairah seksual ketika mengintip diam-diam atau tanpa persetujuan orang yang sedang telanjang, sedang melepas pakaian, atau sedang melakukan hubungan seksual.
  • Eksibisionisme

Eksibisionisme ditandai dengan penderita yang kerap mempertontonkan organ kelaminnya pada orang asing.
  • Froteurisme

Pada frouterisme ini, penderita mengalami gairah seksual ketika menyentuh atau menggesekkan tubuh ke orang lain tanpa izin.
  • Masokis

Masokis ditandai dengan penderita yang mendapat kepuasan seksual ketika dipermalukan, dipukul, diikat oleh pasangan seksualnya.
  • Sadisme

Sadisme ditandai dengan penderita yang mendapat kepuasan seksual ketika melihat pasangan seksualnya menderita.
  • Pedofilia

Penderita pedofilia mendapat kepuasan seksual ketika berhubungan seksual dengan anak-anak berusia 13 tahun ke bawah.
  • Fetishisme

Penderita fetishisme memilliki gairah seksual terhadap benda mati atau bagian tubuh tertentu, seperti celana dalam. Ada juga fetish yang spesifik seperti gairah seksual terhadap orang yang tidak sadar (somnofilia) dan gairah seksual terhadap orang yang sedang berkemih (urofilia).
  • Transvetisme

Transvetisme adalah perilaku pria heteroseksual yang suka berpakaian dan berdandan selayaknya wanita untuk membangkitkan fantasi atau gairah seksual.
  • Autogynephilia

Autogynephilia adalah perilaku pria heteroseksual yang suka memvisualisasikan dirinya sebagai wanita untuk membangkitkan fantasi atau gairah seksual.Kekerasan seksual seperti pemerkosaan adalah perilaku kriminal dan bukan termasuk paraphilia. Beberapa jenis paraphilia, seperti pedofilia, voyeurisme, dan eksibisionisme termasuk perilaku yang ilegal bila melawan hukum.Sedangkan perilaku fetishisme dan transvetisme tidak ilegal, namun seringkali tampak aneh dan membuat orang lain tidak nyaman. 
Penyebab paraphilia hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Menurut para ahli, penderita paraphilia seringkali mengulang kebiasaan seksual yang dialami saat masih muda. Pada beberapa kasus, faktor seperti kesulitan dalam hubungan percintaan juga dapat memicu terjadinya kondisi ini.Anak-anak yang melihat atau menjadi korban perilaku seksual yang tidak senonoh juga bisa meniru perilaku tersebut dan menjadi kebiasaan. Orang yang jarang melakukan hubungan seksual juga berisiko mencari kepuasan lewat perilaku seksual yang tidak sesuai norma sosial. 

Faktor risiko paraphilia

Faktor risiko paraphilia dapat berupa:
  • Gangguan dalam menjalin hubungan sejak kecil, karena sulit mengendalikan emosi dan sulit mencari bantuan dari orang lain.
  • Trauma masa kecil yang berulang, misalnya korban kekerasan seksual.
  • Berasal dari keluarga yang terlalu mengekang atau terlalu membebaskan anak dalam perilaku seksual.
 
Untuk menegakkan diagnosis paraphilia, dokter spesialis jiwa akan mengajukan sederet pertanyaan dari kriteria khusus yang dikenal dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Diagnosis paraphilia ditegakkan bila seseorang mengalami kondisi berikut dalam periode waktu 6 bulan:
  • Memiliki hasrat atau perilaku seksual yang berkaitan dengan gangguan psikologis, cedera, atau bahkan kematian orang lain, atau memiliki keinginan melakukan perilaku seksual tanpa izin orang yang bersangkutan.
  • Penderita merasa hasrat dan perilaku seksualnya meresahkan, bukan hanya karena dianggap meresahkan oleh masyarakat.
 
Pengobatan paraphilia adalah psikoterapi dengan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) dan obat-obatan. Berikut penjelasannya.

Terapi perilaku kognitif

Fokus psikoterapi ini adalah membantu pasien dengan paraphilia untuk mengenali dan menyadari bahwa perilakunya salah. Terapi perilaku kognitif juga dapat mengajar pelaku pedofilia untuk mengembangkan empati bagi korbannya dan teknik-teknik untuk mengendalikan keinginan seksual.Dengan terapi perilaku kognitif, penderita paraphilia diharapkan dapat mengatasi situasi yang meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual dan mencari cara untuk merespon situasi tersebut dengan baik. Penderita paraphilia juga diharapkan dapat menjalin hubungan yang normal dengan orang lain.

Obat-obatan

Obat-obatan untuk mengatasi paraphilia dapat berupa:
  • Obat penekan hormon testosteron, yaitu luteinising hormone-releasing hormone (LHRH) agonists (triptorelin dan goserelin)
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti fluoxetine, sertaline, escitalopram, citalopram, paroxetine.
 

Komplikasi paraphilia

Komplikasi paraphilia dapat terjadi bila perilaku seksual yang menyimpang tersebut melawan hukum. Penderita paraphilia dapat ditangkap dan dihukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah paraphilia juga tidak ada. 
Berkonsultasilah dengan dokter apabila mengalami gejala paraphilia. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait paraphilia?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis paraphilia. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/paraphilia/article.htm
Diakses pada 19 Mei 2021
Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/core/journals/advances-in-psychiatric-treatment/article/paraphilias-and-paraphilic-disorders-diagnosis-assessment-and-management/8DA2119F2AE98194BDFD48D7FC883D67
Diakses pada 19 Mei 2021
Cambridge. https://www.cambridge.org/core/journals/advances-in-psychiatric-treatment/article/paraphilias-and-paraphilic-disorders-diagnosis-assessment-and-management/8DA2119F2AE98194BDFD48D7FC883D67
Diakses pada 19 Mei 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/conditions/paraphilias
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email