Penyakit Lainnya

Penyakit Ginjal

27 Apr 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal adalah istilah yang merujuk pada berbagai kondisi yang menyebabkan gangguan atau kerusakan pada ginjal. Tiap manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di depan tulang punggung bagian bawah, dan bentuknya mirip kacang merah. Ginjal berfungsi menyaring kelebihan cairan dan limbah dari darah. Limbah ini kemudian dibuang melalui urine. Organ ini juga berperan menjaga keseimbangan kimiawi tubuh, membantu mengendalikan tekanan darah, serta memproduksi hormon.Penyakit ginjal dapat menyebabkan organ ini kehilangan kemampuannya untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsi tersebut. Saat penyakit ginjal mencapai tahap lanjut, jumlah zat berbahaya dalam cairan elektrolit dan limbah sisa metabolisme akan menumpuk di tubuh penderita serta mengganggu fungsi organ lain. Akibatnya, beragam komplikasi pun dapat terjadi.

Jenis-Jenis penyakit ginjal

1. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronisPenyakit ginjal kronis adalah bentuk penyakit yang paling umum. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap dalam dalam jangka waktu beberapa bulan atau beberapa tahun.  2. Gagal ginjal akut Gagal ginjal akut adalah kondisi medis yang muncul secara tiba-tiba, di mana ginjal tidak mampu lagi menyaring zat sisa dari darah. Gangguan medis ini dapat terjadi dalam hitungan beberapa jam atau beberapa hari saja. 3. Batu ginjalBatu ginjal adalah kondisi yang ditandai dengan terbentuknya kristal mineral dan garam, sehingga menjadi keras atau menyerupai batu di dalam ginjal. Penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala sampai batu ginjal mulai melewati saluran kencing dan menyumbat ureter. 4. GlomerulonefritisGlomerulonefritis adalah peradangan glomerulus, yakni struktur pembuluh darah kecil yang membantu dalam menyaring darah dan membuang cairan berlebih. Jika glomerulus rusak, ginjal akan berhenti berfungsi dengan baik dan terjadi gagal ginjal. Glomerulonefritis bisa bersifat akut atau kronis.5. Penyakit ginjal polikistikPenyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik (keturunan) yang menyebabkan pertumbuhan kista pada ginjal. Kista ginjal berbentuk kantong yang berisi cairan, dan bersifat non-kanker (jinak). Namun kista ini dapat memicu komplikasi serius, seperti tekanan darah tinggi dan gagal ginjal.6. Infeksi ginjalInfeksi ginjal atau pielonefritis merupakan salah satu bentuk dari infeksi saluran kemih (ISK). Kebanyakan dari infeksi ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang saluran kemih.7. Kanker ginjalPertumbuhan sel abnormal pada ginjal yang  membentuk tumor sehingga mengganggu fungsi ginjal. Gejala berupa ada benjolan pada punggung bawah, penurunan berat badan secara drastis, mudah lelah, nyeri area punggung bawahBaca juga: Mengenal Anatomi Ginjal dan Fungsinya pada Tubuh
Penyakit Ginjal
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSering buang air kecil, mudah lelah, pembengkakan di tangan, kaki, dan pergelangan kaki
Faktor risikoUsia >65 tahun, hipertensi, diabetes
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, tes darah
PengobatanTerapi nutrisi, obat-obatan, cuci darah
ObatLisinopril, ramipril, irbesartan
KomplikasiPenumpukan cairan, kelemahan otot, kerusakan ginjal permanen
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala penyakit ginjal, terutama jika memiliki faktor risikonya
Pada tahap awal, gejala penyakit ginjal biasanya tidak terasa. Namun saat kondisinya memburuk, pasien dapat mengalami sejumlah keluhan yang meliputi:
  • Sering buang air kecil, terutama saat larut malam
  • Mudah lelah, lesu, tidak berenergi
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, dan pergelangan kaki.
  • Sesak napas
  • Darah dalam urine
  • Urine berbusa
  • Mata bengkak
  • Kulit kering dan gatal
  • Sulit konsentrasi
  • Susah tidur
  • Mati rasa
  • Mual atau muntah
  • Kram otot
  • Tekanan darah tinggi
  • Kulit menggelap
  • Anemia (penurunan sel darah merah)
  • Penurunan  gairah seks
  • Peningkatan mendadak kadar kalium (hiperkalemia)
  • Radang perikardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung)
Banyak kondisi yang dapat menjadi penyebab penyakit ginjal. Berikut beberapa pemicu berdasarkan jenisnya:1. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronisGagal ginjal kronis disebabkan oleh kerusakan jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit jangka panjang yang bisa berupa: 
  • Diabetes
Sekitar 20-30% penderita diabetes memicu jenis penyakit ginjal yang disebut nefropati diabetik. Pasalnya, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Ini dapat memengaruhi fungsi ginjal untuk mengatur kadar cairan dan garam dalam tubuh. Nefropati diabetik merupakan penyebab utama gagal ginjal yang juga dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir. 
  • Tekanan darah tinggi
 Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat mempersempit pembuluh darah di ginjal, sehingga aliran darah di ginjal berkurang dan fungsi ginjal terganggu. Jika ini terjadi, ginjal tidak dapat membuang limbah serta cairan berlebih dari tubuh. Akibatnya, penumpukan cairan berlebih dalam pembuluh darah bisa terjadi yang kemudian meningkatkan tekanan darah. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memicu gagal ginjal. 
  • Penyakit asam urat
 Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu jenis radang sendi akibat adanya penumpukan kristal asam urat. Saat asam urat menumpuk, batu ginjal lama-kelamaan akan terbentuk. Apabila terus dibiarkan, batu ini lalu dapat menyebabkan gagal ginjal.2. Gagal ginjal akut Penyebab gagal ginjal akut umumnya meliputi:
  • Kerusakan pada ginjal akibat peradangan glomerulus, infeksi sistemik, bekuan darah, penumpukan kolesterol, skleroderma, atau reaksi alergi obat.
  • Penurunan aliran darah ke ginjal yang disebabkan oleh syok, serangan jantung, gagal hati, kehilangan banyak cairan, perdarahan hebat, hingga efek samping obat.
  • Sumbatan di saluran kemih karena pembengkakan prostat, batu ginjal, bekuan darah, kanker kandung kemih, prostat, usus besar, atau kanker leher rahim. 
3. Batu ginjalBatu ginjal terbentuk ketika urine mengandung mineral dan zat kimia lain, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat, yang lebih tinggi daripada cairan. Zat-zat ini bisa menumpuk dan membentuk kristal yang mengeras seperti batu. Kemungkinan penyebabnya meliputi kurang minum, terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga, obesitas, operasi penurunan berat badan, atau konsumsi makanan yang tinggi garam atau gula. 4. GlomerulonefritisGlomerulonefritis dapat terjadi akibat berbagai kondisi di bawah ini:
  • Berbagai infeksi, seperti infeksi bakteri Streptococcus di tenggorokan, infeksi gigi, endokarditis bakteri, HIV, dan hepatitis
  • Vaskulitis atau peradangan yang menyerang pembuluh darah ginjal
  • Kelainan sistem imun, seperti penyakit lupus, sindrom Goodpasture, atau nefropati igA
5. Penyakit ginjal polikistikPenyebab penyakit ginjal polikistik adalah mutasi atau kecacatan dari gen yang diturunkan dari orangtua pada anaknya. Pada beberapa kasus, mutasi gen ini muncul secara spontan, sehingga seseorang dapat memiliki penyakit ginjal polikistik tanpa diturunkan dari orangtuanya.6. Infeksi ginjalInfeksi ginjal dapat disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyebar di saluran kemih. Namun penyebabnya yang paling umum adalah bakteri E.coli yang masuk ke dalam saluran kencing. 

Faktor risiko penyakit ginjal

Sejumlah faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal:
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Riwayat penyakit jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, atau stroke
  • Obesitas
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Riwayat gagal ginjal dalam keluarga
  • Merokok
  • Riwayat gangguan ginjal akut
Diagnosis penyakit ginjal biasanya akan dilakukan dengan cara:1. Tanya jawab dan pemeriksaan fisik  Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda serta keluarga, lalu memeriksa kondisi fisik pasien.2. Laju filtrasi glomerulus (GFR)Laju filtrasi glomerulus (GFR) dilakukan untuk mengukur seberapa baik ginjal Anda bekerja dan menentukan stadium penyakit ginjal.3. Tes darahTes darah bertujuan mendeteksi ada tidaknya peningkatan produk limbah dalam darah, seperti kreatinin dan urea.4. Tes urineTes urine berfungsi menganalisis kelainan yang mengarah pada gagal ginjal kronis dan membantu dalam mengidentifikasi penyebab penyakit ginjal kronis.5. Tes pencitraanPemeriksaan ini bisa berupa USG, MRI, serta CT scan, dan bertujuan melihat struktur bagian dalam ginjal dengan lebih jelas. Misalnya, untuk menilai apakah ukuran ginjal terlalu kecil atau besar serta ada tidaknya tumor.6. Biopsi ginjalBiopsi ginjal dilakukan dengan pengambilan sedikit sampel jaringan dari ginjal dan diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menentukan jenis dan tingkat keparahan penyakit ginjal yang Anda alami.
Penanganan penyakit ginjal biasanya akan bergantung pada penyebabnya. Beberapa cara mengobati penyakit ginjal yang biasa diberikan oleh dokter meliputi:1. Obat-obatanDokter dapat meresepkan obat tekanan darah yang dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal, bahkan untuk pasien tidak memiliki hipertensi. Contoh obat ini adalah ACE inhibitor (seperti lisinopril dan ramipril) atau angiotensin receptor blockers (seperti irbesartan dan olmesartan).  Selain obat tekanan darah, obat kolesterol (seperti simvastatin) juga biasa diberikan oleh dokter. Obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan membantu dalam menjaga kesehatan ginjal. Tergantung pada gejala Anda, dokter mungkin pula meresepkan obat untuk meredakan pembengkakan dan mengobati anemia.2. Perubahan pola makan dan gaya hidupMengubah pola makan Anda sama pentingnya dengan minum obat. Mengadopsi gaya hidup sehat dapat membantu dalam mencegah terjadinya berbagai penyakit ginjal. Beberapa langkah hidup sehat yang biasa disarankan oleh dokter berupa:
  • Mengontrol diabetes melalui suntikan insulin
  • Mengurangi makanan yang tinggi kolesterol 
  • Konsumsi makanan rendah garamMenerapkan diet sehat jantung yang mencakup buah, sayur, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Aktif bergerak atau berolahraga
  • Menurunkan berat badan
3. Dialisis Dialisis atau biasa dikenal cuci darah adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah sisa dan cairan berlebih dari darah ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik. Banyak pasien penyakit ginjal stadium akhir harus menjalani tindakan medis ini secara permanen atau sampai ginjal donor ditemukan.Terdapat dua jenis metode cuci darah yang dapat menjadi pilihan: 
  • Hemodialisis 
 Dalam hemodialisis, terjadi proses pemindahan darah ke suatu mesin di luar tubuh untuk ‘membersihkan’ darah, lalu mengembalikannya ke dalam tubuh pasien. Intinya, alat cuci darah ini berperan sebagai ginjal buatan.  
  • Cuci darah peritoneal (dialisis peritoneal)
 Cuci darah peritoneal adalah metode cuci darah yang dilakukan melalui lapisan perut (peritoneum). Selaput peritoneum memiliki banyak jaringan pembuluh darah yang dapat berperan sebagai penyaring alami serupa dengan ginjal.  Untuk melakukan prosedur ini, diperlukan operasi kecil untuk memasang kateter di perut bagian bawah (dekat pusar). Kateter ini nantinya akan dialiri larutan dialisat yang berfungsi sebagai cairan pembersih. Dengan begitu, zat sisa metabolisme yang mengandung racun dan zat limbah lain dapat disaring dari darah dan dialirkan melalui larutan dialisat ke luar tubuh. 4. Transplantasi ginjalTransplantasi ginjal adalah proses penggantian salah satu satu atau kedua ginjal pasien dengan ginjal sehat dari pendonor, baik pendonor yang masih hidup atau sudah meninggal.Prosedur ini dilakukan saat kondisi ginjal sudah sangat parah. Setelah menjalani transplantasi ginjal, pasien harus mengonsumsi obat imunosupresan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini mungkin perlu dikonsumsi seumur hidup.Baca Juga: Obat Imunosupresan untuk Menekan Sistem Imun, Apa Gunanya?  

Komplikasi penyakit ginjal

Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit ginjal bisa menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Kelemahan otot, paralisis, serta gangguan irama jantung
  • Edema paru, yaitu penumpukan cairan pada paru-paru
  • Asidosis metabolik
  • Kerusakan ginjal permanen
  • Nyeri dada
  • Aneurisma aorta atau otak
  • Kista di organ hati
  • Kista di pankreas dan testis
  • Divertikula
  • Katarak atau kebutaan
  • Penyakit hati
  • Prolaps katup mitral jantung
  • Anemia 
  • Perdarahan atau pecahnya kista
  • Gagal hati
  • Penyakit jantung
Cara mencegah penyakit ginjal dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:
  • Memenuhi kebutuhan cairan harian, yakni minimal 2 liter air untuk orang dewasa
  • Mengontrol kadar gula darah jika Anda menderita diabetes
  • Mengontrol tekanan darah
  • Berhenti merokok
  • Mengonsumsi obat sesuai dosis yang disarankan
  • Jangan berlebihan menggunakan obat nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin, paracetamol, atau ibuprofen
  • Rutin menjalani pemeriksaan kesehatan terkait kesehatan ginjal, terutama bila Anda menderita diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi
  • Berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen kalsium karena obat ini bisa saja berkaitan dengan bertambahnya risiko batu ginjal
  • Mengurangi asupan garam
  • Membatasi makanan tertentu, seperti protein hewani (daging sapi dan ayam), asam sitrat (yang biasa terdapat dalam buah jeruk, lemon, dan jeruk bali), serta oksalat (ditemukan dalam bayam, ubi jalar, bit, dan cokelat)
Baca juga: Mengenal 9 Saran Menu Makanan Penderita Gagal Ginjal
Periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal. Demikian pula bila Anda memiliki faktor-faktor risikonya.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit ginjal?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat menganjurkan sejumlah pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit ginjal agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease
Diakses pada 19 April 2022
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-kidney-disease/symptoms-causes/syc-20354521
Diakses pada 19 April 2022
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/kidney-infection/
Diakses pada 19 April 2022
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-kidney-disease-basic-information
Diakses pada 19 April 2022
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172179#symptoms
Diakses pada 19 April 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-disease
Diakses pada 19 April 2022
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/kidney-disease
Diakses pada 19 April 2022
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/kidney.html
Diakses pada 19 April 2022
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15096-kidney-disease-chronic-kidney-disease#symptoms-and-causes
Diakses pada 19 April 2022
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/kidneystones#causes-kidney-stones
Diakses pada 19 April 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email