Kanker

Kanker

25 Jan 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker
Deteksi dini pada kanker sangat diperlukan untuk mencegah penyebarannya
Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika ada pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh.  Pertumbuhan yang tidak terkontrol ini kemudian membuat sel kanker menyebar dan merusak jaringan sehat di sekitarnya. Penyebaran sel kanker disebut dengan metastasis. Kanker yang telah menyebar inilah yang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker.  Sel kanker disebut juga sebagai tumor ganas. Tumor ini dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun.Saat ini, diketahui ada lebih dari 200 jenis kanker yang berbeda. Sebagian besar kanker tersebut diberi nama berdasarkan bagian tubuh yang terjangkit.Di indonesia sendiri, berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2020 oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, terdapat 10 kanker dengan kasus terbanyak, antara lain:
Kanker telah menjadi penyakit penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia. Meski begitu, tidak semua kasus kanker berakhir dengan kematian. Deteksi dini kanker dan berbagai kemajuan dalam pilihan pengobatan kanker yang ada saat ini mampu meningkatkan peluang penderita kanker untuk sembuh dan hidup lebih lama. 
Kanker
Dokter spesialis Onkologi
GejalaMuncul benjolan, kelelahan, nyeri, batuk kronis
Faktor risikoRiwayat keluarga, merokok, terpapar karsinogen
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
ObatAgen kemoterapi
KomplikasiNyeri, mual, penurunan berat badan, haus berlebihan
Kapan harus ke dokter?Muncul benjolan yang tidak terasa sakit, sering memar tanpa sebab
Kebanyakan kanker tidak memunculkan gejala di tahap awal. Itu sebabnya, beberapa orang memeriksakannya saat sudah terlambat dan mencapai stadium lanjut.Selain deteksi dini, mewaspadai perubahan pada tubuh dan gejala yang muncul menjadi penting.Tanda dan gejala kanker biasanya akan bervariasi tergantung pada bagian tubuh yang terkena. Namun, berikut ini beberapa tanda dan gejala umum kanker, meliputi:
  • Kelelahan, pucat, lemas
  • Muncul benjolan atau penebalan yang dapat dirasakan di bawah kulit
  • Nyeri di salah satu bagian tubuh
  • Perubahan berat badan, termasuk turun atau naik berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Perubahan warna kulit, seperti menguning, menggelap atau muncul kemerahan pada kulit
  • Luka di kulit yang tidak kunjung sembuh
  • Perubahan bentuk pada tahi lalat yang ada di tubuh
  • Kebiasaan buang air besar berubah, menjadi lebih sering atau jarang
  • Batuk kronis
  • Demam atau keringat malam yang terjadi tanpa sebab yang jelas
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Suara serak
  • Gangguan pencernaan 
  • Nyeri otot atau sendi yang muncul begitu saja dan terus terasa 
  • Perdarahan atau memar yang terjadi tanpa sebab yang jelas
Penyebab utama kanker adalah adanya perubahan atau mutasi gen pada sel tersebut. Perubahan itulah yang memengaruhi cara kerja sel, khususnya dalam cara mereka tumbuh dan membelah diri. Perubahan genetik yang menyebabkan sel kanker dapat terjadi karena:
  • Kesalahan yang terjadi saat sel membelah.
  • Kerusakan DNA akibat zat berbahaya di lingkungan, seperti bahan kimia dalam asap tembakau dan sinar ultraviolet dari matahari. 
  • Mutasi gen dari orang tua

Faktor risiko

Hingga kini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab sel kanker bermutasi atau membelah secara abnormal. Namun, para ahli meyakini ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker.Faktor risiko yang memicu juga bisa berbeda tergantung jenis kanker yang dialami. Akan tetapi, umumnya tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh 1 hal saja,Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan kanker:
  • Berusia di atas 65 tahun, tapi tak menutup kemungkinan anak-anak terkena kanker.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker
  • Paparan karsinogen (zat pemicu kanker), seperti radiasi ultraviolet
  • Terpapar zat kimia yang dapat memicu kanker, seperti asbes atau arsen
  • Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang    
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Pola makan tidak sehat
  • Obesitas 
  • Kurang berolahraga
  • Terpapar polusi udara secara terus-menerus 
  • Terinfeksi virus hepatitis B, C, HPV, HIV
  • Terinfeksi bakteri Helicobacter pylori yang menyerang saluran cerna                                                                    
Baca jawaban dokter: Apakah pasien sembuh corona berisiko kanker paru?
Umumnya, semakin dini ditemukan, semakin besar pula kemungkinan seseorang untuk sembuh dari kanker. Dalam mendiagnosis kanker, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan berikut ini:

1. Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin mencari kelainan, seperti perubahan warna kulit atau pembesaran organ, serta benjolan tumor yang dapat mengindikasikan adanya kanker.

2. Tes laboratorium 

Beberapa tes urine atau tes darah dapat membantu dokter mengidentifikasi kelainan yang dapat disebabkan oleh kanker. Misalnya, pada orang dengan leukemia, tes darah hitung darah lengkap atau bone marrow puncture dapat mengungkapkan jumlah atau jenis sel darah putih yang abnormal.Tes Pap smear atau pemeriksaan IVA juga biasanya dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks.

3. Tes pencitraan 

Berbagai tes pencitraan, seperti CT scan, pemindaian tulang, MRI, PET scan, ultrasound (USG) dan sinar-X (rontgen) bisa membantu dokter menemukan abnormalitas.Misalnya saja, USG payudara atau mamografi menjadi salah satu metode skrining kanker payudara.Cara ini dilakukan untuk memeriksa tulang dan organ dalam tanpa pembedahan. 

4. Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengangkat jaringan tubuh yang dicurigai sebagai sel kanker untuk menelitinya di laboratorium. Sel yang normal akan terlihat seragam, dengan ukuran yang sama dan susunan yang teratur. Sementara, sel kanker akan terlihat kurang teratur, dengan ukuran yang bervariasi dan tanpa susunan yang jelas.Biopsi ini dapat menentukan apakah jaringan abnormal tersebut sel kanker (tumor ganas) atau bukan (tumor jinak). Pemeriksaan ini juga dapat mengetahui stadium kanker yang dialami.Penentuan stadium kanker dapat dilakukan dengan sejumlah pengujian berupa tes pencitraan, seperti pemindaian tulang atau sinar-X. Dengan ini, dokter dapat melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.Stadium kanker ditandai dengan angka 0 sampai 4, yang sering ditulis dengan angka Romawi 0 sampai IV. Angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkatan kanker yang lebih parah. Untuk beberapa jenis kanker, stadium kanker ditunjukkan dengan menggunakan huruf atau kata-kata.
Cara mengobati kanker biasanya akan tergantung pada kondisi pasien, jenis kanker, letak kanker, stadium, potensi efek samping, dan preferensi pasien.Beberapa pengobatan kanker yang umum adalah:

1. Pembedahan

Bertujuan untuk  mengangkat jaringan kanker agar tidak semakin menyebar ke bagian tubuh lain.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah suatu metode yang melibatkan penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya disarankan pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi atau sel kanker tidak bisa diangkat melalui pembedahan.

3. Radioterapi

Pengobatan kanker dengan menggunakan radiasi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. 

4. Transplantasi sumsum tulang

Prosedur ini mengganti sumsum tulang pasien dengan sumsum tulang yang baru, biasanya dari saudara kandung. Transplantasi sumsum tulang mungkin dilakukan untuk jenis kanker darah, seperti leukemia, limfoma, dan multiple myeloma.

5. Imunoterapi

Pengobatan kanker ini juga dikenal sebagai terapi biologis dengan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Dengan terapi ini, tubuh dapat mengenali sel kanker sebagai benda asing yang harus dilawan.

6. Terapi hormon 

Beberapa hormon dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Maka, terapi hormon bisa jadi salah satu cara mengobati kanker. Terapi ini umumnya diberikan pada jenis kanker yang dipicu oleh hormon seperti kanker prostat dan payudara.

7. Targeted drug therapy 

Terapi tertarget adalah jenis pengobatan kanker yang dilakukan dengan menargetkan gen dan protein tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.Baca juga: Ini 8 Efek Samping Kemoterapi yang Digunakan untuk Obati Kanker

Komplikasi 

Kanker dan pengobatannya dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:
  • Nyeri
  • Kelelahan
  • Sulit bernapas
  • Mual
  • Diare atau sembelit
  • Penurunan berat badan
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Sering buang air kecil, sembelit dan kebingungan.
  • Masalah otak dan sistem saraf
  • Reaksi sistem kekebalan yang tidak biasa terhadap kanker. Disebut sindrom paraneoplastik yang ditandai kesulitan berjalan dan kejang.
  • Kanker yang menyebar
  • Kanker yang kambuh
  • Kematian 
Beberapa cara berikut dapat mengurangi risiko kanker, antara lain
  • Berhenti merokok. Merokok tidak hanya dikaitkan dengan penyebab kanker paru, tapi juga banyak jenis kanker lainnya. 
  • Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan. Batasi paparan sinar matahari dengan tetap berada di tempat teduh, mengenakan pakaian pelindung atau mengoleskan tabir surya.
  • Makan makanan yang sehat. Pilih makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah dan sayuran. Pilih biji-bijian dan protein tanpa lemak. Batasi asupan daging olahan.
  • Rutin berolahraga, setidaknya selama 30 menit per harinya. Tingkatkan perlahan porsi olahraga Anda dalam seminggunya.
  • Menjaga berat badan ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Lakukan diet sehat dan olahraga agar berat badan tetap ideal.
  • Batasi konsumsi alkohol secukupnya. Untuk wanita dewasa yang sehat, batas alkohol yang dapat dikonsumsi adalah satu gelas sehari, sementara pada pria bisa hingga dua gelas sehari. Lebih baik jika Anda berhenti sama sekali.
  • Rutin skrining kanker. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis skrining kanker yang terbaik untuk Anda, terlebih jika Anda memiliki faktor risiko tertentu.
  • Imunisasi dapat membantu mencegah virus yang bisa memicu kanker, termasuk hepatitis B, yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, dan human papillomavirus (HPV), yang bisa meningkatkan risiko Kanker serviks dan kanker lainnya. Konsultasikan kepada dokter mengenai pilihan imunisasi yang sesuai dengan faktor risiko yang dimiliki dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Baca juga: Sudahkah Anda Rutin Konsumsi Makanan Pencegah Kanker?
Idealnya, skrining dini penyakit kanker harus dijadikan jadwal rutin dalam pemeriksaan kesehatan secara umum. Sebab, pada awal pembentukannya, kanker mungkin tidak menimbulkan gejala yang nyata. Segera periksakan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah ke penyakit kanker dan gejala tersebut tidak juga hilang dalam dua minggu. Terlebih jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker atau memiliki faktor tertentu yang meningkatkan risiko kanker.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya:
    • Jenis kanker apa yang saya miliki?
    • Sudah berada di stadium berapa kanker saya?
    • Apakah saya perlu tes tambahan?
    • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia?
    • Bisakah kanker saya sembuh total?
    • Jika kanker saya tidak dapat disembuhkan, apa yang dapat saya harapkan dari pengobatan yang tersedia?
    • Apa potensi efek samping dari setiap perawatan?
    • Seberapa cepat saya harus memulai perawatan?
    • Bagaimana pengobatan akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari saya?
    • Bisakah saya terus bekerja selama perawatan dilakukan?
    • Apabila saya ada penyakit lain, tapi harus menjalani pengobatan kanker, apa yang harus saya lakukan?
    • Apakah ada pantangan yang harus saya ikuti?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan merokok?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi hepatitis atau HPV?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/20011400002/jenis-kanker-ini-rentan-menyerang-manusia.html
Diakses pada 1 Desember 2021
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/prevention-and-healthy-living/understanding-cancer-risk
Diakses pada 1 Desember 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk
Diakses pada 1 Desember 2021
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer.html
Diakses pada 1 Desember 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588
Diakses pada 1 Desember 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer
Diakses pada 1 Desember 2021
WHO. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf
Diakses pada 1 Desember 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/cancer/article.htm#what_are_cancer_treatment_options
Diakses pada 1 Desember 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325269#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 1 Desember 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/cancer.html
Diakses pada 1 Desember 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
Diakses pada 1 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email