Mata

Perdarahan Subkonjungtiva

15 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Perdarahan Subkonjungtiva
Perdarahan subkonjungtiva ditandai dengan mata kemerahan karena pecahnya pembuluh darah.
Perdarahan subkonjungtiva adalah perdarahan pada mata akibat pecahnya pembuluh darah di bawah lapisan konjungtiva. Konjungtiva merupakan lapisan bening di bawah mata yang memiliki banyak pembuluh darah kecil yang rapuh.Lapisan konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, sehingga darah dari pembuluh darah yang pecah akan terperangkap. Akibatnya, bagian putih mata akan berubah menjadi merah terang.Bercak perdarahan tersebut dapat terlihat menakutkan. Namun perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri.Perdarahan subkonjungtiva tidak membahayakan karena kondisi ini tidak memengaruhi kornea mata. Jadi penglihatan penderita tidak akan terganggu.Dalam satu atau dua minggu, kondisi mata dengan perdarahan subkonjungtiva kemungkinan akan membaik seperti sedia kala. 
Perdarahan Subkonjungtiva
Dokter spesialis Mata
GejalaMata kemerahan
Faktor risikoDiabetes, hipertensi, konsumsi aspirin atau warfarin
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, mengukur tekanan darah
ObatAir mata buatan
Kapan harus ke dokter?Mengalami perdarahan subkonjungtiva disertai nyeri atau gangguan penglihatan
Gejala perdarahan subkonjungtiva umumnya berupa adanya darah atau kemerahan pada bagian putih mata (sklera).Meski tampak seperti perdarahan hebat, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala berupa keluarnya cairan dari mata atau rasa sakit. Bahkan, penglihatan penderita juga tetap normal.Tanpa melihat cermin atau diberi tahu oleh orang lain, penderita mungkin tidak akan menyadari kondisi ini.Hanya saja, selain mata tampak merah, perdarahan subkonjungtiva bisa saja menimbulkan gejala penyerta berupa:
 
Penyebab perdarahan subkonjungtiva umumnya adalah robekan pada pembuluh darah di bawah lapisan konjungtiva. Namun dalang di balik kondisi ini belum diketahui.Para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami perdarahan di bawah lapisan konjungtiva. Faktor-faktor risiko perdarahan subkonjungtiva ini meliputi:
  • Batuk dan bersin yang terlalu kuat dapat menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah pada mata
  • Riwayat hipertensi
  • Penggunaan obat-obatan, terutama obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin
  • Mengidap diabetes
  • Menggosok mata terlalu keras
  • Cedera mata
  • Operasi mata
  • Mata tegang
  • Mengangkat benda berat
  • Gangguan perdarahan
  • Infeksi mata
  • Infeksi terkait demam, seperti influenza dan malaria
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Infeksi akibat parasit
  • Kekurangan vitamin C
  • Muntah yang parah
  • Masuknya benda asing ke mata
 
Untuk memastikan diagnosis perdarahan subkonjungtiva, dokter cukup memeriksa mata kondisi pasien. Pemeriksaan lain pun biasanya tidak diperlukan.Namun jika pasien mengalami perdarahan subkonjungtiva berulang kali (kambuhan), dokter akan melakukan langkah-langkah berikut:
  • Menanyakan kesehatan pasien secara umum dan gejala yang muncul
  • Memeriksa mata secara lebih rinci
  • Mengukur tekanan darah pasien
  • Melakukan tes darah guna memastikan bahwa pasien tidak memiliki kelainan perdarahan yang serius
 
Pengobatan perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak diperlukan. Pasalnya, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya.Semakin besar bercak merah yang muncul, durasi penyembuhan akan semakin lama pula. Apabila mata terasa mengganjal atau tidak nyaman, dokter bisa memberikan obat tetes berisi air mata buatan.Meski tampak seram, orang yang mengalami perdarahan subkonjungtiva dihimbau untuk tidak panik. Dokter akan memberitahukan bahwa perdarahan tersebut dapat meluas selama 24 jam pertama.Setelah itu, ukuran bercak merah di mata akan berkurang perlahan-lahan. Bercak ini lalu berubah warna menjadi kekuningan atau merah muda, sebelum kembali ke warna putih yang normal. Perubahan ini merupakan proses yang normal.Sementara untuk pasien dengan riwayat tekanan darah tinggi, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah tertentu untuk mengendalikan tekanan darahnya.Dokter juga akan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan bagi pasien yang mengalami gangguan perdarahan atau pembekuan darah. 

Komplikasi perdarahan subkonjungtiva

Komplikasi perdarahan subkonjungtiva sangat jarang terjadi. Tetapi bila cedera yang menjadi penyebabnya, dokter mungkin akan mengevaluasi salah satu atau kedua mata pasien.Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan bahwa mata tidak mengalami komplikasi atau cedera mata lain. 
Karena penyebabnya belum diketahui dengan pasti. cara mencegah perdarahan subkonjungtiva juga belum tersedia.Namun Anda bisa menghindari kondisi ini dengan menjauhi hal-hal yang dapat meningkatkan risiko perdarahan di bawah ini:
  • Jangan menggosok mata terlalu keras.
  • Memakai kacamata pelindung saat bepergian atau melakukan aktivitas tertentu, misalnya olahraga.
  • Menghindari konsumsi obat yang bisa meningkatkan risiko perdarahan subkonjungtiva. Diskusikan dengan dokter mengenai hal ini.
 
Jika perdarahan subkonjungtiva disertai dengan nyeri atau gangguan penglihatan, segera konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait perdarahan subkonungtiva?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis perdarahan subkonungtiva agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/subconjunctival-hemorrhage/symptoms-causes/syc-20353826
Diakses pada 25 Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/subconjunctival-hemorrhage
Diakses pada 25 Februari 2019
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/subconjunctival-hemorrhage-treatment
Diakses pada 25 Februari 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/quick-facts-eye-disorders/conjunctival-and-scleral-disorders/subconjunctival-hemorrhage
Diakses pada 25 Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email