Jantung

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)

04 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)
PPCM terjadi pada trimester akhir kehamilan hingga 5 bulan setelah persalinan
Peripartum cardiomyopathy (PPCM) adalah bentuk gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan hingga 5 bulan setelah persalinan. Oleh sebab itu, kondisi ini juga dikenal dengan istilah postpartum cardiomyopathy.Kardiomiopati postpartum  menyebabkan otot jantung melemah dan bilik atau ventrikel bagian kiri jantung membesar sehingga tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan lancar. Hal ini dapat mengakibatkan kegagalan fungsi jantung dan organ vital tubuh lainnya tidak bisa mendapatkan cukup suplai darah.Jika tidak ditangani dengan baik, kardiomiopati postpartum dapat menyebabkan komplikasi yang parah. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), gagal jantung, termasuk di antaranya PPCM, adalah salah satu penyebab masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Diperkirakan, angka kematian ibu akibat kardiomiopati postpartum mencapai 228 per 100.000 kelahiran.Meski begitu, di antara semua jenis kardiomiopati, peripartum cardiomyopathy adalah penyakit yang langka. PPCM juga memiliki tingkat pemulihan yang relatif tinggi. Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar wanita dapat kembali pulih.
Peripartum Cardiomyopathy (PPCM)
Dokter spesialis Kandungan, Jantung
GejalaDetak jantung cepat, mudah lelah, nyeri dada
Faktor risikoMengidap hipertensi, obesitas, diabetes mellitus
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, EKG, ekokardiografi
PengobatanDiet rendah garam, obat-obatan, transplantasi jantung
ObatACE inhibitor, beta bloker, diuretik
KomplikasiGagal jantung yang semakin parah, syok kardiogenik, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala PPCM saat hamil atau setelah melahirkan
Gejala-gejala kardiomiopati postpartum biasanya serupa dengan tanda-tanda gagal jantung pada umumnya.Tanda dan gejala peripartum cardiomyopathy adalah:
  • Detak jantung yang terkadang cepat atau tidak beraturan
  • Berdebar-debar (palpitasi)
  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Cepat lelah ketika melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Nyeri dada
  • Sering buang air kecil di malam hari (nokturia)
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Pembengkakan pada vena leher
  • Tekanan darah rendah
Berdasarkan sistem yang dibuat oleh New York Heart Association (NYHA), tingkat keparahan gejala pada pasien PPCM dapat diklasifikasikan menjadi:
  • Kelas I - Tidak ada gejala yang ditunjukkan
  • Kelas II - Gejala ringan yang muncul ketika melakukan aktivitas berat atau ekstrem
  • Kelas III - Gejala muncul ketika melakukan aktivitas ringan atau kegiatan sehari-hari
  • Kelas IV - Gejala muncul bahkan saat pasien sedang beristirahat
Sampai sekarang, penyebab peripartum cardiomyopathy belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seorang wanita hamil mengalami kardiomiopati postpartum:
  • Mengidap tekanan darah tinggi
  • Mengalami obesitas
  • Menderita diabetes mellitus
  • Pernah mengalami penyakit jantung, seperti miokarditis
  • Mengalami kekurangan gizi (malnutrisi)
  • Pernah beberapa kali hamil
  • Hamil pada usia di atas 30 tahun
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan atau dalam jangka panjang
  • Menderita penyakit autoimun
  • Menderita gangguan hormonal
  • Faktor genetik
  • Keturunan Afrika-Amerika
Diagnosis peripartum cardiomyopathy pertama kali dilakukan dengan menanyakan gejala dan riwayat medis pasien serta keluarga dan keluarga secara mendetail. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan tekanan darah, pengecekan detak jantung, dan kondisi paru melalui stetoskop.Untuk memastikan diagnosis, dokter bisa menganjurkan Anda untuk menjalani salah satu atau beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:
  • Rontgen dada
  • CT scan jantung
  • Elektrokardiogram untuk mengecek kondisi jantung dan mendeteksi perubahan pada aktivitas jantung melalui pemantauan sinyal listrik di jantung.  
  • Scan nuklir jantung untuk melihat keadaan ruangan jantung
  • Ekokardiogram untuk menilai pergerakan jantung dan katup-katup jantung.
  • Angiografi untuk mengetahui kondisi ruang jantung.
Dokter akan menyatakan bahwa Anda mengalami kardiomiopati postpartum (PPCM) apabilla Anda memenuhi beberapa kriteria di bawah ini:
  • Gagal jantung yang terjadi pada bulan terakhir kehamilan atau lima bulan setelah melahirkan.
  • Hasil ekokardiogram menunjukkan fungsi pompa jantung yang menurun dengan fraksi ejeksi kurang dari 45 persen.
  • Tidak ada penyebab lain dari gagal jantung yang ditemukan.
Tujuan pengobatan kardiomiopati postpartum meliputi:
  • Mencegah penumpukan cairan berlebihan, terutama pada paru-paru
  • Membantu pemulihan fungsi jantung semaksimal mungkin
Sebagian besar fungsi jantung pada penderita PPCM bisa pulih dengan konsumsi obat-obatan yang meliputi:

Obat-obatan 

  • Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE-inhibitor)
    ACE-inhibitor akan membantu agar jantung pasien bisa bekerja dengan lebih efisien.
  • Beta blocker
    Beta blocker akan membuat jantung jantung berdetak lebih lambat, sehingga mengurangi beban kerja jantung.
  • Diuretik
    Diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh
  • Digitalis
    Obat jenis ini berfungsi menguatkan fungsi pompa pada jantung.
  • Antikoagulan
    Obat antikoagulan akan mengencerkan darah dan mencegah emboli paru.

Penyesuaian gaya hidup

Dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup berikut pada pasien:
  • Menerapkan pola makan rendah garam.
  • Membatasi asupan cairan.
  • Menimbang berat badan setiap hari untuk mendeteksi ada tidaknya penumpukan cairan sejak dini. Penambahan berat badan 1,5-2 kg atau lebih dalam 1-2 hari mungkin menandakan akumulasi cairan dalam tubuh pasien.
  • Berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Tindakan lanjutan

Selama menjalani penanganan, penderita peripartum cardiomyopathy harus menjalani pemeriksaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Langkah ini bertujuan memantau keefektifan pengobatan yang diberikan.Apabila langkah-langkah penanganan tersebut dinilai tidak efektif atau kondisi pasien memburuk, dokter dapat menganjurkan metode lain. Mulai dari penggunaan ventilator (alat bantu napas) hingga transplantasi jantung.
Karena penyebabnya belum diketahui, pencegahan kardiomiopati postpartum juga tidak pasti.Meski begitu, Anda dapat memiliki kehamilan yang sehat dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan dengan cara:
  • Berhenti merokok
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang
  • Rajin berolahraga
Konsultasi ke dokter tentu harus dijalani dengan saksama ketika Anda sedang hamil maupun telah melahirkan, terutama jika Anda Anda mengalami gejala PPCM.  
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala mulai terasa?
  • Bila ini bukan kehamilan atau persalinan pertama Anda, bagaimana riwayat kehamilan dan melahirkan sebelumnya?
  • Apa saja penyakit yang sedang atau pernah Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko PPCM tertentu, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan lainnya?
  • Bagaimana dengan pola makan Anda?
  • Apa saja obat yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis peripartum cardiomyopathy atau kardiomiopati postpartum agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults/peripartum-cardiomyopathy-ppcm
Diakses pada 24 September 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/peripartum-cardiomyopathy
Diakses pada 24 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/peripartum-cardiomyopathy
Diakses pada 17 Juni 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534770/
Diakses pada 24 September 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2012.pdf
Diakses pada 24 September 2021
British medical journal. https://www.bmj.com/content/364/bmj.k5287
Diakses pada 24 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email