Kulit & Kelamin

Pori-pori Besar

18 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pori-pori Besar
Ukuran pori-pori yang besar dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang.
Pori-pori adalah lubang folikel rambut yang ada pada permukaan kulit. Ukuran pori-pori wajah sebetulnya tidak bisa berubah jadi lebih besar atau mengecil karena ini adalah kondisi genetik.Ukuran pori-pori juga bisa bervariasi antar etnis. Orang Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, atau Korea Selatan memiliki ukuran pori-pori yang relatif lebih kecil dibanding orang berkulit hitam. Namun, pori-pori wajah bisa terlihat besar karena berbagai macam hal. Hal yang jadi penyebab utama pori-pori tampak membesar adalah produksi minyak (sebum) berlebih pada wajah. Seiring dengan bertambahnya usia, ukuran pori-pori juga dapat terlihat membesar.Kondisi ini bukan suatu penyakit. Namun bagi banyak orang, pori-pori yang tampak besar dapat mengganggu penampilan dan memengaruhi kepercayaan diri sehingga mengganggu kualitas hidup.Pria umumnya cenderung lebih sering mengalami kondisi ini ketimbang wanita. Pasalnya,  pria memproduksi lebih banyak hormon testosteron yang dapat memicu produksi sebum (minyak).Pori wajah yang tampak membesar adalah kondisi yang cukup umum. Meski begitu, banyaknya faktor yang dapat memicu kondisi ini menjadi penyebab sulitnya menentukan penanganan yang tepat.
Pori-pori Besar
Dokter spesialis Kulit
GejalaPori-pori tampak membesar pada area T wajah seperti dahi, hidung, dan dagu.
Faktor risikoProduksi minyak yang berlebih, penurunan elastisitas kulit di sekitar pori-pori, yang dapat disebabkan oleh penuaan kulit.
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, microneedling, laser
ObatVitamin A, asam glikolik dan vitamin C.
KomplikasiPenurunan kepercayaan diri, kualitas hidup yang menurun
Kapan harus ke dokter?Saat mengalami gejala yang sudah mengganggu kualitas hidup
Biasanya pori-pori cenderung tampak lebih besar dan jelas pada area T-Zone wajah, yaitu hidung, dahi, dan dagu. Hidung, dahi dan dagu adalah area yang paling rentan memproduksi sebum berlebih sehingga dapat terjebak dalam pori-pori.Pada orang-orang dengan tipe kulit kering, pori-pori juga akan terlihat sangat jelas. terlihat sangat kentara.Selain sebum, pori-pori dapat terisi dengan komedo baik berupa whiteheads atau blackheads yang kemudian membuatnya tampak jadi lebih kentara.Suatu studi mengungkapkan bahwa ukuran pori-pori yang bisa dilihat dengan mata adalah pori-pori yang berukuran 0,1–0,6 mm2. Sedangkan pori-pori yang membesar memiliki ukuran sebesar 0,3-0,6 mm2.
Ada tiga penyebab utama membesarnya pori-pori wajah, antara lain:
  • Produksi minyak yang berlebihan.
  • Penurunan elastisitas kulit di sekitar pori-pori, yang dapat disebabkan oleh penuaan kulit.
  • Penambahan volume folikel rambut (akar rambut).
Selain tiga poin di atas, beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi ukuran pori-pori adalah:
  • JerawatTerutama pada jerawat yang hilang timbul atau menetap. Namun, tingkat keparahan jerawat tidak berpengaruh terhadap ukuran pembesaran pori-pori wajah.
  • Faktor genetikPori-pori besar biasanya dimiliki oleh orang yang lahir dengan kulit tebal dan berminyak.
  • Produk perawatan kulitProduk yang bersifat komedogenik (memicu pertumbuhan komedo), misalnya produk untuk mengurangi kulit berminyak dan jerawat biasanya menjadi pemicu pori-pori membesar.Pemakaian produk-produk ini dapat memicu pengelupasan lapisan atas kulit secara berlebih sehingga kulit menjadi kering.Dalam jangka panjang, kulit justru akan memproduksi sebum berlebih sebagai cara untuk “memperbaiki” kekeringan tersebut. Pada akhirnya, wajah akan kembali berminyak dan malah menyebabkan pori-pori membesar.Produk yang sebaiknya hanya dipakai jangka pendek, di antaranya:-   Toner/astringent.-   Produk scrub wajah.-   Produk berbahan dasar minyak, sehingga dalam memilih produk kecantikan, lebih disarankan yang water-based.
  • Kerusakan kulit oleh karena sinar matahari dan radiasi lainnyaMisalnya pada penuaan kulit, paparan sinar matahari atau radiasi lain pada kulit dapat merusak kolagen dan elastin yang berperan untuk menjaga elastisitas kulit.
  • Kekurangan vitamin AVitamin A dapat membantu mengurangi aktivitas kelenjar minyak yang berlebihan yang berdampak pada pori-pori yang mengecil. Sebaliknya, jika Kekurangan vitamin A, kelenjar minyak bisa terus memproduksi sebum yang mengakibatkan pori-pori membesar
Pori-pori besar bukanlah suatu penyakit. Namun, dokter dapat menanyakan seputar kondisi kulit Anda dan rutinitas perawatan kulit selama ini untuk menilai penyebab pori-pori besar. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap kulit wajah Anda.
Pengobatan untuk pori-pori besar bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Namun karena kondisiini biasanya disebabkan oleh banyak faktor, pengobatannya secara umum ditujukkan untuk mengurangi produksi minyak, meremajakan kulit, dan mengurangi ukuran folikel rambut.Obat luar yang dapat dipakai:
  • Retinoid (vitamin A): merupakan terapi awal, untuk memperbaiki kolagen dan elastin.
  • Tretinoin, isotretinoin, dan tazaroten: berkhasiat tidak hanya untuk menyamarkan pori-pori kulit, namun juga untuk mengurangi kerutan kulit, bercak hitam pada kulit, dan produksi minyak.
  • Asam glikolat dan vitamin C.
  • Obat peeling: bekerja dengan mematikan sel kulit sehingga terjadi regenerasi sel menjadi lebih sehat. Dengan begitu, komponen kulit seperti kolagen dan elastin juga ikut diperbaharui.
Obat minum seperti anti-androgen (anti hormon seks) dapat juga digunakan untuk untuk menurunkan produksi minyak.Selain terapi obat-obatan, terdapat terapi alternatif lain seperti:
  • Microneedling: Metode perawatan pada wajah menggunakan dermaroller (roller dengan jarum-jarum kecil) yang disapukan di wajah menyebabkan tusukan-tusukan kecil yang memicu respon penyembuhan kulit. Hal ini dapat menyamarkan ukuran pori-pori yang besar.
  • Laser, radiofrekuensi, dan ultrasound. Alat tersebut dapat menghantarkan energi panas dan gelombang ultrasound yang dapat memperbaiki kolagen dan menurunkan produksi minyak. Efek samping yang dapat terjadi adalah kulit menjadi kemerahan dan kering. Efek jangka panjangnya belum diketahui. Meskipun beberapa penelitian membuktikan penggunaan alat ini dianggap bermanfaat, namun literaturnya masih kurang karena masih tergolong terapi baru.
  • Terapi menggunakan botulinum toxin atau suntik botox. Metode ini dianggap berguna untuk mengurangi produksi minyak di wajah, sehingga ukuran pori-pori pun dapat terpengaruh. Metode ini dapat dilakukan lewat pengonsumsian obat retinoid atau menggunakan terapi laser.
  • Pencabutan rambut. Metode mencabut rambut dari folikelnya dapat digunakan menggunakan laser, dengan tujuan pori-pori yang besar agar dapat berkurang ukurannya.
Sejumlah cara berikut dapat membantu mencegah pori-pori yang melebar, antara lain:
  • Menghindari pemakaian produk perawatan kulit yang bersifat komedogenik.
  • Memilih pembersih wajah yang tepat. Untuk kulit berminyak, gunakan pembersih gel-based, sedangkan untuk kulit normal sampai kering, gunakan pembersih yang cara membersihkan wajah:
    • Basahi wajah dengan air hangat
    • Oleskan pembersih wajah dan pijat lembut secara memutar
    • Bilas dan keringkan wajah dengan lembut
    • Lakukan pada pagi dan malam hari
  • Mengontrol berat badan untuk mengurangi produksi minyak
  • Memakai pelembap. Salah satu anggapan yang sering ditemui tetapi salah adalah pemakaian pelembap pada wajah berminyak, akan membuat kulit wajahnya terlihat semakin berminyak. Faktanya, pelembap membantu minyak untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam sehingga dapat terdistribusi dengan baik. Minyak yang dapat terdistribusi dengan baik ini tidak akan menumpuk di permukaan kulit sehingga membuat kulit tidak tampak berminyak. Selain itu, tubuh juga akan menerima sinyal bahwa produksi minyak sudah cukup sehingga minyak tidak diproduksi lagi secara berlebihan. Pilihan pelembap yang tepat untuk wajah berminyak adalah pelembap yang ringan dan water-based.
  • Memakai tabir surya minimal SPF 30, 15 menit sebelum beraktivitas di luar.
  • Memperlakukan wajah dengan lembut. Hindari menggaruk, menggosok, memencet wajah karena dapat mengiritasi wajah sehingga membuat pori-pori membesar.
  • Exfoliate dengan memakai produk untuk pengelupasan kulit. Namun frekuensi yang disarankan adalah tidak lebih dari tiga kali dalam satu minggu.
  • Menggunakan clay mask (masker lumpur) untuk daerah wajah yang berminnyak. Masker ini akan menguras kelebihan minyak sehingga tidak menyumbat pori-pori.
  • Membersihkan makeup sebelum tidur.
  • Meminum air yang cukup.
  • Pola makan sehat. Hindari makanan tinggi lemak.
  • Olahraga teratur.
Konsultasikan ke dokter kulit jika Anda memiliki kondisi ini:
  • Mengalami masalah kulit, contohnya jerawat yang membandel
  • Jika Anda sudah mengubah kebiasaan seperti mengganti produk perawatan kulit, memakai tabir surya, pelembap, dan lain-lain namun tidak berhasil membuat pori-pori tampak lebih kecil
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat kebiasaan pemakaian produk perawatan kulit maupun produk perawatan kecantikan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pori-pori besar?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pori-pori besar agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Dermatology. https://www.mdedge.com/sites/default/files/issues/articles/CT098007033.PDF
Diakses pada 11 Oktober 2021
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/skin-care/pores
Diakses pada 11 Oktober 2021
Cosmetic Dermatology. https://www.mdedge.com/sites/default/files/issues/articles/CT098007033.PDF
Diakses pada 11 Oktober 2021
Dermnet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/enlarged-pores/
Diakses pada 11 Oktober 2021
Fiore Aesthetics. https://www.clinicafiore.co.uk/conditions/enlarged-pores
Diakses pada 11 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-get-rid-of-large-pores#ditch-irritants
diakses pada 4 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320775.php
diakses pada 4 Desember 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26918966
Diakses pada 11 Oktober 2021
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/features/minimize-pores#1
diakses pada 4 Desember 2018
Dermatologic Surgery. https://www.researchgate.net/publication/296055644_Facial_Pores_Definition_Causes_and_Treatment_Options
Diakses pada 11 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email