Mata

Presbiopi (Mata Tua)

09 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Presbiopi (Mata Tua)
Presbiopi adalah bagian dari proses penuaan
Presbiopi adalah menurunnya kemampuan mata dalam melihat objek jarak dekat seiring usia. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan proses normal yang terjadi seiring dengan penuaan. Itu sebabnya, presbiopi juga sering disebut juga dengan istilah rabun tua atau mata tua.Gejala presbiopi umumnya mulai terasa saat seseorang memasuki usia 40 tahun. Misalnya, tulisan-tulisan mulai kabur ketika membaca koran atau melihat ponsel sehingga harus menjauhkan objek agar dapat terlihat dengan jelas.

Apa perbedaan presbiopi dan rabun dekat?

Meski sama-sama menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda yang dekat, rabun tua dan rabun dekat (hipermetropi) memiliki perbedaan.Presbiopi merupakan kelainan mata yang terjadi karena penuaan. Itu sebabnya, kondisi ini akan dialami oleh hampir semua orang.Sementara rabun dekat muncul karena adanya kelainan bentuk pada bola mata, yakni saat cahaya yang masuk ke mata dipantulkan di belakang retina. Hipermetropi termasuk kelainan refraksi mata.
Presbiopi (Mata Tua)
Dokter spesialis Mata
GejalaTidak fokus melihat objek jarak dekat, sering pusing dan lelah saat mata melihat dalam jarak dekat, sulit membaca tulisan kecil, sering memicingkan mata
Faktor risikoUsia, konsumsi obat-obatan, alkohol,profesi tertentu.
Metode diagnosisTes ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, tes dilatasi mata 
PengobatanKacamata modifikasi, LASIK
KomplikasiKualitas hidup menurun
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala terutama jika muncul titik-titik hitam di tepi mata, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan
Perubahan pada mata penderita rabun tua umumnya muncul ketika seseorang menginjak usia 40 tahun. Perlahan-lahan kondisinya terus memburuk sampai usia 65 tahun.Perkembangan presbiopi biasanya ditandai dengan gejala-gejala umum di bawah ini:
  • Mudah pusing, sakit kepala, atau mata pegal seusai membaca atau melihat sesuatu pada jarak dekat 
  • Kesulitan membaca tulisan yang berukuran kecil
  • Membutuhkan lampu yang lebih terang tiap membaca jarak dekat
  • Sering menjauhkan objek bacaan agar tulisan bisa terlihat lebih jelas
  • Objek terlihat buram di jarak pandang baca yang normal
  • Memicingkan mata untuk memfokuskan pandangan
Presbiopi (mata tua) terjadi akibat pertambahan usia yang membuat otot lensa mata yang tidak lagi elastis. Normalnya, agar dapat melihat suatu objek, mata akan menangkap pantulan cahaya dari objek tersebut melalui kornea. Setelah itu, cahaya tersebut akan diteruskan ke pupil kemudian menuju lensa mata. Lensa mata terdiri dari berbagai jaringan transparan yang fleksibel dan mudah berubah bentuk ketika memfokuskan cahaya ke retina. Otot-otot yang mengelilingi lensa mata akan membantu lensa menipis ketika melihat objek yang lebih jauh dan menebal ketika melihat objek yang dekat.Selanjutnya, cahaya tersebut akan diterima retina yang kemudian akan dikirimkan ke otak sebagai sinyal yang ditafsirkan menjadi penglihatan. Seiring bertambahnya usia, elastisitas lensa dan otot-otot di sekitarnya mulai berkurang sehingga membuatnya lebih kaku. Akibatnya, kemampuan lensa dalam memfokuskan cahaya dari objek yang berjarak dekat akan terganggu dan objek tersebut akan tampak buram.Baca juga: Ketahui Anatomi Bagian-Bagian Mata Manusia dan Fungsinya

Faktor risiko

Meski mata tua umumnya terjadi di atas 40 tahun, beberapa faktor tertentu dapat menyebabkan kondisi ini terjadi lebih dini (presbiopi prematur). Beberapa faktor tersebut meliputi:
  • Konsumsi obat-obatan, seperti antidepresan, antihistamin, diuretik, antikecemasan, chlorpromazine, serta hidroklorotiazin
  • Konsumsi alkohol
  • Riwayat rabun dekat 
  • Pernah melakukan operasi di bagian dalam mata (intraokular)
  • Profesi tertentu yang menuntut Anda untuk sering melihat objek dari dekat, misalnya pekerja kantor yang sering menggunakan komputer 
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan untuk mengalami presbiopi, terutama kaum hawa yang mengalami menopause dini
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, multiple sclerosis, anemia, myastenia gravis, dan penyakit jantung
  • Mengalami penyakit dekompresi. Kondisi ini sering terjadi pada penyelam atau pendaki gunung 
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
Langkah diagnosis presbiopi atau rabun tua secara umum sama dengan gangguan mata lainnya, yaitu melalui pemeriksaan refraksi dan tes dilatasi mata. Berikut penjelasannya.1. Tes ketajaman penglihatanTes ini dilakukan dengan menggunakan Snellen chart, yaitu papan berisikan huruf-huruf. Mulai dari huruf dengan ukuran besar hingga kecil2. Pemeriksaan refraksiPada pemeriksaan ini, sebuah alat khusus akan digunakan untuk mendeteksi kondisi dan ketajaman penglihatan Anda. Selain mendeteksi presbiopi, prosedur ini bisa sekaligus menilai apakah pasien mengalami mata silinder, rabun dekat, atau rabun jauhAnda dapat diminta membaca huruf, tulisan, maupun angka sambil mencoba menggunakan berbagai ukuran lensa.3. Tes dilatasi mataTeknik diagnosis ini ditempuh untuk memeriksa bagian dalam mata. Tes ini biasanya dianjurkan pada pasien presbiopi yang dicurigai memiliki gangguan mata karena merasa nyeri pada mata atau fungsi penglihatannya telah menurun.Pada pemeriksaan ini, dokter akan meneteskan obat mata agar pupil membesar. Dengan ini, bagian retina dan saraf mata bisa terlihat jelas.Semua orang sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara berkala. Khususnya bagi kalangan dewasa berusia di atas usia 40 tahun. Berikut adalah frekuensi pemeriksaan yang dianjurkan: 
  • Tiap 5-10 tahun bagi yang berusia di bawah 40 tahun.
  • Tiap 2-4 tahun bagi yang berusia 40-54 tahun.
  • Tiap 1-3 tahun bagi yang berusia 55-64 tahun.
  • Tiap 1-2 tahun bagi yang berusia di 65 tahun ke atas.
Sedangkan bagi pengguna kacamata atau lensa kontak, disarankan untuk memeriksakan mata lebih sering. 
Pengobatan presbiopi ditujukan untuk membantu mata melihat lebih nyaman dan jelas ketika melihat objek dari jarak dekat. Beberapa pilihan pengobatan presbiopi di antaranya adalah:

1. Penggunaan kacamata

Penanganan presbiopi yang utama adalah pemakaian kacamata. Meski bisa dibeli secara bebas,  Anda dianjurkan untuk membuat kacamata sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter agar ukuran lensa lebih sesuai.Rabun tua kadang juga bersamaan dengan masalah refraksi lain, seperti mata minus atau silinder.Untuk ini, ada beberapa jenis lensa kacamata yang bisa dijadikan pilihan, antara lain::
  • Bifokal
  • Trifokal
  • Progresif 

2. Lensa kontak

Selain kacamata, lensa kontak sering kali dipilih sebagai alternatif penanganan presbiopi.  Fungsinya kurang lebih sama dengan kacamata, yakni untuk membantu mata agar dapat fokus pada objek jarak dekat. Jenis lensa kontak juga tersedia dalam beberapa pilihan, antara lain:
  • Lensa kontak bifokal yang memungkinkan penggunanya melihat lebih jelas dalam jarak jauh maupun dekat. 
  • Lensa kontak monovision yang biasanya terdiri dari lensa untuk penglihatan jarak jauh di satu mata dan lensa kontak untuk penglihatan jarak dekat di mata lainnya.
Bagi beberapa orang, lensa kontak menawarkan penglihatan lebih jelas dan bidang pandang yang lebih luas daripada kacamata. Namun karena lensa kontak langsung dikenakan pada mata, penggunaanya memerlukan evaluasi dan perawatan khusus. Lensa mata biasanya tidak disarankan untuk digunakan pada pasien yang memiliki kondisi tertentu pada kelopak mata, saluran air mata, atau permukaan mata, seperti mata kering. 

3. Bedah refraktif

Operasi refraktif adalah prosedur pembedahan yang ditujukan untuk mengubah bentuk kornea. Beberapa pilihan metode bedah refraktif yang biasa digunakan untuk menangani rabun tua atau presbiopi di antaranya adalah:
  • Conductive keratoplasty: memperbaiki lengkung kornea dengan energi radiofrekuensi. 
  • Operasi LASIK
  • Operasi LASEK
  • photorefractive keratectomy (PRK)

4. Implan lensa

Prosedur implan lensa dilakukan dengan mengangkat lensa mata dan menggantinya dengan lensa buatan (lensa intraokular). Dengan lensa baru yang berfungsi sebagaimana mestinya, mata dapat melihat lebih jelas. Hanya saja, biasanya pasien tetap membutuhkan kacamata baca. 

5. Inlay kornea

Inlay kornea adalah suatu prosedur untuk mengubah lengkungan kornea yang dilakukan dengan memasukkan cincin atau ring plastik kecil ke dalam kornea. Ring ini berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada kornea sehingga mata bisa melihat objek dari jarak dekat dengan lebih jelas.Baca juga: Pro dan Kontra Prosedur Lasik untuk Rabun Tua

Komplikasi 

Jika presbiopia tidak terdiagnosis atau tidak ditangani dengan baik, penglihatan Anda bisa memburuk secara bertahap. Hal ini bisa mengganggu kualitas hidup Anda.  Anda kemungkinan akan sulit mempertahankan tingkat aktivitas dan produktivitas di tempat kerja ataupun pada kegiatan sehari-hari. Apabila Anda juga mengidap astigmatisme, rabun jauh, atau rabun dekat, presbiopia yang tidak ditangani juga dapat memperparah kondisi tersebut.
Mengingat gangguan mata ini termasuk bagian dari penuaan, tidak ada pencegahan presbiopi. Namun Anda bisa mencegah datangnya presbiopi lebih awal dan mencegahnya berkembang menjadi lebih parah dengan langkah berikut:
  • Praktikkan posisi membaca yang baik di tempat penerangan yang cukup
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan, atau lindungi mata dengan mengenakan kacamata hitam ketika berada di luar. 
  • Menangani penyakit lain yang dapat memengaruhi kondisi mata, contohnya hipertensi dan diabetes.
  • Memakai pelindung mata ketika hendak beraktivitas yang mungkin memicu cedera mata, misalnya mengecat atau mengelas.
  • Memeriksakan kondisi mata secara berkala.
  • Terapkan pola makan yang sehat dengan memakan buah-buahan dan sayuran hijau yang mengandung antioksidan serta vitamin A.
Gunakan kacamata atau lensa kontak sesuai dengan resep dari dokter. Pilihlah klinik mata atau optik yang terpercaya agar lebih terjamin keamanannya.Baca jawaban dokter: Seperti apa makanan yang baik untuk mata sehat?
Berkonsultasilah ke dokter mata apabila Anda mengalami gejala presbiopi. Terutama jika bila Anda memiliki gejala-gejala berikut ini:
  • Muncul titik-titik hitam, lingkaran di tepi cahaya, dan kilatan cahaya pada pandangan.
  • Pandangan yang kabur atau samar-samar.
  • Melihat pandangan ganda.
  • Terjadi kebutaan pada salah satu atau kedua mata.
 Jangan menunda pemeriksaan hingga kondisi mata Anda bertambah parah.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, maupun vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Selain memberikan dukungan moral, mereka juga bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda mengidap gangguan mata lainnya?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Langkah ini akan memastikan diagnosis presbiopi sekaligus membantu dokter untuk menentukan ukuran lensa yang sesuai untuk Anda. 
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-presbyopia
Diakses pada 22 Februari 2022
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/presbyopia/symptoms-causes/syc-20363328
Diakses pada 22 Februari 2022
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-presbyopia-eyes
Diakses pada 13 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/presbyopia
Diakses pada 22 Februari 2022
Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/presbyopia/guide/
Diakses pada 22 Februari 2022
International Journal of Contemporary Medical Research. https://www.ijcmr.com/uploads/7/7/4/6/77464738/ijcmr_2355.pdf
Diakses pada 22 Februari 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email