Penyakit Lainnya

Prolaktinoma

27 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Prolaktinoma
Prolaktinoma adalah tumor non kanker yang terletak di kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis. Tumor ini menyebabkan hipofisis memproduksi terlalu banyak hormon prolaktin.Prolaktinoma merupakan jenis tumor penghasil hormon yang paling umum berkembang di kelenjar pituitari. Efek utama tumor ini adalah penurunan kadar beberapa hormon seks, yakni estrogen pada wanita dan testosteron pada pria.Meski tidak mengancam jiwa, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, infertilitas atau ketidaksuburan, dan masalah lainnya.Pengobatan medis dari kondisi ini biasanya berupa pemberian obat-obatan untuk mengembalikan tingkat prolaktin menjadi normal. Pada sebagian kasus, dokter juga akan melakukan operasi guna mengangkat tumor. 
Prolaktinoma
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit kepala, penglihatan terganggu
Faktor risikoWanita, keturunan, hipotiroidisme
Metode diagnosisTes darah, MRI, tes penglihatan
PengobatanObat-obatan, operasi, terapi radiasi
ObatBromocriptine, cabergoline
KomplikasiKelumpuhan saraf kranial, hidrosefalus, apoplexy
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala prolaktinoma
Gejala prolaktinoma meliputi:

Gejala umum

Selain itu, tanda dan gejala prolaktinoma bisa berbeda untuk wanita dan pria. Berikut penjelasannya.

Gejala pada wanita

  • Haid tidak teratur
  • Jarang menstruasi
  • Gairah seks atau libido yang rendah
  • Hubungan seks yang terasa menyakitkan (akibat vagina kering)
  • Masalah kesuburan
  • Produksi ASI yang abnormal, misalnya pada wanita yang tidak sedang menyusui

Gejala pada pria

 
Hingga kini, penyebab prolaktinoma belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko prolaktinoma tersebut meliputi:
  • Kondisi genetik yang diturunkan, seperti multiple endocrine neoplasia (MEN) tipe 1
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit ginjal (seperti gagal ginjal)
  • Pertumbuhan payudara
  • Jenis kelamin wanita
 
Diagnosis prolaktinoma dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tes darah

Tes darah dapat mendeteksi kelebihan produksi prolaktin dan apakah kadar hormon lain yang dikendalikan oleh hipofisis berada dalam kisaran normal. Wanita dalam usia subur juga akan menjalani tes kehamilan.
  • Pencitraan pada otak

Dokter dapat mendeteksi tumor kelenjar pituitari dengan mendapatkan gambar dari prosedur MRI.
  • Tes penglihatan

Tes ini dapat menentukan ada tidaknya gangguan pada penglihatan pasien akibat prolaktinoma. 
Beberapa cara mengobati prolaktinoma yang biasanya disarankan oleh dokter meliputi:

Konsumsi obat-obatan

Dua jenis obat yang telah terbukti bermanfaat dalam menangani prolaktinoma adalah bromocriptine dan cabergoline. Keduanya berfungsi seperti dopamin dalam menjaga agar kelenjar pituitari tidak terlalu banyak memproduksi hormon prolaktin.

Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat tumor. Prosedur ini hanya dilakukan jika obat-obatan tidak memberikan hasil yang efektif atau pasien tidak bisa mengonsumsinya.Operasi diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf yang mengontrol penglihatan. Jenis pembedahan yang dijalani oleh pasien akan sangat bergantung pada ukuran dan penyebaran tumor.Beberapa pilihan operasi tersebut bisa berupa:
  • Operasi hidung

Sebagian besar pasien akan menjalani operasi pengangkatan tumor melalui rongga hidung yang disebut operasi transsphenoidal.Tingkat komplikasi transsphenoidal tergolong rendah karena tidak ada area lain di otak yang disentuh selama operasi. Operasi ini juga tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat.
  • Operasi transkranial

Jika tumor besar atau telah menyebar ke jaringan otak terdekat, pasien mungkin memerlukan operasi transkranial yang disebut craniotomy. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat tumor melalui bagian atas tengkorak.

Terapi radiasi

Jika obat dan operasi tidak juga ampuh untuk mengobati prolaktinoma. Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani terapi radiasi. 

Komplikasi prolaktinoma

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Kelumpuhan saraf kranial
  • Hidrosefalus
  • Apoplexy atau pendarahan dalam tumor
  • Osteoporosis
  • Komplikasi kehamilan, seperti sakit kepala dan perubahan penglihatan
  • Hilangnya penglihatan
 
Cara mencegah prolaktinoma tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada prolaktinoma. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait prolaktinoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis prolaktinoma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/prolactinoma#casuses
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Mayo Clinic.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prolactinoma/symptoms-causes/syc-20376958
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Stanford Health Care. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/brain-and-nerves/prolactinoma/causes.html
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/124634-overview
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Patient Info. https://patient.info/hormones/prolactinoma
Diakses pada 27 Oktober 2021   
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/prolactinoma-tumor
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email