Penyakit Lainnya

Ptyalism (Hipersalivasi)

26 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ptyalism (Hipersalivasi)
Ptyalism atau hipersalivasi lebih sering dialami oleh ibu hamil, terutama di trimester awal kehamilan.
Ptyalism, atau hipersalivasi, adalah kondisi ketika rongga mulut (kelenjar ludah) memproduksi air liur secara berlebihan hingga menetes keluar (drooling).  Kondisi ini disebut juga dengan sialorrhea.Normalnya, produksi air liur hanya sebanyak 0,75 hingga 1,5 liter per hari. Namun, orang yang mengalami hipersalivasi, air liur bisa mencapai satu atau dua liter per harinya.Air liur memiliki banyak manfaat, seperti membantu proses makan dan menelan, serta mencegah mulut kering. Air liur juga mengandung kalsium, enzim, dan antibakteri untuk membantu melawan kerusakan gigi dan penyakit gusi.Meski begitu, jumlah air liur yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan menjaga kebersihan serta kesehatan mulut dan gigi, atau dalam bersosialisasi. Bahkan dalam salah satu kasus sialorrhea posterior, bukannya ditelan, air liur yang berlebihan dalam mulut dapat masuk ke saluran udara (trakea). Hal ini bisa menyebabkan iritasi paru-paru kronis yang disebut aspirasi.Air liur berlebihan juga dapat terjadi pada bayi. Kondisi ini normal terjadi.Saat bayi menginjak usia 15-36 bulan, produksi air liur ini akan menurun. Akan tetapi, jika pada usia di atas 4 tahun air liur masih sangat banyak, Anda boleh mulai waspada.Ptyalism dapat terjadi pada siapa pun, tapi lebih biasa terjadi pada ibu hamil saat trimester awal atau orang dengan keterbelakangan mental. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung apa yang menjadi penyebabnya.Baca juga: 6 Fungsi Air Liur, Bantu Pencernaan Hingga Memudahkan Berbicara
Ptyalism (Hipersalivasi)
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Umum, Gigi
GejalaDrooling, bibir kering, bau mulut, dehidrasi, gangguan bicara
Faktor risikoIbu hamil, mengalami penyakit atau kelainan neuromuskular, mengalami keterbelakangan mental
Metode diagnosisPemeriksaan fisik meliputi kondisi mulut, postur kepala, dan pergerakan lidah
PengobatanMengurangi porsi makan, sering sikat gigi dan kumur kumur, lebih sering minum air
ObatObat-obatan yang diminum seperti glikopirolat, atau suntikan botox pada kelenjar air liur
KomplikasiIritasi kulit, tersedak, air liur masuk ke aliran pernapasan
Kapan harus ke dokter?Apabila produksi air liur berlebih yang dialami tidak kunjung menurun
Ptyalism atau hipersalivasi sebenarnya bukanlah penyakit. Air liur berlebihan merupakan gejala dari penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.Meski begitu, orang yang mengalami ptyalism umumnya mengalami gejala-gejala berikut:
  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Kulit di sekitar rongga mulut menjadi rusak dan lebih lembek.
  • Infeksi yang muncul di kulit sekitar rongga mulut.
  • Bau mulut.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan bicara.
  • Pneumonia.
  • Indra perasa menjadi terganggu.
Baca jawaban dokter: Apa penyebab bayi mengeluarkan air liur sangat banyak?
Secara garis besar, terdapat tiga kategori yang dapat menjadi penyebab air liur berlebihan, antara lain:

1. Kondisi yang menyebabkan air liur berlebih

Sejumlah kondisi berikut dapat menjadi pemicu atau trigger yang membuat kelenjar ludah memproduksi air liur berlebih, yaitu:
  • Kehamilan. Kehamilan menyebabkan perubahan hormon, termasuk hormon ptialin dalam air liur.
  • Morning sickness atau rasa mual dan seringnya muntah saat pagi hari ketika hamil. Rasa mual sering kali membuat ibu hamil lebih jarang menelan, sehingga air liur menumpuk dalam mulut. Kondisi ini dinamakan ptyalism gravidarum.
  • Infeksi pada area sinus (sinusitis), tenggorokan, atau tonsil.
  • Terpapar racun, seperti dari memakan jamur beracun atau karena gigitan binatang beracun.
  • Pemasangan gigi palsu
  • Sariawan, peradangan, atau rasa sakit dalam mulut
  • Kondisi mulut kurang bersih
  • Infeksi parah seperti rabies atau TBC
  • Heartburn, yakni rasa perih atau panas di daerah ulu hati akibat kenaikan asam lambung (reflux)
  • Efek samping obat tertentu, seperti clozapine, lithium, atau obat penenang.
    Pada umumnya, ptyalism yang terjadi akibat berbagai pemicu di atas hanyalah bersifat sementara. Perubahan hormon, heartburn, dan morning sickness yang dialami ibu hamil akan mereda setelah melewati masa trimester awal.Pemicu berupa infeksi, racun, dan sariawan biasanya akan membaik setelah diobati. Efek samping obat-obatan yang menyebabkan ptyalism pun akan menghilang seiring pengobatan dihentikan. Sementara ptyalism yang terjadi akibat kondisi mulut yang kurang bersih bisa ditanggulangi dengan lebih sering menyikat gigi dan membersihkan mulut.

2. Gangguan menelan

Beberapa penyakit dan kondisi tertentu dapat mengakibatkan gangguan menelan yang memicu pengeluaran cairan dari mulut, termasuk ke dalamnya adalah:
  • Down syndrome
  • Autisme
  • Kegagalan respons pancaindra, sehingga tidak sadar air liur sudah menumpuk hingga meneteskan ludah.
  • Saluran hidung tersumbat
  • Jajaran gigi tidak rapi
  • Ukuran lidah terlalu besar (macroglossia)
Ptyalism yang diakibatkan oleh terhalangnya saluran hidung dan tidak rapinya jajaran gigi bisa mereda setelah kondisi tersebut diobati. Sedangkan penyebab yang berhubungan dengan keterbelakangan mental seperti down syndrome dan autism sifatnya permanen.

3. Kesulitan menutup mulut

Kondisi lain yang dapat menyebabkan hipersalivasi adalah adanya kesulitan untuk menutup mulut. Mulut yang sulit terbuka membuat Anda sulit menelan. Akibatnya, air liur dalam mulut menjadi tidak terkendali.Hal-hal yang menyebabkan kondisi ini antara lain:
Ptyalism akibat berbagai penyakit-penyakit saraf dan otot (neuromuscular) termasuk kronis dan bersifat permanen. Produksi air liur berlebih akibat patah tulang rahang dan kelainan posisi kepala dan leher akan terus terjadi selama kondisi tersebut tidak ditangani.Baca juga: 4 Penyebab Air Liur Berlebihan Saat Hamil
Tujuan utama mendiagnosis produksi air liur berlebih adalah untuk mengetahui gangguan kesehatan atau kondisi yang menjadi penyebabnya. Diagnosis ini penting karena beberapa penyebab hipersalivasi bisa sangat membahayakan. Untuk mendiagnosis ptyalism, dokter akan melakukan pemeriksaan pada:
  • Rongga mulut, gigi, dan jaringan kulit di sekitarnya.
  • Kontrol lidah, kemampuan menelan, dan stabilitas rahang.
  • Tonsil dan jalur pernapasan.
  • Kondisi emosional.
  • Postur kepala, pemeriksaan untuk melihat tanda-tanda dehidrasi, dan kondisi lapar.
  • Jenis obat-obatan yang dikonsumsi.
Selain itu, dokter juga akan melakukan evaluasi yang lebih spesifik, yakni untuk mengetahui:
  • Kapan dan bagaimana ptyalism terjadi.
  • Seberapa banyak volume air liur yang dihasilkan.
  • Apakah produksi air liur berlebih terjadi secara konstan atau berselang.
Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut berfungsi untuk benar-benar memastikan apa yang menyebabkan ptyalism. Apabila penyebabnya sudah diketahui, tindakan penanganan yang akan dianjurkan dokter didasari dari faktor-faktor berikut:
  • Tingkat keparahan dan komplikasi ptyalism
  • Usia dan kondisi mental penderita
  • Kronis atau tidaknya ptyalism yang dialami
  • Ada atau tidaknya gangguan neurologis pada penderita 
Tindakan yang bisa dilakukan untuk menanggulangi ptyalism bergantung dari penyebab dan keparahannya. Jika masih ringan, jumlah air liur yang berlebihan umumnya tidak memerlukan perawatan khusus.Akan tetapi, ada beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala, antara lain:

1. Penyesuaian gaya hidup

  • Makan dalam porsi sedikit tapi lebih sering. Disarankan untuk menghindari makanan yang bertepung atau berbahan dasar tepung seperti roti, pasta, dan gandum, karena butuh banyak air liur untuk mencernanya.
  • Sikat gigi dan kumur menggunakan obat kumur beberapa kali sehari.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula, atau mengisap permen tanpa gula untuk membantu menelan air liur.
  • Lebih sering minum air.

2. Obat-obatan

Pada kondisi yang lebih lanjut dan memerlukan perawatan, tindakan yang diberikan bisa berupa pemberian obat-obatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.Sementara untuk mengatasi produksi air liur berlebihan dokter biasanya akan meresepkan obat seperti glikopirolat. Obat ini bekerja dengan menghentikan kerja saraf di kelenjar ludah, sehingga produksi air liur dapat berkurang.Hanya saja, obat ini memiliki efek samping menyebabkan mulut kering, konstipasi, sulit buang air kecil, gangguan penglihatan, perubahan perilaku menjadi hiperaktif, dan menjadi mudah marah.

3. Suntik botox

Untuk kondisi ptyalism permanen, obat lain yang diberikan bisa berupa suntikan botox pada kelenjar air liur. Akan tetapi, kesembuhannya hanya sementara.

4. Terapi

Beberapa terapi juga dapat diberikan untuk membantu memperbaiki postur dan pengendalian pergerakan kepala. Penderita pun umumnya akan diajari bagaimana menutup mulut, menelan, dan mengendalikan lidah.

5. Operasi

Apabila kondisi ptyalism sudah benar-benar kronis atau jika penderita tidak dapat menerima efek samping dari obat-obatan, tindakan yang bisa dilakukan adalah operasi pada kelenjar air liur. Tujuan operasi ini berfokus pada penurunan produksi air liur atau memindahkan saluran air liur guna mempermudah proses menelan. 

Komplikasi

Kelebihan air liur dalam mulut dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berupa:
  • Kesulitan makan dan berbicara
  • Iritasi di kulit sekitar mulut
  • Tersedak ketika berbicara dan beraktivitas
  • Masuk ke saluran pernapasan yang bisa menjadi pemicu pneumonia
  • Bau mulut
  • Risiko dehidrasi
Adanya ludah yang berlebihan bisa membuat penderita dan orang-orang di sekitarnya menjadi tidak nyaman. Hal ini dapat mengganggu kondisi psikis pasien, sehingga bisa menyebabkan rasa cemas dan menurunkan rasa percaya diri.
Cara mencegah ptyalism adalah dengan mencegah penyebab-penyebabnya. Hindari hal-hal yang dapat memicu iritasi atau infeksi pada daerah mulut dan pencernaan.Menjaga kebersihan gigi dan mulut pun sangat penting, seperti rajin menyikat gigi, berkumur kumur, dan meminum air yang cukup.
Beberapa kasus air liur berlebih, seperti yang disebabkan oleh kehamilan dan cedera ringan, kondisi ini dapat berhenti dengan sendirinya tanpa penanganan dari dokter. Hanya saja apabila gejala tidak kunjung sembuh atau dicurigai disebabkan oleh penyakit lain, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ptyalism?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ptyalism agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
NCT. https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/excessive-saliva-pregnancy
Diakses pada 15 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318728.php
Diakses pada 15 Oktober 2021
https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/ptyalism
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/hypersalivation
Diakses pada 30 Mei 2019
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2004/0601/p2628.html
Diakses pada 15 Oktober 2021

Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/excessive-saliva-during-pregnancy_9454
Diakses pada 15 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email