Penyakit Lainnya

Purpura Trombositopenia Imun

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Purpura Trombositopenia Imun
Pada penyakit ITP, sistem imun menghambat produksi trombosit
Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) atau purpura trombositopenia imun adalah kondisi di mana kurangnya kadar trombosit dalam darah (trombositopenia). Kondisi ini terjadi meski sumsum tulang normal dan tidak ada penyebab lain trombositopenia.Penyakit ini memiliki dua sindrom klinis berbeda, yaitu yang bermanifestasi sebagai kondisi akut pada anak-anak dan kondisi kronik pada orang dewasa. Penderita ITP seringkali memiliki memar ungu (purpura) di kulit atau membran lendir di mulut.Memar tersebut muncul berupa titik merah atau ungu pada kulit yang disebut petekie (petechiae). Petekie sering terlihat seperti ruam. 
Purpura Trombositopenia Imun
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSiklus haid tidak normal, perdarahan sampai kulit, mudah memar
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes antibodi trombosit
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatSteroid, danazol
KomplikasiPerdarahan
Kapan harus ke dokter?Mengalami perdarahan hebat atau gejala purpura trombositopenia imun
Secara umum, gejala purpura trombositopenia imun meliputi:
  • Siklus menstruasi pada wanita yang tidak normal
  • Perdarahan sampai kulit, seringkali disekitar tulang kering, yang menyebabkan ruam kulit yang terlihat seperti titik merah
  • Mudah memar
  • Mimisan atau pendarahan di mulut
 
Penyebab purpura trombositopenia imun adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang trombosit. Karena itu, kondisi ini termasuk penyakit autoimun.Pada penderita penyakit ini, sistem imun memproduksi antibodi yang merusak trombosit melalui penghancuran yang menurunkan jumlah trombosit. Sistem imun juga menghambat sel-sel yang bertanggung jawab untuk produksi trombosit normal sehingga jumlah trombosit menurun.Pada anak-anak, ITP akut terjadi setelah terjadi infeksi virus. Sementara pada orang dewasa, penyakit ITP biasanya terjadi seiring berjalannya waktu. 
Untuk melakukan diagnosis purpura trombositopenia imun, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi.Selain itu, beberapa pemeriksaan ini mungkin akan dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis:
  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal, tergantung dari gejalanya.
  • Tes antibodi trombosit

Pemeriksaan antibodi trombosit juga dapat direkomendasikan untuk mengetahui penyakit ini.
  • Apusan darah tepi dan pemeriksaan sumsum tulang

Dokter juga dapat melakukan apusan darah tepi dan pemeriksaan sumsum tulang untuk mengevaluasi penyakit lain selain ITP. 
Pada anak, penyakit biasanya sembuh tanpa memerlukan tindakan medis. Namun, beberapa anak mungkin membutuhkan pengobatan purpura trombositopenia imun.Pengobatan untuk orang dewasa dapat menggunakan steroid. Pada beberapa kasus, pasien akan disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan limpa. Hal ini akan meningkatkan jumlah trombosit pada sebagian orang.Pengobatan lain yang mungkin disarankan termasuk:
  • Danazol (obat minum)
  • Gamma globulin (faktor imun)
  • Obat untuk menekan sistem imun
  • Anti RhD terapi untuk orang dengan tipe darah tertentu
  • Obat yang menstimulasi sumsum tulang belakang untuk memproduksi trombosit
Penderita kondisi ini tidak boleh mengonsumsi aspirin, ibuprofen, atau warfarin karena obat ini mengganggu fungsi trombosit, pembekuan darah, dan dapat terjadi pendarahan. 

Komplikasi purpura trombositopenia imun

Komplikasi ITP yang paling berbahaya adalah perdarahan, terutama pada otak yang dapat berakibat fatal. Namun biasanya, perdarahan serius jarang terjadi.Pengobatan untuk ITP juga memiliki risiko sendiri. Berikut contohnya:
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan efek samping serius, seperti osteoporosis, katarak, kehilangan massa otot, peningkatan risiko infeksi, serta diabetes
  • Operasi pengangkatan limpa dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan penyakit serius
 
Hingga kini, cara mencegah purpura trombositopenia imun belum tersedia. 
Sebaiknya segera ke dokter atau rumah sakit jika Anda mengalami pendarahan hebat atau ketika merasakan gejala dari penyakit ini. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait purpura trombositopenia imun?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis purpura trombositopenia imun agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/idiopathic-thrombocytopenic-purpura-itp
Diakses pada 29 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000535.htm
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/idiopathic-thrombocytopenic-purpura
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email