Perut

Pusar Berair

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pusar Berair
Tak jarang pusar berair disertai dengan munculnya bau yang tidak sedap
Pusar berair dapat terjadi akibat adanya kuman yang terperangkap dalam rongga pusar. Kondisi ini dapat dipicu oleh kebersihan pusar yang kurang baik ataupun sebagai komplikasi dari penyakit dan tindakan medis tertentu.Banyaknya kuman di dalam pusar pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya infeksi yang memicu keluarnya cairan dari lubang pusar. Cairan tersebut dapat memiliki warna yang berbeda, bisa bening, kuning atau cairan merah yang disertai darah.Bahkan, di kasus-kasus tertentu, dapat terjadi juga pusar bernanah. Tak jarang pusar berair ini disertai dengan munculnya bau yang tidak sedap.Kondisi pusar berair tentu dapat berbeda pada tiap orang, tergantung penyebabnya. Masing-masing penyebab membutuhkan perawatan khusus yang mungkin berbeda pula. Oleh karena itu, mengetahui penyebabnya adalah langkah utama dalam mendapatkan pengobatan pusar berair yang paling tepat.

1. Infeksi bakteri

Tidak menjaga kebersihan pusar dengan baik dapat mengarah pada menumpuknya bakteri di pusar. Meski sebenarnya, di dalam pusar sendiri memang secara alami ditumbuhi oleh bermacam bakteri.Suatu penelitian bahkan pernah meneliti bahwa terdapat hingga 67 jenis bakteri berbeda yang bersemayam di area pusar manusia. Walau begitu, apabila tidak dibersihkan dengan baik, berbagai bakteri tersebut dapat terperangkap dan menyebabkan terjadinya infeksi di pusar yang mengakibatkan keluarnya cairan.Selain faktor kebersihan, hal lain yang cukup umum menyebabkan infeksi bakteri adalah tindik pusar. Luka terbuka seperti tindik adalah cara ideal bagi bakteri untuk masuk ke bawah kulit dan menyebabkan infeksi.

2. Kandidiasis

Selain bakteri, infeksi jamur atau kandidiasis juga dapat menyebabkan pusar berair. Biasanya jenis jamur yang menjadi penyebab dari kondisi ini adalah Candida albicans. Jamur ini sering ditemukan pada kulit di area lembap seperti ketiak, selangkangan dan pusar yang tidak dijaga tetap bersih dan kering.Gejala yang muncul dari infeksi jamur dapat sedikit berbeda. Selain munculnya cairan pada pusar, terkadang juga timbul ruam di dalam dan di sekitar area pusar. Ruam tersebut biasanya terasa gatal dan memerah. Selain itu, cairan yang keluar dari pusar juga lebih kental dan berwarna putih alih-alih bening.

3. Efek samping operasi

Sejumlah operasi yang berhubungan dengan perut seperti operasi perbaikan hernia atau operasi perut dapat memberikan efek samping berupa pusar bocor atau berair. Tak jarang pusar bernanah juga disebabkan oleh kondisi ini.Mengalirnya nanah dari pusar sehabis menjalani operasi menandakan adanya infeksi internal yang membutuhkan perawatan dengan segera.

4. Kista urachal

Kista urachal adalah kista yang terbentuk di urachus, yakni jaringan yang menghubungkan pusar dan saluran kemih. Umumnya, kondisi ini terjadi pada janin yang masih berada di dalam rahim ibu.Kista tersebut dapat terbentuk karena urachus yang seharusnya menutup sebelum bayi dilahirkan, gagal tertutup dengan sempurna. Keberadaan kista di urachus ini dapat memicu terjadinya infeksi. Gejala umum yang ditimbulkan dari infeksi tersebut adalah adanya cairan keruh, bahkan darah yang mengalir dari pusar.

5. Diabetes

Seseorang yang menderita diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami pusar berair. Hal ini disebabkan karena tingginya gula darah dapat membuat seseorang lebih rentan terkena infeksi jamur Candida.Jamur tersebut kemudian dapat menyebar di dalam tubuh dan kulit termasuk di area pusar.

6. Kista epidermoid

Kista epidermoid adalah kista non-kanker pada kulit yang terbentuk dari folikel rambut. Kista epidermoid sering kali ditemukan pada alat kelamin, dada dan punggung, tetapi juga dapat muncul di area lain pada kulit, termasuk kulit pusar.Rongga dari kista epidermoid umumnya berisi keratin, sejenis protein yang biasanya ditemukan di kuku, rambut, dan kulit. Apabila kista terinfeksi, maka cairan kental berwarna kuning yang berbau busuk akan keluar dari kista tersebut. Pada beberapa kasus, kista juga dapat membengkak dan mengeluarkan cairan berwarna merah.
Segera hubungi dokter saat pusar Anda mengeluarkan cairan, terlebih jika disertai gejala lain berupa:
  • Demam
  • Nyeri atau kesulitan buang air kecil
  • Otot perut sakit
  • Kemerahan di area pusar
  • Rasa nyeri dan tidak nyaman ketika pusar disentuh atau ditekan
Public Library of Science. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0047712
Diakses pada 7 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/belly-button-discharge#treatment
Diakses pada 7 Juli 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706#takeaway
Diakses pada 7 Juli 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/belly_button/article.htm
Diakses pada 7 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email