Mata

Rabun Dekat

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Rabun Dekat
Rabun dekat biasanya terjadi sejak lahir dan diwariskan dalam keluarga
Rabun dekat adalah kondisi penglihatan dimana Anda dapat melihat objek yang jaraknya jauh dengan jelas, tetapi objek yang jaraknya dekat dengan Anda malah terlihat buram. Rabun dekat biasanya terjadi sejak lahir dan diwariskan dalam keluarga. Menurut WHO, diperkirakan bahwa lebih dari 285 juta orang di dunia memiliki gangguan penglihatan dan bahwa 42% dari mereka adalah karena kesalahan refraksi yang tidak dikoreksi.Pada anak-anak, mereka tetap bisa melihat dengan baik benda yang dekat maupun yang jauh jika kondisi gangguan ini masih ringan atau sedang. Hal ini terjadi karena anak-anak akan menyipitkan mata mereka dengan sangat baik sehingga rabun dekat seolah tidak ada.Pada penderita rabun dekat bayangan benda yang letaknya dekat jatuh di belakang. Seorang penderita rabun dekat tidak dapat melihat benda yang berada pada jarak yang dekat. 
Rabun Dekat
Dokter spesialis Mata
GejalaObjek dekat nampak buram, perlu menyipitkan mata untuk melihat jelas, sering mengalami mata lelah
Faktor risikoKeturunan
Metode diagnosisPemeriksaan mata
PengobatanKacamata, lensa kontak, operasi
KomplikasiMata juling, kualitas hidup menurun, ketegangan mata
Kapan harus ke dokter?Mengalami kehilangan penglihatan pada satu mata yang tiba-tiba dengan/atau tanpa rasa sakit, pandangan kabur, penglihatan ganda, ada kilatan cahaya, bintik hitam, atau lingkaran cahaya di sekitar lampu
Secara umum, gejala rabun dekat meliputi:
  • Objek yang jaraknya dekat nampak buram
  • Anda perlu menyipitkan mata untuk dapat melihat dengan jelas
  • Anda sering mengalami kelelahan mata, termasuk rasa mata terbakar dan sakit di area sekitar mata
  • Anda merasa pusing setelah melakukan kegiatan jarak dekat dengan waktu yang agak lama seperti membaca, menulis, bekerja dengan menggunakan komputer, atau menggambar
 
Penyebab rabun dekat adalah ketika cahaya yang masuk ke mata terfokus di belakang retina. Kondisi ini terjadi karena kornea mata terlalu datar atau kurang melengkung, lensa mata yang kurang tebal, atau bola mata terlalu pendek.Sementara faktor risiko rabun dekat yang paling utama adalah memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa. Namun etnis tertentu dan ibu hamil yang merokok juga diduga sebagai faktor risikonya. 
Diagnosis rabun dekat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mata dasar, yang meliputi penilaian refraksi dan pemeriksaan kesehatan mata. Penilaian refraksi menentukan jika Anda memiliki masalah penglihatan seperti rabun dekat atau rabun jauh, astigmatisme, atau presbiopia.Dokter akan menggunakan berbagai instrumen dan meminta Anda untuk melihat melalui beberapa lensa untuk menguji jarak dan penglihatan jarak dekat Anda. Dokter mata juga mungkin akan memberikan obat tetes di mata Anda untuk melebarkan pupil agar bisa memeriksa kesehatan mata.Hal ini dapat membuat mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya selama beberapa jam setelah pemeriksaan. Pembesaran pupil mata memungkinkan dokter Anda untuk melihat mata Anda dengan lebih luas.  
Pengobatan rabun dekat dilakukan untuk membantu memfokuskan cahaya pada retina melalui penggunaan lensa korektif atau pembedahan refraktif. Mengenakan lensa resep mengobati rabun dekat dengan menangkal penurunan kelengkungan kornea Anda atau panjang yang lebih kecil dari mata Anda. Jenis lensa resep termasuk kacamata dan lensa kontak.Cara mengobati mata rabun dekat lainnya adalah dengan melakukan bedah refraktif. Bedah refraktif mengurangi kebutuhan kacamata dan lensa kontak. Ahli bedah mata menggunakan sinar laser untuk membentuk kembali kornea. Yang termasuk bedah refraktif adalah LASIK, LASEK, dan PRK.   

Komplikasi rabun dekat

Komplikasi rabun dekat bisa terjadi yang biasanya terkait dengan beberapa kondisi berikut:
  • Mata juling

Beberapa anak yang menderita rabun dekat juga mungkin mengalami mata juling.
  • Kualitas hidup yang menurun

Memiliki rabun dekat bisa membuat seseorang tidak optimal dalam melakukan sesuatu. Hal ini terjadi terutama ketika penyakit ini tidak dapat dikoreksi. Penglihatan terbatas juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Ketegangan mata

Jika tidak dikoreksi dengan baik, rabun dekat akan membuat mata mengalami ketegangan. Selain itu, menyipitkan mata bisa juga membuat mata mudah lelah dan sakit kepala.
  • Keamanan yang terganggu

Jika tidak diatasi dengan baik, kurangnya penglihatan bisa membuat keselamatan Anda dan orang lain terganggu. Kondisi ini bisa serius jika penderita menyetir atau mengoperasikan alat berat.
  • Beban keuangan

Kondisi ini mungkin akan membuat pengeluaran Anda bertambah. Sebab, biaya untuk membeli lensa, pemeriksaan mata, dan perawatan medis tidak sedikit. Apalagi jika rabun dekat yang diderita sudah kronis. 
Cara mencegah rabun dekat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Sering memeriksa kesehatan mata
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi karena dapat memengaruhi penglihatan Anda jika Anda tidak menerima perawatan yang tepat
  • Melindungi mata dari sinar matahari
  • Mencegah cedera mata
  • Makan makanan sehat
  • Tidak merokok
  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat
  • Menggunakan penerangan yang cukup
  • Mengurangi ketegangan mata dengan cara tidak melihat layar komputer secara terus-menerus
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika pernah mengalami gejala-gejala seperti:
  • Tiba-tiba kehilangan penglihatan pada satu mata dengan atau tanpa rasa sakit
  • Penglihatan kabur atau buram tiba-tiba
  • Penglihatan ganda
  • Anda melihat kilatan cahaya, bintik-bintik hitam atau lingkaran cahaya di sekitar lampu
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rabun dekat?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rabun dekat agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/symptoms-causes/syc-20372495 
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/farsightedness 
Diakses pada 29 September 2021
WHO. http://www.who.int/blindness/causes/priority/en/index4.html
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email