Penyakit Lainnya

Retinopati Diabetik

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Retinopati Diabetik
Risiko seseorang terkena retinopati diabetik akan meningkat jika mengidap hipertensi
Retinopati diabetik adalah bentuk komplikasi diabetes yang memengaruhi mata. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah dari jaringan yang peka terhadap cahaya di bagian belakang mata (retina).Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja yang memiliki penyakit diabetes tipe 1 atau tipe 2. Semakin lama Anda mengidap penyakit diabetes dan semakin kurang terkontrolnya gula darah Anda, makin besar kemungkinan munculnya penyakit yang merupakan komplikasi pada mata ini. Hiperteni akan semakin memperburuk kondisi retinopati.Jika mengalami kondisi ini, risiko kehilangan penglihatan terhitung tinggi. Bahkan, meski kondisi ini diawali dengan gangguan penglihatan berskala ringan. 
Retinopati Diabetik
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Mata
GejalaFloaters, pandangan kabur, penglihatan yang berubah-ubah
Faktor risikoDiabetes yang tidak terkendali, hipertensi
Metode diagnosisDilated eye exam, pemeriksaan fisik, tes penglihatan
PengobatanFotokoagulasi laser, operasi, menyuntikkan obat ke mata
KomplikasiPerdarahan vitreus, ablasi retina, glaukoma
Kapan harus ke dokter?Menderita diabetes dalam jangka waktu yang lama
Anda mungkin tidak mengalami gejala apapun pada tahap awal penyakit retinopati diabetik. Namun jika penyakit tersebut semakin berkembang pada mata Anda, gejala-gejala yang mungkin akan Anda alami adalah:
  • Terdapat bintik-bintik gelap yang melayang pada penglihatan Anda (floaters)
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Penglihatan yang berubah-ubah
  • Memiliki gangguan saat melihat warna
  • Terdapat area gelap atau kosong dalam penglihatan Anda
  • Hilangnya penglihatan
 
Penyebab retinopati diabetik adalah tingginya kadar gula dalam darah dalam jangka panjang. Kelebihan gula merusak pembuluh darah yang memasok darah ke retina mata.Meski semua penderita kencing manis berpotensi terkena penyakit ini, beberapa faktor risiko retinopati diabetik di bawah ini diduga bisa meningkatkan kemungkinannya:
  • Sudah menderita diabetes dalam waktu yang lama
  • Kesulitan mengendalikan kadar gula darah
  • Memiliki hipertensi
  • Menderita kolesterol tinggi
  • Sedang hamil
  • Merokok
  • Keturunan Afrika, Hispanik, atau Indian
 
Dokter mata melakukan diagnosis retinopati diabetik dengan dilated eye exam secara komprehensif. Untuk melakukan pemeriksaan ini, mata Anda akan diberi obat tetes mata untuk melebarkan pupil agar dokter mata dapat lebih mudah memeriksa mata Anda.Selama pemeriksaan fisik, dokter mata akan mencari beberapa tanda berikut:
  • Pembuluh darah abnormal
  • Pembengkakkan, pendarahan atau lemak di retina mata,
  • Pertumbuhan pembuluh darah baru dan jaringan bekas luka
  • Pendarahan di dalam vitreous
  • Adanya ablasi retina
  • Kelainan pada saraf optik
Sebagai pemeriksaan tambahan, dokter mata juga mungkin akan mengecek penglihatan Anda, mengukur tekanan mata Anda untuk pemeriksaan glaukoma, dan mencari jika ada tanda-tanda katarak.   
Dokter mata mungkin akan merekomendasikan fotokoagulasi laser, yaitu sebuah prosedur untuk menghancurkan pembuluh darah yang bocor pada retina mata. Prosedur ini tidak menyakitkan, tapi Anda mungkin akan mengalami kesulitan saat melihat warna atau saat melihat di malam hari.Pengobatan untuk retinopati diabetik yang lebih kronis adalah dengan laser, penyuntikkan obat ke dalam mata, dan melakukan operasi untuk menghilangkan pendarahan atau jaringan bekas luka dari mata Anda. 

Komplikasi retinopati diabetik

Bila tidak ditangani dengan segera, penyakit ini bisa memicu komplikasi yang meliputi:
  • Pendarahan vitreus jika pertumbuhan pembuluh darah baru sudah parah
  • Ablasi retina
  • Glaukoma
  • Kebutaan
 
Beberapa cara mencegah retinopati diabetik yang bisa dilakukan meliputi:
  • Mengontrol penyakit diabetes
  • Memantau kadar gula darah
  • Melakukan tes hemoglobin glikosilasi
  • Menjaga tekanan darah dan kolesterol agar tetap normal
  • Berhenti merokok
  • Segera berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda menyadari ada perubahan penglihatan
 
Jika Anda memiliki penyakit diabetes, sebaiknya Anda menemui dokter mata setahun sekali untuk mengecek mata Anda walaupun penglihatan Anda nampaknya baik-baik saja.Kehamilan dapat memperburuk retinopati diabetik, jadi jika Anda hamil, dokter mata Anda mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan mata tambahan selama kehamilan Anda.  
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait retinopati diabetik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis retinopati diabetik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/retinopathy
Diakses pada 29 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/symptoms-
causes/syc-20371611
Diakses pada 29 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/diabetic-retinopathy/
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/diabetic-retinopathy#2
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email