Mata

Selulitis Orbita

07 Dec 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Selulitis Orbita
Selulitis orbita adalah infeksi pada otot dan jaringan lemak di rongga mata yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Jika tidak segera diobati, selulitis orbita dapat menyebabkan kebutaan dan hingga kondisi yang mengancam nyawa.Selulitis dapat dialami oleh berbagai kalangan usia, tapi paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 9 tahun. Ini karena anak-anak memiliki sistem imun yang lebih lemah sehingga gejala yang dialami bisa lebih berat.Baca juga: Ketahui Anatomi Bagian-Bagian Mata Manusia dan Fungsinya
Selulitis Orbita
Dokter spesialis Mata
GejalaMata menonjol, bengkak dan nyeri, sakit kepala, kesulitan membuka mata
Faktor risikoMenderita sinusitis, pernah digigit serangga di area mata, pernah menjalani operasi mata
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiKebutaan, gangguan pendengaran, sepsis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala
Selulitis orbita menyebabkan peradangan yang dapat mendorong mata keluar dari rongganya (proptosis). Akibatnya, seseorang yang mengalami selulitis orbita akan mengalami berbagai gejala seperti:
  • Bengkak di sekitar mata
  • Sakit kepala
  • Mata terlihat menonjol keluar (proptosis)
  • Nyeri di mata dan area di sekitarnya seperti alis dan pipi
  • Nyeri saat menggerakkan mata
  • Mata merah
  • Demam tinggi
  • Penglihatan ganda
  • Kesulitan membuka mata
  • Kelopak mata yang berubah warna
  • Keluar cairan dari mata atau hidung
  • Kelelahan
  • Hilang nafsu makan
Kondisi selulitis orbita juga bisa mengakibatkan gangguan penglihatan, bahkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.
Selulitis orbita disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab selulitis orbita yang paling sering ditemukan adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Streptococcus beta hemolyticus. Selain bakteri, infeksi jamur Mucorales dan Aspergillus juga bisa menyebabkan infeksi orbital yang mengancam jiwa.Berbagai mikroorganisme tersebut dapat menyerang septum orbita, yakni struktur mata yang membatasi bagian anterior (depan) dari orbita (bola mata). Selulitis orbitalis digunakan untuk menggambarkan infeksi pada jaringan lunak orbita, khususnya pada bagian posterior septum orbita. Pada anak, selulitis orbita umumnya disebabkan satu jenis bakteri saja, misalnya bakteri infeksi Haemophilus influenza. Pada orang dewasa, selulitis orbita biasa terjadi karena berbagai jenis infeksi bakteri secara bersamaan. Kebanyakan kasus selulitis orbital berasal dari sinusitis (infeksi pada sinus) yang tidak diobati kemudian menyebar ke belakang septum orbital. Kondisi ini juga dapat menyebar dari infeksi gigi atau infeksi bakteri yang telah memasuki aliran darah. Selain itu, beberapa hal di bawah ini juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami selulitis orbita, antara lain:
  • Luka di kulit
  • Gigitan serangga atau binatang lain yang terjadi di dalam atau di dekat mata 
  • Cedera yang terjadi di mata
  • Komplikasi dari operasi mata
  • Ada benda asing yang terperangkap di mata
  • Abses mulut dan gigi
  • Asma
Baca juga: Penyebab Anda Merasakan Sakit Gigi hingga Menjalar ke Mata dan Kepala
Dalam mendiagnosis selulitis orbita, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti berikut:

1. Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan visual pada mata untuk menilai pergerakan bola mata, kemampuan melihat, dan menemukan tanda-tanda proptosis.Bagi pasien yang mengidap sinusitis, pemeriksaan hidung, gigi, atau mulut juga mungkin akan dilakukan.

2. Tes laboratorium

Kultur darah, cairan mata, atau hidung dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri dan menentukan jenisnya. Tes ini juga dapat membantu dokter memberikan pengobatan antibiotik yang paling efektif. 

3. Tes pencitraan

Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI kepala, mata, dan hidung dilakukan apabila batas pembengkakan atau gejala yang dialami tidak begitu jelas antara selulitis orbita atau periorbital yang terjadi di kelopak mata dan area sekitarnya. Proses pemindaian pada CT scan atau MRI dapat melihat lebih jelas ke bagian dalam mata, sehingga kedua kondisi tersebut dapat dibedakan.Oleh karena itu, biasanya, dokter merekomendasikan tes pencitraan ini pada pasien yang menunjukkan gejala proptosis, kehilangan penglihatan, serta pembengkakan yang telah melampaui batas kelopak mata.

1. Obat-obatan

Apabila penyebab selulitis orbita diketahui karena infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik melalui intravena.Umumnya, antibiotik spektrum luas cukup efektif dalam mengobati selulitis orbita. Selama pemberian antibiotik, dokter akan mengawasi jika terjadi perburukan gejala serta respons pasien terhadap antibiotik yang diberikan.

2. Operasi

Operasi menjadi pilihan yang perlu dijalani apabila infeksi telah menyebar pada bagian lain di kepala atau tidak adanya respons dengan pengobatan. Pengobatan selulitis orbita dengan operasi mungkin diperlukan, jika:
  • Gejala memburuk atau terdapat gangguan penglihatan selama pemberian antibiotik
  • Terbentuk abses pada rongga mata atau otak
  • Terdapat benda asing terjebak pada mata
  • Terdapat infeksi jamur atau mikobakterium
Prosedur operasi yang dilakukan dapat berupa drainase, alias mengeluarkan cairan dari abses, mengeluarkan benda asing, atau mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat selulitis orbita

Penanganan lebih awal bisa mencegah terjadinya komplikasi yang serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat selulitis orbita, antara lain:
  • Kehilangan penglihatan sebagian
  • Gangguan pendengaran
  • Infeksi pada darah (sepsis)
  • Meningitis
  • Trombosis sinus kavernosus, yakni terbentuknya gumpalan darah pada dasar otak
  • Oklusi vena retina 
  • Abses intrakranial, yaitu penumpukan nanah di dalam rongga kepala
  • Kebutaan total
Pencegahan selulitis orbita bisa dilakukan dengan menggunakan alat pelindung mata saat berolahraga dan saat melakukan aktivitas yang rentan menyebabkan cedera pada mata.Jika Anda mengalami sinusitis atau abses gigi, pastikan Anda mengikuti anjuran terapi yang diberikan oleh dokter dan jalani pengobatan sampai Anda dinyatakan sembuh oleh dokter.Baca jawaban dokter: Apa jenis makanan apa yang berguna untuk kesehatan mata?
Selulitis orbita merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan pengobatan segera. Apabila Anda mendapati pembengkakan pada kelopak mata yang disertai demam, segera periksakan ke dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. 
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor yang meningkatkan risiko kena selulitis orbita, seperti sinusitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis selulitis orbita agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Amina Danishyar; Shane R. Sergent. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507901/
Diakses pada 24 November 2021
Bae C, Bourget D. Periorbital Cellulitis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2019. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470408/
Diakses pada 24 November 2021
Community Eye Health Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6253316/
Diakses pada 24 November 2021
NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470408/
Diakses pada Mei 2019
Children’s Health Network. https://kidshealth.org/ChildrensHealthNetwork/en/parents/az-orbital-cellulitis.html
Diakses pada 24 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/orbital-cellulitis
Diakses pada 24 November 2021
Survey of Ophthalmology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0039625716302764
Diakses pada 24 November 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324460.php
Diakses pada 24 November 2021
American Association for Pediatrics Ophthalmology and Strabismus. https://aapos.org/glossary/cellulitis
Diakses pada 11 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001012.htm
Diakses pada 24 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email