Mata

Skleritis

21 Nov 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Skleritis
Gejala yang paling sering ditemui oleh penderita skleritis adalah pandangan kabur dan mata nyeri.
Skleritis adalah peradangan yang terjadi pada sklera, yakni bagian putih dari bola mata. Mata yang mengalami skleritis akan terlihat membengkak, sakit, dan memerah. Biasanya, pembuluh darah di dekat sklera memerah dengan disertai semburat biru atau ungu.Sklera mata berfungsi untuk melindungi bagian lain di dalam mata, seperti retina dan lensa mata serta mempertahankan bentuk bola mata. Peradangan pada sklera membuat fungsi tersebut dapat ikut terganggu.Berdasarkan area yang mengalami peradangan, skleritis dapat dibagi menjadi beberapa tipe, yakni skleritis posterior dan anterior. Skleritis posterior terjadi di bagian belakang sklera, sementara anterior terjadi di sklera bagian depan.Skleritis anterior dibagi lagi menjadi beberapa subtipe, di antaranya adalah:
  • Skleritis anterior tersebar, yaitu peradangan terjadi di seluruh bagian depan sklera. Subtipe ini tergolong skleritis yang paling ringan.
  • Skleritis anterior nodular, yaitu peradangan hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu sklera depan. Sekitar 20% dari subtipe ini berkembang menjadi skleritis nekrosis.
  • Skleritis anterior nekrosis dengan peradangan. Peradangan ini paling sering ditemui pada orang yang memiliki kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis. Pada skleritis jenis ini, rasa nyeri biasanya terasa ekstrem.
  • Skleritis anterior nekrosis tanpa peradangan. Tipe peradangan yang terjadi karena terbentuknya benjolan keras (nodul) di sklera akibat rematik jangka panjang. Biasanya, tidak ada gejala peradangan yang muncul pada jenis skleritis ini.
Skleritis biasanya tidak menular. Namun, pada beberapa kasus yang terjadi setelah mata cedera atau operasi, kondisi ini bisa saja menular. Skleritis termasuk kondisi serius yang bisa mengarah pada kehilangan penglihatan sebagian ataupun total jika tidak segera ditangani.
Skleritis
Dokter spesialis Mata
GejalaMata terasa nyeri, pandangan menjadi kabur, keluarnya air mata tanpa diketahui sebabnya.
Faktor risikoAutoimun, infeksi pada mata, cedera mata, atau parasit.
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes ultrasonografi, pemeriksaan darah, biopsi pada sklera.
PengobatanObat-obatan
ObatNSAID, kortikosteroid, antibiotik, imunomodulator
KomplikasiKehilangan sebagian atau seluruh penglihatan, globe rupture
Kapan harus ke dokter?Saat merasakan gejala
Berbagai gejala skleritis meliputi:
  • Mata terasa nyeri.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Keluarnya air mata tanpa diketahui sebabnya.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata berwarna kemerahan.
  • Ada tonjolan kecil pada bagian putih dari bola mata.
  • Pandangan kabur
  • Rasa nyeri pada rahang dan wajah.
  • Sakit kepala sebelah pada bagian mata yang bermasalah.
Penyebab skleritis adalah gangguan autoimun, yaitu ketika sistem pertahanan tubuh secara keliru menyerang jaringannya sendiri karena dianggap sebagai suatu ancaman. Skleritis dapat juga terjadi karena adanya infeksi pada mata, cedera mata, atau parasit.Penyebab skleritis belum diketahui secara pasti. Namun, 50 persen pasien skleritis diketahui mengidap penyakit lain ketika mengalami kondisi ini. Skleritis sering dikaitkan dengan berbagai kondisi medis berikut:
Skleritis juga dapat terjadi karena cedera pada mata. Meski sangat jarang, peradangan sklera juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau parasit.
Dalam mendiagnosis skleritis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti berikut:
  • Tanya jawab mengenai gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan pasien, termasuk riwayat operasi mata.
  • Pemeriksaan fisik dengan melihat struktur mata menggunakan slit lamp.
  • Tes darah untuk menentukan penyebab skleritis.
  • Pemeriksaan kultur atau tes serologis jika skleritis dicurigai terjadi karena infeksi.
  • Tes pemindaian seperti rontgen dada, ultrasonografi, atau MRI jika dicurigai penyebabnya adalah granulomatosis atau arthritis.
  • Biopsi untuk memeriksa jaringan sklera.
Tujuan pengobatan skleritis adalah meredakan dan menyembuhkan peradangan, sebelum kerusakan permanen pada mata terjadi. Jenis obat yang diberikan akan tergantung pada penyebabnya.Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati skleritis antara lain:
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), untuk meredakan peradangan serta rasa nyeri pada mata. Selain obat minum, dokter juga biasanya meresepkan obat ini dalam bentuk tetes mata.
  • Pil kortikosteroid (seperti prednison), jika NSAID tidak mengurangi peradangan. Selain mengurangi peradangan, obat ini dapat membantu melawan rasa nyeri pada mata sekaligus melindungi penglihatan mata.
  • Agen pengatur kekebalan tubuh seperti metotreksat dengan glukokortikoid oral, jika jika penyebab dari skleritis adalah kondisi autoimun yang diderita pasien.
  • Antibiotik, untuk mencegah atau mengobati infeksi sklera. Antibiotik juga digunakan untuk mengobati kondisi skleritis yang disebabkan oleh cedera atau operasi pada mata.
  • Obat antijamur, jika skleritis disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Dokter juga bisa memberikan obat minum yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi dan berat badan, seperti:
    • Methotrexate 7.5-25 mg
    • Azathioprine 1-2.5 mg/kg/hari
    • Cyclophosphamide 1.5-3 mg/kg/hari
Pada beberapa kasus, terutama para penderita skleritis anterior nekrosis tanpa peradangan, operasi mungkin diperlukan untuk mencegah hilangnya kemampuan penglihatan. Operasi pada sklera biasa disebut sebagai prosedur scleral graft, di mana sklera baru akan dicangkokkan pada pasien. Sklera tersebut bisa berasal dari pendonor atau dari stok sklera yang telah diawetkan di bank mata.
Tidak ada pencegahan untuk sebagian besar kasus skleritis. Tetapi ada beberapa cara agar gejala yang dirasakan tidak bertambah buruk, antara lain:
  • Jangan mengucek  mata.
  • Hindari penggunaan softlens sementara waktu.
  • Hindari penggunaan makeup yang berlebihan pada area mata.
  • Gunakan kacamata hitam jika bepergian untuk melindungi mata dari kontaminasi.
Jika merasakan gejala-gejala yang terkait dengan skleritis, segera konsultasikan ke dokter mata. Terutama jika Anda memiliki kondisi autoimun.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait skleritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis skleritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-scleritis
Diakses pada 16 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/scleritis#types
diakses pada 20 Juli 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/809166-195695/what-are-the-types-of-scleritis
Diakses pada 16 November 2021
UpToDate. https://www.uptodate.com/contents/treatment-of-scleritis
Diakses pada 16 November 2021
Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/scleritis-facts#1
Diakses pada 16 November 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/1228324-161571/what-is-the-role-of-surgery-in-the-treatment-of-scleritis
Diakses pada 16 November 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email