Gigi & Mulut

Stomatitis

26 May 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri
image Stomatitis
Stomatitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu stomatitis aftosa (sariawan) dan herpes stomatitis
Stomatitis adalah peradangan yang ditandai dengan luka, bengkak, dan kemerahan pada area di dalam mulut. Kondisi ini dapat timbul pada pipi bagian dalam, gusi, lidah, maupun bibir.Stomatitis kerap disamakan dengan sariawan. Namun anggapan ini kurang tepat. Sariawan adalah salah satu dari dua jenis stomatitis yang kerap terjadi.Kondisi stomatitis dapat disebabkan oleh infeksi jamur, virus, atau bakteri, defisiensi vitamin, cedera, dan lainnya.Stomatitis jangka panjang (kronis) yang nyeri dapat menyebabkan dehidrasi atau penurunan nafsu makan, terutama bila dialami oleh anak-anak.Karena itu, bayi yang tidak mau atau sulit menyusu perlu diperiksa. Mungkin saja sariawan di dalam mulutnya.Infeksi sekunder akibat stomatitis dapat terjadi pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini juga bisa kambuh. 

Jenis-jenis stomatitis

Secara umum, stomatitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Aphtous stomatitis (canker sore)

Aphtous stomatitis atau stomatitis aftosa merupakan radang yang paling umum terjadi di dalam mulut. Kondisi ini terjadi akibat radang dan biasanya menimbulkan luka yang disertai rasa sakit.Stomatitis aftosa tampak seperti luka dengan tepi berwarna merah karena peradangan, dengan warna putih atau kuning di bagian tengahnya.Stomatitis jenis ini lebih dikenal dengan sebutan sariawan. Berdasarkan ukurannya, stomatitis aftosa dibedakan dalam tiga kategori, yaitu minor, mayor, dan herpetiform.Pada jenis minor, sariawan berukuran kecil dan bisa hilang sendirinya dalam waktu 4-14 hari. Sedangkan pada jenis mayor, sariawan berukuran lebih besar dan memakan waktu cukup lama untuk sembuh, umumnya hingga enam minggu.Sementara itu, pada stomatitis aftosa herpetiform, sariawan muncul kecil-kecil dengan jumlah banyak dan berkelompok. Sariawan ini membutuhkan waktu hingga  30 hari untuk hilang.
  • Herpes stomatitis (cold sore)

Herpes stomatitis adalah peradangan di sekitar bibir dan rongga mulut. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 1 atau HSV-1.Penularan HSV-1 biasanya terjadi melalui kontak antarmulut, yang menyebabkan pertukaran air liur. Misalnya, berciuman atau berbagi alat makan.Luka stomatitis herpes tampak seperti lepuhan berbentuk bulat dan berisi cairan. Sariawan ini bisa pecah sehingga menimbulkan luka. 
Stomatitis
Dokter spesialis Gigi
GejalaSariawan di bibir dan pipi bagian dalam serta lidah, rasa terbakar di mulut
Faktor risikoFaktor genetik, alergi makanan atau zat kmia dalam pasta gigi, cedera di mulut
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan gigi dan mulut
PengobatanObat-obatan, minum banyak air putih
ObatAcyclovir, krim lidokain, obat antiradang
KomplikasiStomatitis gangren, penyakit Behcet, terbatasnya gerakan mulut
Kapan harus ke dokter?Sariawan nyeri hingga mengganggu aktivitas, ukuran sariawan makin besar, jumlahnya bertambah
Berdasarkan jenisnya, gejala stomatitis bisa meliputi:

Gejala apthous stomatitis atau sariawan

  • Sariawan yang nyeri, tapi tidak disertai dengan demam
  • Sariawan dapat muncul di bagian-bagian rongga mulut, seperti bibir bagian dalam, lidah maupun gusi

Gejala herpes stomatitis

  • Benjolan-benjolan kecil berisi cairan di gusi, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, lidah, serta bibir bagian luar
  • Nyeri di dalam mulut, sehingga sulit untuk makan, minum, dan menelan
  • Mengeluarkan air liur berlebihan
  • Bengkak pada gusi
  • Demam pada beberapa hari sebelum muncul benjolan
 
Penyebab stomatitis berbeda dan tergantung pada jenisnya. Mari simak penjelasan di bawah ini:

Penyebab apthous stomatitis

  • Mulut kering akibat kebiasaan bernapas melalui mulut, sehingga mempermudah iritasi pada dalam mulut
  • Luka kecil akibat perawatan gigi (seperti memakai kawat gigi atau gigi palsu), tidak sengaja tergigit, dan tergores bagian gigi yang tajam.
  • Hipersensitivitas, yakni reaksi sensitif yang berlebihan. Misalnya, terhadap makanan tertentu, seperti stroberi, jeruk, kopi, telur, coklat, kacang, atau keju.
  • Penyakit autoimun yang menyerang sel-sel dalam mulut.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya orang yang mengidap HIV/AIDS atau telah menjalani transplantasi organ.
  • Kekurangan vitamin B12, asam folat, zat besi, atau zinc.
  • Konsumsi beberapa jenis obat-obatan, seperti obat untuk kemoterapi.
  • Infeksi jamur (Candida albicans).
  • Stres atau depresi.

Penyebab herpes stomatitis

Penyebab herpes stomatitis adalah infeksi virus herpes simplex 1 (HSV-1). 

Faktor risiko stomatitis

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko stomatitis. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
  • Faktor keturunan
  • Alergi makanan
  • Alergi zat tertentu, misalnya dalam pasta gigi, permen karet, dan obat kumur
  • Cedera pada gigi
  • Perubahan hormon
  • Sedang menjalani proses berhenti merokok
  • Efek samping obat-obatan, seperti metotreksat, obat antiinflamasi nonsteroid, serta fenobarbital
  • Gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn dan penyakit Celiac
  • Penyakit tertentu, seperti sindrom Behcet dan radang tenggorokan
 
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan pada stomatitis antara lain:
  • Tanya jawab

Sebelum memeriksa kondisi mulut pasien, dokter gigi umumnya menanyakan gejala, riwayat penyakit, obat-obatan, serta pola makan pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik meliputi pengecekan suhu tubuh. Pasalnya, demam termasuk gejala herpes yang dapat menjadi penyebab stomatitis herpes.
  • Pemeriksaan gigi dan mulut

Pemeriksaan ini meliputi evaluasi kondisi gigi maupun alat-alat perawatan gigi, seperti kawat gigi dan gigi palsu). Tujuannya adalah melihat ada tidaknya bagian tajam yang dapat menimbulkan iritasi serta melukai bagian dalam mulut. 
Secara umum, cara mengobati stomatitis akan ditentukan berdasarkan jenis yang dialami oleh pasien. Berikut penjelasannya:

Pengobatan stomatitis herpes

Pengobatan stomatitis herpes dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antivirus jenis acyclovir sesuai resep dokter. Obat ini dapat mengurangi durasi infeksi virus dalam tubuh pasien.Obat-obatan pereda nyeri juga bisa dianjurkan, seperti paracetamol. Obat ini juga dapat meredakan demam.Krim lidokain dapat diberikan oleh dokter apabila pasien mengalami rasa nyeri yang parah.

Pengobatan stomatitis aftosa

Stomatitis aftosa umumnya tidak parah dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Jika nyeri tergolong parah, obat pereda nyeri atau antiradang topikal dapat diberikan oleh dokter untuk dioleskan pada stomatitis.

Penanganan di rumah

Stomatitis yang berupa luka pasti menimbulkan rasa sakit. Gejala ini bisa timbul saat makan atau minum. Pasien bisa mengurangi nyeri dengan langkah sederhana di bawah ini:
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak asam dan pedas
  • Berkumur air dingin apabila pasien mengalami rasa terbakar dalam mulut
 

Komplikasi stomatitis

Bila terus dibiarkan, stomatitis dapat menyebbabkan komplikasi berupa:
  • Bekas luka dalam mulut yang memicu terbatasnya gerakan mulut
  • Penyakit Behcet yang menyebabkan gangguan penglihatan, pneumonia, vaskulitis, aneurisma, atau ensefalitis
  • Stomatitis gangren yang mengakibatkan gangguan pada bentuk wajah
  • Demam skarlatina
  • Gangguan mata dan sistem saraf pusat akibat stomatitis herpes
 
Beberapa cara mencegah stomatitis yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Minum banyak air putih untuk mencegah mulut menjadi kering dan munculnya stomatitis
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan mulut
  • Memakai dental wax untuk menutupi bagian kawat gigi dan retainer yang tajam
  • Mengurangi kebiasaan menggigit pipi atau bibir yang dapat menimbulkan luka
  • Apabila Anda mengalami stres, cobalah untuk rileks sejenak
  • Untuk mencegah stomatitis aftosa, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B, seperti brokoli, paprika, bayam, buah bit, asparagus, kacang-kacangan, maupun hati sapi
  • Untuk mencegah stomatitis herpes, hindari kontak dan saling pinjam alat makan, lipstik, atau pelembap bibir dengan penderita herpes
  • Tidak memakai obat kumur yang mengandung ethanol karena zat ini dapat mengiritasi rongga mulut dan menyebabkan sariawan
 
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi bila stomatitis menimbulkan sakit yang parah hingga mengganggu aktivitas.Begitu juga dengan stomatitis yang makin besar, bertambah banyak, atau sering kambuh, terutama jika sering muncul di area yang sama. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait stomatitis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis stomatitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/stomatitis
Diakses pada 1 Desember 2018
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/dental-disorders/symptoms-of-dental-and-oral-disorders/stomatitis
Diakses pada 1 Desember 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5367879
Diakses pada 1 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/stomatitis-causes-treatment#1
Diakses pada 1 Desember 2018
Clinical Guidelines. https://medicalguidelines.msf.org/viewport/CG/english/stomatitis-16689618.html
Diakses pada 25 Mei 2021
Unbound Medicine. https://www.unboundmedicine.com/5minute/view/5-Minute-Clinical-Consult/116570/all/Stomatitis
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email