Penyakit Lainnya

Sulit Buang Air Kecil

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sulit Buang Air Kecil
Jika dibiarkan, sulit buang air kecil dapat mengarah pada kondisi medis yang berbahaya
Sulit buang air kecil adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh merasakan keinginan untuk buang air kecil tapi urine yang dikeluarkan sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Kondisi ini bisa dialami oleh setiap orang, tetapi paling sering terjadi pada pria yang memasuki usia lanjut.Buang air kecil merupakan suatu proses alami yang berfungsi untuk membuang zat sisa hasil metabolisme tubuh. Ketika zat sisa seperti urea, asam urat, sodium dan zat lainnya sudah siap dikeluarkan dari tubuh, kandung kemih akan mengembang seperti balon.Saraf di dinding kandung kemih akan mendeteksi hal tersebut dan mengirimkan sinyal ke otak. Sinyal tersebutlah yang membuat seseorang merasakan keinginan untuk buang air kecil.Pada proses buang air kecil yang normal, tubuh akan merespons sinyal tersebut dan mulai mengosongkan kandung kemih. Akan tetapi, beberapa kondisi kesehatan dapat mengganggu jalannya proses buang air kecil tersebut sehingga menyebabkan seseorang sulit untuk buang air kecil.Jika dibiarkan, kesulitan buang air kecil dapat mengakibatkan kondisi medis yang berbahaya, seperti infeksi saluran kemih, kerusakan kandung kemih, hingga kerusakan ginjal. Mengetahui penyebabnya merupakan langkah utama dalam mengatasi sulit buang air kecil dengan tepat.
Berikut berbagai kondisi yang dapat mengakibatkan kesulitan buang air kecil, yakni:

1. Penyumbatan atau penyempitan di uretra atau leher kandung kemih

Kesulitan buang air kecil dapat terjadi karenaenyumbatan atau penyempitan di uretra atau leher kandung kemih. Agar dapat buang air kecil secara normal, semua bagian saluran kemih harus berfungsi dalam urutan yang benar.Urine biasanya mengalir dari ginjal melalui ureter ke kandung kemih dan dikeluarkan dari uretra. Jika penyumbatan atau penyempitan terjadi di suatu tempat di sepanjang saluran tersebut, kesulitan buang air kecil dapat terjadi.Penyempitan atau penyumbatan tersebut dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, seperti:
  • Pembesaran prostat
Pembesaran prostat adalah alasan utama seorang pria mengalami kesulitan buang air kecil. Urine dikeluarkan dari kandung kemih melalui saluran dari prostat ke uretra. Kelenjar prostat ini berada tepat di bawah kandung kemih. Oleh karena itu, pembesaran pada prostat akan menekan saluran tersebut dan membuat urine lebih sulit untuk keluar.Baca lebih lanjut mengenai: Pembesaran Prostat
  • Prostatitis
Masih seputar pembesaran prostat, prostatitis adalah peradangan atau pembengkakan yang dapat membuat kelenjar prostat menjadi lebih besar. Pembengkakan tersebut umumnya terjadi akibat infeksi.Baca lebih lanjut mengenai: Prostatitis
  • Sistokel
Sistokel atau prolaps anterior terjadi karena jaringan antara kandung kemih wanita dan dinding vagina melemah. Akibatnya, kandung kemih turun ke daerah vagina dan menyebabkan sulit buang air kecil.Baca lebih lanjut mengenai: systole
  • Rektokel
Rektokel adalah kondisi saat rektum menonjol ke bagian depan vagina. Salah satu gejala dari kondisi ini adalah sulit buang air kecil.
  • Batu kandung kemih
Batu kandung kemih adalah mineral dalam urine yang mengkristal dan bisa menghalangi saluran urine. Terhambatnya saluran urine ini dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil.Baca lebih lanjut mengenai: Batu kandung kemih
  • Infeksi yang memengaruhi saluran kemih
Kesulitan buang air kecil dapat menjadi tanda dan gejala dari penyakit infeksi seperti infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual
  • Konstipasi
Konstipasi atau sembelit dapat ikut serta memengaruhi sistem kandung kemih sehingga menyebabkan frekuensi buang air kecil berkurang.Baca lebih lanjut mengenai: Kontipasi (Sembelit)
  • Tumor di panggul
Keberadaan tumor sebagai massa abnormal di panggul, dapat menyumbat saluran kemih. Massa abnormal tersebut meliputi tumor jinak, kanker, fibroid atau polip.
  • Striktur uretra
Striktur uretra adalah penyempitan uretra akibat jaringan parut atau pembengkakan pada uretra. Kondisi ini dapat menghambat aliran urine hingga kesulitan untuk buang besar.Baca lebih lanjut mengenai: Striktur uretra
  • Cedera
Cedera yang terjadi pada panggul, uretra atau penis dapat mengakibatkan kesulitan buang air kecil

2. Gangguan pada kontraksi otot di saluran urine

Proses pengeluaran kemih dapat terjadi karena adanya kerja dari otot-otot di sekitarnya. Apabila otot tidak dapat berkontraksi cukup lama untuk mengosongkan kandung kemih, maka kesulitan buang air kecil akan terjadi.Masalah neurologis (gangguan sistem saraf) mendasari masalah tersebut. Penyebab gangguan sistem saraf antara lain:

3. Obat-obatan

Kesulitan buang air kecil dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu yang memengaruhi jalannya sinyal saraf ke kandung kemih, uretra, atau prostat. Contoh obat-obatan tersebut meliputi golongan:

4. Komplikasi setelah operasi

Sulit berkemih dapat terjadi setelah Anda menjalani operasi. Pasalnya,selama operasi, Anda sering mendapatkan cairan intravena (IV), yang dapat menyebabkan kandung kemih menjadi penuh. Dokter juga akan memberikan anestesi, yang dapat membuat Anda tidak merasa perlu buang air kecil meskipun kandung kemih penuh.Selain itu, apabila operasi yang dijalankan adalah operasi panggul, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, jaringan parut, dan cedera yang dapat menghalangi sebagian maupun seluruh aliran urine dari kandung kemih atau uretra.

5. Lemahnya otot kandung kemih

Otot kandung kemih yang lemah tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengeluarkan air seni. Beberapa pemicu melemahnya otot kandung kemih, adalah:
  • Usia lanjut
  • Overdistensi, sebagai kondisi ekstrem peregangan kandung kemih hingga mengalami kerusakan.
  • Kehamilan dan persalinan
  • Cedera pada kandung kemih
Hubungi dokter apabila Anda merasakan perubahan pada pola buang air kecil, terutama apabila hal tersebut sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari.Tindakan darurat harus segera diberikan apabila kesulitan buang air kecil disertai dengan gejala berupa:
  • Nyeri yang terasa parah
  • Mual dan muntah
  • Demam dan menggigil
  • Terdapat darah di urine
  • Tidak bisa kencing sama sekali setelah beberapa waktu.
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/help-for-men-who-have-trouble-urinating/
Diakses pada 27 Januari 2021
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/urinary-retention/symptoms-causes
Diakses pada 27 Januari 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/urinary_retention/article.htm
Diakses pada 27 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/problems-peeing
Diakses pada 27 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/urination-difficulty-with-flow
Diakses pada 27 Januari 2021
Keck Medicine. https://www.keckmedicine.org/what-to-do-when-you-have-trouble-peeing/
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email