Saraf

Syringomyelia

29 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Syringomyelia
Terbentuknya kista memanjang dalam sumsum tulang belakang.
Syringomyelia atau kista tulang belakang adalah kondisi ketika kista berisi cairan terbentuk pada sumsum tulang belakang. Sementara kista berisi cairan yang muncul karena kondisi ini disebut dengan istilah "syrinx". Dalam istilah medis, syringomyelia disebut juga sebagai penyakit hydromyelia, syringohydromyelia, atau Morvan. Beberapa kasus syringomyelia tidak menimbulkan gejala, sehingga pasien tidak langsung menyadarinya. Akan tetapi pada kasus yang parah, sejumlah gejala bisa muncul dan menyebabkan masalah kesehatan yang perlu diobati.Dalam jangka panjang, kondisi ini biasanya akan menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan untuk merasakan dingin dan sakit secara normal.Syringomyelia bisa menimpa siapa saja di kelompok usia mana pun, tapi paling sering terjadi pada orang dewasa berusia 20 hingga 40 tahun. Selain itu, penyakit ini juga lebih sering menimpa pria daripada wanita.Baca juga: Mengenal Struktur, Fungsi, dan Penyakit Sumsum Tulang Belakang
Syringomyelia
Dokter spesialis Saraf, Bedah Saraf
GejalaKelemahan otot, hilangnya merasakan sensasi nyeri, berkurangnya kemampuan tubuh merasakan suhu panas dan dingin
Faktor risikoUsia 20-40 tahun, pria
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, MRI, CT scan
PengobatanTerapi fisik, obat-obatan, operasi
ObatGabapentin, antibiotik
KomplikasiKelengkungan tulang belakang yang tidak normal (skoliosis), nyeri kronis, kelumpuhan
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala syringomyelia
Gejala yang dirasakan tergantung pada tempat serta besarnya kista yang tumbuh pada sumsum tulang belakang.Gejala awal syringomyelia yang biasanya dirasakan berupa kelemahan otot, hilangnya refleks, dan tidak dapat merasakan rasa sakit serta suhu pada bagian tulang belakang, leher, bahu, lengan, dan tangan.Seiring waktu, kista tadi akan mengembang dan memanjang sehingga saraf di tengah-tengah sumsum tulang belakang ikut terpengaruh dan menjadi rusak. Hal ini dapat mengakibatkan nyeri kronis yang sulit diobati.Tanda dan gejala syringomyelia yang umum terjadi, meliputi:
  • Nyeri punggung, leher, serta lengan
  • Masalah fungsi usus dan kandung kemih
  • Tulang belakang yang melengkung secara tidak normal (skoliosis)
  • Punggung, bahu, lengan, dan kaki yang terasa kaku
  • Kelemahan otot hingga mengecilnya otot (atrofi otot)
  • Kejang pada kaki
  • Berkeringat hebat
  • Indra perasa seperti jari-jemari, tangan, lengan, serta dada bagian atas tak bisa merasakan panas atau dingin
  • Hilangnya refleks
  • Kelumpuhan (pada kasus-kasus syringomyelia yang parah)
  • Sakit kepala
  • Gangguan seksual
  • Tekanan darah naik-turun
  • Kedutan pada otot
  • Gerakan yang tidak terkoordinasi
  • Gangguan buang air besar dan buang air kecil
Jika kista telah merembet dan merusak saraf yang mengontrol otot-otot di mata dan wajah, pasien mungkin mengalami sindrom Horner. Kondisi ini menyebabkan kelopak mata turun, menyempitnya lubang di antara kelopak mata, ukuran pupil mengecil, dan keringat berkurang di sisi wajah yang terdampak.
Kelainan janinKista tulang belakang yang disebabkan kelainan pertumbuhan otak janin disebut sebagai kongenital syringomyelia. Masalah yang diistilahkan oleh dokter sebagai malformasi chiari, yaitu kondisi ketika di mana batang otak terletak lebih rendah dari posisi normalnya. Kondisi ini merupakan penyebab utama syringomyelia.Malformasi chiari ini menyebabkan otak bagian bawah janin menjadi tertekan ke arah saluran sumsum tulang. Akibatnya, aliran cairan serebrospinal antara sumsum tulang belakang dan jaringan otak terhalang. Namun, tak semua orang yang dengan malformasi chiari mengalami kondisi ini. Gejala biasanya baru akan muncul pada rentang usia 25-40 tahun.Kerusakan tulang belakangPenyebab yang kedua yaitu karena trauma yang menyebabkan kerusakan tulang belakang, diistilahkan acquired syringomyelia.Kerusakan tulang belakang dapat disebabkan oleh:
  • Meningitis (radang selaput otak)
  • Pendarahan
  • Tumor pada sumsum tulang belakang
  • Tumor pada tulang belakang
  • Pembengkakan pada jaringan pelapis sumsum tulang belakang
  • Arachnoiditis berupa gangguan saraf penyebab nyeri kronis di seluruh tubuh setelah mengalami cedera kepala
  • Luka karena cedera
Untuk mendiagnosa kondisi syringomyelia, dokter akan melakukan beberapa cara untuk menentukan diagnosanya, meliputi:
  • Tanya jawab mengenai riwayat medis pasien dan keluarga.
  • Pemeriksaan fisik lengkap, meliputi pemeriksaan anggota gerak (lengan dan kaki).
  • MRI, yakni tes pencitraan yang dapat melihat syrinx pada sumsum tulang belakang lebih jelas. Tindakan ini menjadi standar untuk pemeriksaan syringomyelia.
  • CT Scan untuk melihat gambaran tulang belakang dan sumsum tulang belakang.
  • Tes elektromiografi untuk mengetes kekuatan otot dan fungsi sel-sel saraf motoric.
  • Tes myelogram untuk mengambil foto rontgen yang diperjelas dengan suntikan cairan kontras pada cairan serebrospinal
Baca jawaban dokter: Apakah ada efek samping dari cek sumsum tulang belakang?
Perawatan syringomyelia yang diberikan akan tergantung pada tingkat keparahan dan perkembangan tanda dan gejala yang dialami pasien. Umumnya dilakukan dengan beberapa langkah penanganan seperti berikut ini.

Pemantauan gejala

Jika syringomyelia tidak menimbulkan tanda atau gejala, pemantauan dengan MRI dan pemeriksaan neurologis secara berkala mungkin akan disarankan oleh dokter.

Operasi

Apabila syringomyelia telah menimbulkan berbagai gejala yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, dokter akan merekomendasikan pembedahan.Tujuan pembedahan adalah untuk menghilangkan tekanan yang ditimbulkan syrinx pada sumsum tulang belakang dan untuk mengembalikan aliran normal cairan serebrospinal. Hal ini dapat membantu meredakan gejala dan fungsi sistem saraf. Jenis operasi yang diperlukan tergantung pada penyebab syringomyelia, pilihan operasi tersebut meliputi:
  • Operasi malformasi Chiari. Jika syringomyelia disebabkan oleh malformasi Chiari, pembedahan mungkin melibatkan pengangkatan sebagian kecil tulang di bagian belakang tengkorak.
  • Operasi pengaliran cairan syrinx. Dokter akan memasukkan sistem drainase melalui pembedahan, yang disebut shunt. Metode ini dilakukan dengan tabung fleksibel yang menjaga cairan syrinx mengalir ke arah yang diinginkan. Salah satu ujung tabung akan ditempatkan di syrinx, dan ujung lainnya ditempatkan di area lain dari tubuh, misalnya pada perut.
  • Operasi pengangkatan obstruksi. Operasi ini dilakukan jika diketahui ada sesuatu di dalam sumsum tulang belakang yang menghambat cairan tulang belakang seperti tumor atau pertumbuhan tulang. 
  • Operasi untuk memperbaiki kelainan tulang belakang. Jika kelainan tulang belakang yang dimiliki menghambat aliran cairan serebrospinal, pembedahan untuk memperbaikinya dapat dilakukan.

Tindakan pemeliharaan

Beberapa pilihan penanganan di bawah ini juga bisa diberikan oleh dokter untuk meredakan gejala yang mungkin timbul:
  • Pemberian gabapentin yang dapat mengurangi nyeri pada bahu dan lengan
  • Pemberian antibiotik yang diresepkan dokter setelah operasi untuk mencegah infeksi dan komplikasi lain
  • Terapi fisik yang dapat memperkuat otot pada lengan yang memiliki kelemahan progresif

Komplikasi

Batang otak merupakan penghubung antara otak serta sumsum tulang belakang. Salah satu fungsi dari organ ini adalah mentransfer pesan dari otak ke sistem saraf tubuh.Pada kasus-kasus syringomyelia tertentu, kista pada tulang akan menyebar ke batang otak dan mengganggu fungsi-fungsi penting tubuh tersebut seperti bernapas serta detak jantung. Komplikasi ini diistilahkan sebagai syringobulbia. Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan dari kondisi syringobulbia ini meliputi,:
  • Sulit menelan
  • Mata mengedip tanpa terkontrol
  • Gangguan pada lidah, sehingga bicara terganggu
Komplikasi lain dari syringomyelia dapat berkaitan dengan syrinx yang membesar atau merusak saraf di dalam sumsum tulang belakang. Hal ini dapat menyebabkan:
  • Tulang belakang yang melengkung secara tidak normal (skoliosis)
  • Rasa nyeri kronis yang diakibatkan kerusakan pada sumsum tulang belakang
  • Kesulitan dalam melakukan gerakan motoris seperti kelemahan atau kekakuan pada otot kaki
  • Kelumpuhan
Syringomyelia yang disebabkan oleh kelainan janin sayangnya belum diketahui pasti cara pencegahannya. Hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil, terutama yang diketahui memiliki faktor terkait genetik, adalah dengan menjaga kesehatan diri serta kandungan.Sementara untuk menghindari syringomyelia akibat trauma, bagian leher mesti dijaga terutama saat melakukan aktivitas seperti berolahraga atau kegiatan fisik lain yang rentan menyebabkan kecelakaan pada area tersebut.Di samping itu, untuk menghindari kondisi yang dapat menyebabkan sumsum tulang belakang rusak, misalnya kondisi meningitis, kebersihan diri mesti selalu dijaga. Hal ini penting dilakukan agar tubuh terhindar dari infeksi virus, bakteri, maupun jamur yang dapat menyebabkan meningitis.
Konsultasikan dengan dokter jika Anda merasakan gejala Syringomyelia. Gejala yang dirasakan mungkin juga dapat menjadi gejala dari penyakit lain. Dokter akan mendiagnosa penyakit Anda serta dapat memberikan pengobatan dan perawatan yang tepat.Selain itu, segeralah periksakan ke dokter jika Anda mengalami cedera tulang belakang yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.Baca juga: 5 Kemungkinan Penyebab Sakit Tulang Belakang yang Anda Alami
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab dari kondisi saya?
    • Tes apa yang perlu saya lakukan?
    • Apakah kondisi saya akan berjalan sementara atau kronis?
    • Apakah saya dapat melakukan olahraga?
    • Jika saya memiliki kondisi medis lain, apa yang harus saya lakukan?
    • Apakah saya harus menemui dokter spesialis?
    • Apakah pengobatan dan perawatan yang tepat untuk saya?
    • Apalah kondisi saya berkaitan dengan diet atau lingkungan saya?
    • Apakah Anda memiliki media cetak yang dapat direkomendasikan untuk saya?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait syringomyelia ?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis syringomyelia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Medline Plus. https://medlineplus.gov/syringomyelia.html
Diakses pada 23 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1151685-clinical#b1
Diakses pada 23 September 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/syringomyelia
Diakses pada 23 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/syringomyelia
Diakses pada 17 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/brain/what-is-syringomyelia
Diakses pada 23 September 2021
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syringomyelia/symptoms-causes/syc-20354771
Diakses pada 23 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email