Jantung

Tamponade Jantung

27 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tamponade Jantung
Tamponade jantung adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit.
Tamponade jantung adalah kondisi ketika jantung tertekan oleh cairan atau darah yang mengisi ruang antara perikardium (selaput pembungkus jantung) dan jantung. Akibatnya, kinerja jantung dalam memompa darah dapat terganggu.Tamponade jantung termasuk kondisi gawat darurat medis karena bisa mengancam jiwa. Apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja, dapat timbul tekanan darah rendah yang berbahaya, renjatan (syok), sampai kematian. Baca juga: Aliran Darah Jantung Mengalir Tanpa Henti, Begini Cara Kerjanya di Jantung
Tamponade Jantung
Dokter spesialis Jantung
GejalaTekanan darah rendah, denyut nadi teraba lemah, sulit bernapas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, ekokardiografi, CT scan
PengobatanPericardiocentesis, pemberian oksigen
KomplikasiGagal jantung, edema paru, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami trauma atau cedera di bagian dada
Gejala dan tanda tamponade jantung meliputi:
  • Merasa cemas dan gelisah
  • Tekanan darah rendah dan denyut nadi lemah saat diraba
  • Jantung berdebar
  • Merasa lemas
  • Nyeri dada (terasa tajam seperti ditusuk), juga pada leher, bahu, serta perut. Rasa nyeri ini akan terasa makin parah saat mengambil napas panjang atau saat batuk.
  • Sulit bernapas
  • Rasa tidak nyaman yang dapat membaik saat duduk tegak atau condong ke depan
  • Pusing
  • Pucat
  • Kaki atau perut menjadi bengkak
  • Bernapas cepat
  • Pingsan
Baca jawaban dokter: Beda nyeri dada pada GERD dan jantung?
Penyebab tamponade jantung adalah menumpuknya cairan atau darah di antara selaput pembungkus jantung (perikardium) dan jantung. Penumpukan cairan menyebabkan tekanan berlebih pada jantung. Pada akhirnya, tekanan itu akan membuat kerja jantung tidak maksimal, sehingga tubuh tidak bisa mendapatkan cukup darah.Adapun penyebab terjadinya penumpukan darah atau cairan tersebut dapat dipicu oleh:
  • Robekan pada pembuluh darah besar yang mengalirkan darah keluar dari jantung (aorta), dalam istilah medis dikenal dengan aneurisma aorta
  • Menderita kanker paru stadium akhir
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Operasi jantung
  • Infeksi perikardium (perikarditis) yang disebabkan oleh bakteri atau virus
  • Luka tembak atau tusuk pada jantung
  • Tumor jantung
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)
  • Gagal ginjal
  • Leukemia
  • Pernah melakukan radioterapi pada dada
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Dermatomiositis
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Dada yang cedera, misalnya akibat kecelakaan
Tamponade jantung memiliki beberapa tanda khusus yang disebut Beck's Triad.  Beberapa tanda tersebut adalah:
  • Tekanan darah rendah dan denyut nadi yang lemah karena volume darah yang dipompa jantung rendah.
  • Pembuluh darah balik di leher (vena jugularis) terlihat jelas dan menonjol akibat sulitnya mengembalikan darah ke jantung.
  • Detak jantung terdengar lebih cepat dan lebih redup (tidak sekeras biasanya) karena adanya cairan di rongga perikardium.
Untuk diagnosis awal, dokter akan terlebih dulu memeriksa Beck’s Triad di atas sebelum melanjutkan tes penunjang untuk memastikannya.Beberapa tes penunjang dapat direkomendasikan untuk memastikan diagnosis tamponade jantung, antara lain:
  • Ekokardiogram (USG jantung)untuk melihat struktur perikardium dan jantung. 
  • Rontgen thorax untuk melihat tanda-tanda pembesaran pada jantung. 
  • CT scan dada, untuk melihat penumpukan cairan di dada, tepatnya di perikardium (selaput pembungkus jantung).
  • Angiografi resonansi magnetik. Pada tes ini, medan magnetik serta gelombang radio digunakan untuk menunjukkan kondisi aliran darah melalui jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG), merupakan pemeriksaan sederhana untuk mengukur irama dan aktivitas listrik jantung.
  • Tes darah, untuk mengukur tingkat sel darah merah serta sel darah putih. Selain itu, tes ini juga dapat mendeteksi apakah ada enzim tertentu yang dilepaskan dalam jumlah banyak oleh tubuh, guna merespons kerusakan pada otot jantung.
Tamponade jantung merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit segera. Penanganan tamponade jantung bertujuan untuk mengurangi tekanan pada jantung dan mengatasi kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab tamponade jantung. Untuk mengatasi tamponade jantung, dokter mungkin akan melakukan pembedahan. Terdapat beberapa metode yang mungkin dipilih oleh dokter yaitu:
  • Perikardiosintesis. Pada metode ini, dokter mengeluarkan cairan yang berada di kantung perikardial dengan jarum khusus.
  • Perikardiektomi. Metode ini merupakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat suatu bagian dari perikardium agar tekanan pada jantung berkurang.
  • Torakotomi. Prosedur pembedahan torakotomi bertujuan untuk mengeluarkan darah dan gumpalan darah apabila pasien diketahui memiliki luka penetrasi (seperti luka tusuk) agar dapat mengurangi kompresi pada jantung.
  • Pericardiodesis. Merupakan tindakan berupa memberi obat langsung ke perikardium terutama jika ada penumpukan cairan pada ruang perikardium.
Keberhasilan penanganan tamponade jantung tergantung dari kecepatan penentuan diagnosis, penyebab terjadinya tamponade, dan ada tidaknya komplikasi. Setelah operasi, pasien mungkin diberikan sejumlah langkah perawatan untuk menstabilkan kondisi tubuh, mencakup:
  • Infus (IV) untuk mempertahankan tekanan darah normal
  • Obat untuk meningkatkan tekanan darah
  • Oksigen untuk membantu kerja jantung
Jika kondisi tubuh pasien sudah stabil, dokter perlu menentukan dan mengobati penyebab yang mendasari tamponade jantung untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, tamponade jantung dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, antara lain:
  • Gagal jantung, kondisi yang terjadi saat jantung tak lagi dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.
  • Edema paru, yakni penumpukan cairan yang terjadi di paru-paru dan menyebabkan penderitanya sesak napas.
  • Perdarahan
  • Syok, kondisi yang mengancam nyawa dan disebabkan oleh kurangnya aliran darah dalam tubuh. Kekurangan tadi mengakibatkan sel serta organ dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Kematian
Belum ada cara pasti untuk mencegah kondisi ini. Kebanyakan kasus tamponade jantung memang tidak dapat dicegah. Itu sebabnya, penting untuk mengenali faktor risiko penyakit pribadi yang dapat menyebabkan tamponade. Dengan demikian, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan secepatnya. Selain itu, ada baiknya juga mengikuti cara-cara berikut untuk mengurangi risiko mengalami tamponade jantung:
  • Sebisa mungkin menghindari paparan terhadap bakteri atau virus yang dapat menginfeksi
  • Menjalani pengobatan secara rutin jika mengidap penyakit seperti lupus atau hipotiroidisme
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan umum (medical check up)
  • Melindungi kesehatan jantung dengan pola makan yang sehat serta rutin berolahraga
  • Tidak merokok
Baca juga: 8 Jenis Olahraga untuk Jantung Ini Mudah Dilakukan!
Segera berkonsultasi dengan dokter atau menuju unit gawat darurat apabila gejala yang Anda rasakan mengarah pada tamponade jantung, terlebih jika Anda mengalami benturan di bagian dada.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda atau orang yang mengantarkan pasien dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  •     Apa saja gejala yang dirasakan?
  •     Kapan gejala pertama kali muncul?
  •     Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait kondisi tamponade jantung?
  •     Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  •     Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah pasien coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tamponade jantung agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/cardiac-tamponade
Diakses pada 21 Oktober 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=7235
Diakses pada 21 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323429
Diakses pada 21 Oktober 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000194.htm
Diakses pada 21 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email