Kulit & Kelamin

Torsio Testis

02 Nov 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Torsio Testis
Torsio testis adalah kondisi ketika testis (buah zakar) terpelintir sehingga memutar pembuluh darah yang menuju ke skrotum. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah menuju testis terhambat. Sebagai akibatnya, testis dapat membengkak dan terasa nyeri hebat secara tiba-tiba..Gangguan medis ini dapat menyerang laki-laki dari berbagai kelompok usia, tapi paling sering terjadi pada usia remaja. Kondisi juga dapat terjadi pada bayi sejak di dalam kandungan. Namun, torsio testis pada bayi jarang terjadiTorsio testis termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera. Penanganan medis berguna untuk mencegah munculnya komplikasi. Sebab ketika aliran darah sudah berhenti terlalu lama, testis dapat mengalami kerusakan parah dan harus diangkat.Apabila ditangani dengan cepat, testis umumnya dapat diselamatkan. 
Torsio Testis
Dokter spesialis Urologi
GejalaNyeri hebat di buah zakar, pembengkakan skrotum, nyeri perut
Faktor risikoUsia 12-18 tahun, riwayat torsio testis sebelumnya, keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG, tes urine
PengobatanOperasi
KomplikasiKerusakan permanen pada testis, infertilitas
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri pada buah zakar yang muncul secara mendadak
Gejala torsio testis yang umum muncul meliputi:
  • Rasa nyeri hebat yang muncul tiba-tiba pada skrotum, yaitu kantung kulit di bawah penis yang berisi buah zakar.
  • Pembengkakan pada skrotum.
  • Nyeri perut.
  • Mual dan muntah.
  • Posisi buah zakar yang lebih tinggi dari normal, atau pada sudut yang tidak biasa
  • Frekuensi berkemih yang lebih sering
  • Demam
Anak laki-laki dengan torsio testis biasanya terbangun tengah malam atau di pagi hari karena rasa nyerinya tidak tertahankan.
Masing-masing buah zakar yang terdapat di dalam skrotum dihubungkan oleh pembuluh darah yang disebut korda spermatika.Torsio testis terjadi ketika korda spermatika terpelintir sehingga memotong aliran darah ke testis. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu sisi buah zakar, dan jarang terjadi sekaligus pada keduanya.Adapun yang menyebabkan terpuntirnya testis belum diketahui secara pasti. Namun, kebanyakan penderita torsio testis adalah laki-laki yang lahir dengan bell clapper deformity, di mana skrotum terlalu longgar karena ukurannya jauh lebih besar dari ukuran testis. Kelainan tersebut menyebabkan testis dapat bergerak secara bebas di dalam skrotum.Akan tetapi, bukan berarti semua laki-laki dengan kelainan tersebut otomatis mengalami torsio testis.Kondisi ini jjuga umumnya dipicu oleh aktivitas fisik berat, cedera ringan yang terjadi pada testis, atau karena pertumbuhan yang cepat saat pubertas.

Faktor risiko

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya torsio testis, meliputi:
  • Usia
    Torsio testis paling sering terjadi pada remaja pria berusia 12 hingga 18 tahun.
  • Riwayat torsio testis
    Torsio testis sering ditemukan pada penderita yang sebelumnya pernah mengalami nyeri testis yang tidak diobati. Semakin sering nyeri tersebut dialami, semakin tinggi risiko terjadinya kerusakan buah zakar.
  • Faktor keturunan
    Seseorang dengan riwayat torsio testis di keluarganya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami torsio testis. 
Dalam memastikan diagnosis torsio testis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang terdiri atas tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Langkah-langkah ini dilakukan dengan cepat karena kondisi ini termasuk kondisi gawat darurat. 
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda derita dan memastikan gejala tersebut disebabkan oleh torsio testis dan bukan penyakit lain.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada skrotum, testis, perut, dan selangkangan Anda. Dokter juga akan melakukan uji refleks dengan cara menggosok lembut atau mencubit paha bagian dalam.Normalnya, buah zakar akan mengalami kontraksi ketika tindakan tersebut dilakukan. Namun pada kondisi torsio testis, refleks ini tidak akan terjadi.
  • Pemeriksaan penunjang

Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Misalnya, tes darah dan tes urine untuk melihat ada tidaknya tanda infeksi, serta USG pada buah zakar guna memeriksa aliran darah yang terjepit.
Penanganan torsio testis yang utama adalah dengan operasi. Operasi dilakukan di bawah pengaruh obat bius total. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada skrotum, membebaskan pembuluh darah testis yang terpuntir, dan melekatkan satu atau kedua testis ke bagian dalam skrotum bila dibutuhkan.Pada beberapa kondisi, dokter mungkin dapat memperbaiki testis yang terpuntir dengan mendorong skrotum secara manual. Metode ini disebut manual detorsi. Meski begitu, operasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi lagi.Semakin cepat testis yang terpuntir dikembalikan ke posisi semula, semakin besar kemungkinan testis untuk diselamatkan. Apabila nyeri testis dibiarkan selama enam jam, operasi pengangkatan testis mungkin diperlukan.

Perawatan pasca operasi

Jahitan yang didapat saat operasi tidak perlu dicopot lagi karena nantinya jahitan akan melebur dan bersatu dengan kulit. Namun setelah operasi tubuh tetap memerlukan proses pemulihan yang dapat dilakukan dengan cara:
  • Kompres dingin
    Setelah operasi, skrotum pasien biasanya akan membengkak selama 2-4 minggu. Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, skrotum dapat dikompres dingin dengan handuk yang telah direndam di air dingin selama 10-20 menit per hari.
  • Jaga kebersihan area bekas luka operasi
    Luka bekas operasi juga bisa mengeluarkan cairan selama 1-2 hari. Untuk itu, area sekitar luka ini perlu dijaga kebersihannya. Cuci area tersebut menggunakan air hangat serta sabun.
  • Hindari aktivitas tertentu
    Aktivitas seksual tak boleh dilakukan dulu selama beberapa minggu setelah operasi. Di samping itu, aktivitas olahraga atletik serta mengangkat beban berat juga mesti dihindari pasien. 
  • Obat-obatan
    Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengatasi nyeri pasca operasi. Selain itu, dokter mungkin akan memberikan obat pereda mual untuk meredakan mual akibat efek operasi. 

Komplikasi

Torsio testis yang tidak ditangani dengan segera dapat meningkatkan risiko sejumlah komplikasi, antara lain: 
  • Infeksi
    Jika jaringan pada buah zakar menjadi mati atau rusak berat karena torsio testis, kondisi bernama gangrene dapat terjadi. Gangrene adalah infeksi yang mengancam nyawa, dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh hingga menimbulkan reaksi syok.
  • Kemandulan
    Jika torsio testis merusak kedua buah zakar, risiko kemandulan dapat meningkat karena testis membutuhkan aliran darah untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron. Meski begitu, esuburan biasanya tidak akan terpengaruh jika hanya  satu buah zakar saja yang terpuntir
  • Kelainan kosmetik (tampilan)
    Risiko komplikasi lainnya dari torsio testis adalah hilangnya satu buah zakar. Hal ini dapat memengaruhi psikologis pasien, seperti menurunkan kepercayaan diri karena menganggap bahwa tubuh tak lagi sempurna serta berbeda dari orang kebanyakan.
  • Atrofia
    Atrofia adalah kondisi di mana salah satu jaringan dalam tubuh menjadi amat kecil ukurannya. Jika terjadi pada buah zakar, sperma tak lagi dapat diproduksi.
  • Kematian jaringan buah zakar
    Jaringan buah zakar yang pembuluh darahnya terpelintir akan menjadi rusak berat dalam beberapa jam saja jika tidak segera ditangani. Semakin lama jaringan yang sakit dibiarkan, semakin besar kemungkinan jaringan tersebut tak dapat lagi digunakan.
Penyebab torsio testis tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, mengenakan pelindung yang tepat saat berolahraga adalah langkah yang baik untuk menghindari cedera yang mungkin terjadi pada testis.Jika Anda sudah menjalani operasi untuk torsio testis, jahitan yang ditempatkan di dalam akan membantu mencegah kondisi ini untuk kembali terjadi
Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami nyeri pada testis yang parah dan muncul secara mendadak. Penanganan harus dilakukan secepatnya untuk mencegah kerusakan parah pada testis yang terpuntir.Jika mengalami nyeri testis yang muncul tiba-tiba kemudian hilang sendiri, sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter. Gejala ini bisa terjadi ketika testis terpuntir dan kembali ke posisi normalnya sendiri. Operasi kerap diperlukan untuk mencegah kambuhnya masalah ini.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apa yang sedang Anda lakukan ketika gejala tersebut pertama kali terasa?
  • Apakah gejala tersebut terjadi secara terus-menerus atau hilang dan timbul?
  • Adakah hal yang memperburuk atau meringankan gejala tersebut?
  • Apakah gejala ini pernah terjadi sebelumnya?
  • Adakah anggota keluarga Anda yang pernah mengalami hal yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter juga melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis torsio testis. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
Urology Care Foundation. https://urologyhealth.org/urologic-conditions/testicular-torsion
Diakses pada 8 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-torsion/symptoms-causes/syc-20378270
Diakses pada 8 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/men/what-is-testicular-torsion#1
Diakses pada 23 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/190514.php
Diakses pada 23 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/testicular-torsion#complications
Diakses pada 8 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email