Penyakit Lainnya

Trigger Finger

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Trigger Finger
Ruas jari yang mengalami trigger finger cenderung kaku pada posisi tertentu.
Trigger finger adalah peradangan  pada tendon (jaringan pengikat tulang dan otot) yang menyebabkan sensasi nyeri ketika satu atau beberapa jari ditekuk atau diluruskan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan jari tangan kaku pada posisi tertentu hingga tak bisa digerakkan.Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau beberapa jari sekaligus.Jari yang paling sering terdampak adalah ibu jari, jari manis, dan kelingking. Trigger finger dapat terjadi pada salah satu sisi tangan atau keduanya. Namun, trigger finger lebih umum terjadi pada tangan kanan.Dalam dunia medis trigger finger dikenal juga dengan istilah stenosing tenosynovitis, stenosing tenovaginosis, atau jari pelatuk.
Trigger Finger
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaJari terasa kaku di pagi hari, bunyi 'klik' ketika jari digerakkan, jari terasa nyeri jika disentuh
Faktor risikoWanita, usia >40 tahun, riwayat rheumatoid arthritis
Metode diagnosisAnamnesis dan pemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, pemasangan splint, operasi
ObatIbuprofen, naproxen, injeksi steroid
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala trigger finger
Beberapa gejala trigger finger meliputi:
  • Jari terasa kaku, terutama di pagi hari.
  • Terdengar bunyi ‘klik’ ketika jari digerakkan.
  • Jari terasa nyeri jika disentuh.
  • Muncul benjolan pada pangkal jari yang terdampak.
  • Jari mendadak bengkok dan tidak bisa diluruskan.
Tingkat keparahan gejala trigger finger bisa ringan hingga berat. Penyakit ini juga dapat berkembang semakin parah.
Penyebab trigger finger adalah peradangan pada tendon jari atau lapisan pelindung tendon yang menyebabkan pembengkakan.Pembengkakan akan mengurangi ruang gerak tendon dalam lapisan pelindung tendon, sehingga jari tidak dapat bergerak dengan leluasa. Pembengkakan jugalah yang menyebabkan terbentuknya benjolan nyeri di pangkal jari dan menimbulkan bunyi ‘klik’ ketika jari digerakkan.Penyebab peradangan yang memicu trigger finger umumnya tidak diketahui pasti. Namun, beberapa faktor berikut diduga berpengaruh: 
  • Jenis kelamin: wanita lebih sering mengalami trigger finger.
  • Pengaruh usia: kondisi ini lebih umum terjadi pada usia 40 tahun ke atas.
  • Kondisi medis tertentu: Jari kaku biasanya menjadi salah satu gejala dari diabetes, rematik (rheumatoid arthritis), psoriasis arthritis, amyloidosis, hipotiroidisme, sarcoidosis, carpal tunnel syndrome, dan banyak lagi.
  • Operasi: trigger finger termasuk salah satu komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi untuk menangani carpal tunnel syndrome. 
 
Diagnosis trigger finger ditentukan berdasarkan proses tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan gejala Anda secara detail serta faktor risiko terkait trigger finger yang Anda miliki.Biasanya, rontgen atau tes lain tidak diperlukan. Tapi Anda akan diminta untuk menggerakkan jari. Selama pemeriksaan, dokter akan menganalisa beberapa hal berikut:
  • Rasa nyeri yang berasal dari atas selubung tendon fleksor di telapak tangan. 
  • Penebalan atau pembengkakan selubung tendon.
  • Reaksi yang muncul saat Anda menekuk dan meluruskan jari.
Penanganan trigger finger tergantung dari tingkat keparahan dan durasinya. Beberapa langkah pengobatan yang mungkin diberikan oleh dokter meliputi: 
  • Mengistirahatkan jari
    Anda akan disarankan untuk tidak menggunakan maupun menggerakkan jari selama beberapa waktu.
  • Mengonsumsi obat-obatan
    Dokter bisa meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Contohnya, ibuprofen atau naproxenOAINS dapat meredakan rasa nyeri, dan mengurangi inflamasi serta pembengkakan pada jari yang mengalami trigger finger.
  • Memasang bidai (splint)
    Penderita bisa diminta untuk memakai bidai di jari saat tidur selama enam minggu. Langkah ini dilakukan agar jari tidak banyak bergerak atau terlalu meregang, sehingga tendon bisa beristirahat.
  • Melakukan latihan peregangan jari
    Dokter juga bisa mengajarkan Anda untuk melakukan latihan peregangan sederhana guna mencegah kekakuan pada sendi jari.
  • Tindakan medis
    Jika berbagai perawatan di atas tidak membuahkan hasil, dokter mungkin menyarankan beberapa prosedur seperti:
    • Injeksi steroid. Suntikan obat steroid di dekat atau ke dalam selubung tendon dapat mengurangi peradangan dan memungkinkan tendon bergerak bebas. Tindakan ini termasuk ke dalam pengobatan trigger finger yang paling umum. Biasanya efektif selama satu tahun atau lebih. Namun, sebagian orang mungkin membutuhkan lebih dari satu suntikan. Sayangnya, bagi penderita diabetes, suntikan steroid cenderung kurang efektif. 
    • Percutaneous release, pada prosedur ini, dokter akan membius telapak tangan, kemudian jarum kokoh akan dimasukkan ke dalam jaringan di sekitar tendon yang terdampak. Proses ini dapat membantu memecahkan penyempitan yang menghalangi gerakan halus tendon.
    • Operasi. Beberapa kasus trigger finger bahkan memerlukan operasi tergantung dari rasa nyeri yang dirasakan dan berkurangnya fungsi jari. Umumnya, operasi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dekat pangkal jari, lalu membuka lapisan pelindung tendon dengan tujuan melepaskan sebuah bagian di jari agar tendon bisa bergerak lebih leluasa.
Trigger finger dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang meningkatkan risikonya. Misalnya, tidak sering meregangkan jari serta mengendalikan penyakit yang mungkin memicunya.
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala trigger finger atau kejanggalan lain pada jari.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trigger finger?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis trigger finger. Setelah diagnosis positif dan penyebabnya diketahui, dokter bisa menganjurkan pengobatan yang sesuai.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/trigger-finger/
Diakses pada 7 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1244693-overview
Diakses pada 5 Desember 2019
Web MD. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/trigger-finger
Diakses pada 7 September 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/diagnosis-treatment/drc-20365148
Diakses pada 7 September 2021
American Academy of Orthopaedic Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/trigger-finger
Diakses pada 7 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email