Gigi & Mulut

Trismus

30 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Trismus
Trismus adalah suatu kondisi ketika rahang kaku dan terasa sakit ketika membuka mulut lebih lebar dari dua jari (3,5 cm). Akibatnya, penderita trismus akan kesulitan untuk berbicara, makan, menyikat gigi, atau menelan.Umumnya, trismus disebabkan oleh cedera otot-otot pengunyah yang disebut otot mastikasi. Ketika cedera, otot mastikasi akan berkontraksi dan meradang sehingga membuat rahang terasa terkunci karena sakit ketika digerakkan. Oleh sebab itu, kondisi ini juga disebut dengan istilah lockjaw atau rahang terkunci. Dalam kebanyakan kasus, trismus bersifat sementara dan dapat sembuh sekitar 2 minggu. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, trismus bisa saja memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama atau bahkan menjadi kondisi yang permanen.Baca juga: Mengenal Anatomi Serta Fungsi Tulang Rahang Atas dan Bawah Manusia
Trismus
Dokter spesialis Gigi, Fisioterapi, Ortopedi
GejalaRasa sakit di rahang, kram dan kaku di rahang, kesulitan membuka mulut
Faktor risikoMengalami kecelakaan di rahang, memiliki infeksi, mengidap kanker
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, MRI
PengobatanObat-obatan, fisioterapi, latihan gerakan rahang
ObatPelemas otot, pereda nyeri, obat antiinflamasi
KomplikasiMasalah kebersihan mulut, malnutrisi dan dehidrasi, selulitis
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan rahang kaku dan tidak bisa membuka mulut
Gejala utama trismus adalah kesulitan untuk membuka mulut sepenuhnya. Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, pasien trismus akan mulai merasakan kesulitan atau kesakitan ketika membuka mulut selebar 3,5 cm atau kurang.Di samping itu, terdapat pula gejala lain yang mungkin terjadi, antara lain:
  • Rasa sakit di rahang, bahkan ketika tidak sedang digerakkan
  • Kram di rahang
  • Kesulitan atau merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas yang mengharuskan membuka mulut lebar-lebar, misalnya saat sikat gigi atau menggigit apel.
  • Ketidakmampuan untuk mengunyah atau menelan makanan tertentu
  • Nyeri otot
  • Ketegangan atau kekakuan otot
  • Sakit kepala
  • Sakit telinga
Banyak hal yang dapat menyebabkan trismus. Pada umumnya, trismus dapat terjadi ketika ada kerusakan atau cedera pada otot rahang. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut:1. CederaCedera dapat menyebabkan rahang kaku sehingga sulit untuk dibuka atau ditutup. Beberapa jenis cedera yang bisa menjadi penyebab lockjaw, antara lain:
  • Hematoma, yakni penumpukan darah di luar pembuluh darah. 
  • Rahang yang patah atau bergeser
  • Dislokasi sendi sendi temporomandibular (TMJ) yakni ketika tulang rahang keluar dari posisi normalnya.
  • Tumbuhnya Intraarticular bone islands, yaitu lesi tulang akibat adanya pemadatan tulang yang berlebihan.
  • Cedera langsung pada otot pengunyahan
2. Peradangan (inflamasi)Beberapa kondisi yang menyebabkan peradangan di tulang, sendi, atau otot di area mulut dapat menyebabkan trismus, termasuk ke dalamnya adalah:
3. Infeksi  Sejumlah infeksi dapat menyebabkan rahang terkunci, misalnya:
4. Efek samping tindakan medis tertentuTrismus dapat terjadi akibat efek samping dari tindakan medis tertentu. Biasanya karena penggunaan alat medis, seperti jarum anestesi atau sinar radiasi yang diberikan saat tindakan secara tidak sengaja merusak jaringan di sekitarnya. Hal ini menyebabkan rahang kaku.Jenis tindakan medis yang dapat menyebabkan trismus di antaranya:
  • Operasi mulut dan rahang
  • Operasi gigi bungsu, terutama gigi bungsu bawah
  • Radioterapi untuk kanker kepala dan leher
5. Penyakit bawaan Penyakit bawaan seperti Pierre Robin syndrome atau Trismus-pseudocamptodactyly syndrome dapat menyebabkan bentuk rahang yang abnormal sehingga menyebabkan trismus. 6. Tumor dan kanker Tumor atau kanker yang tumbuh di area kepala dan leher seperti karsinoma faring atau tumor kelenjar parotis dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada rahang. Kondisi ini bisa menyebabkan rahang kaku yang memicu trismus. 7. Penyebab lainnyaMenurut penelitian yang diterbitkan oleh Statpearls, beberapa kondisi berikut juga dilaporkan dapat menjadi penyebab trismus, antara lain:
  • Epilepsi
  • Parkinson
  • Efek samping obat (fenotiazin, metoklopramid, antidepresan trisiklik)
  • Hipokalsemia, hipomagnesemia, alkalosis respiratorik
  • Gangguan konversi
 Risk Factors (Faktor risiko)Trismus dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya rahang kaku, yaitu:
  • Mengidap kanker kepala atau leher
  • Menjalani perawatan radiasi untuk kanker kepala atau leher
  • Menjalani operasi mulut seperti operasi gigi bungsu 
  • Mengalami cedera pada mulut atau rahang 
  • Memiliki jenis infeksi mulut tertentu
Dalam mendiagnosis trismus, dokter akan menanyakan gejala yang pasien rasakan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengukur seberapa lebar pasien dapat membuka mulut. Pemeriksaan penunjang seperti tes pemindaian berupa CT scan atau MRI juga dapat dilakukan untuk mencari tanda-tanda kanker mulut, kelainan tulang dan sendi, atau jaringan abnormal lainnya di rahang yang dapat menyebabkan trismus. Baca jawaban dokter: Mengapa rahang saya sakit ketika makan makanan yang asam?
Trismus lebih sering bersifat sementara daripada permanen. Semakin dini memulai perawatan, semakin baik peluang untuk pemulihannya. Beberapa pilihan pengobatan trismus meliputi:1. Penggunaan perangkat peregangan rahangPerangkat ini biasanya diberikan oleh fisioterapis yang akan diletakkan pas di antara rahang atas dan bawah. Fisioterapis akan memberi tahu Anda jenis peregangan mana yang harus dilakukan dan seberapa sering dilakukan.2. Obat-obatan Dokter dapat merekomendasikan atau meresepkan pelemas otot, pereda nyeri, atau obat antiinflamasi. Beberapa penelitian menyarankan bahwa menggabungkan kortikosteroid dan obat antiinflamasi nonsteroid efektif untuk mengurangi trismus yang diakibatkan operasi.3. FisioterapiFisioterapi atau terapi fisik untuk trismus biasanya melibatkan pemijatan dan peregangan rahang untuk membantu mengendurkan otot dan mengurangi rasa sakit. 4. Penyesuaian pola makanDokter akan menganjurkan pasien untuk mengikuti pola makan (diet) dengan makanan bertekstur lunak dan menghindari makanan keras dan renyah untuk mencegah rahang bekerja keras.5. AkupunkturMeskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, beberapa penelitian menyebutkan bahwa akupunktur dapat merelaksasi otot dan mengatasi nyeri pada masalah otot rahang.6. Terapi kraniosakral Terapi kraniosakral adalah pengobatan alternatif yang dirancang untuk melancarkan aliran cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang. Suatu studi yang diterbitkan oleh BMC Musculoskeletal Disorders menyatakan terapi ini terbukti dapat membantu mengurangi rasa sakit kronis. Terapi kraniosakral sering dilakukan oleh ahli tulang, terapis pijat, dan ahli osteopati.7. Melatih gerakan rahang dengan latihan trismus (trismus exercises)Ada beberapa latihan yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan akibat lockjaw dengan gerakan peregangan rahang. Latihan ini dapat diulang beberapa kali sepanjang hari.Pastikan untuk memijat otot rahang dengan gerakan memutar selama 30-40 detik sebelum mencoba latihan ini untuk membantu mengendurkan otot rahang.Berikut adalah beberapa latihan trismus yang dapat Anda praktikkan:
  • Buka mulut Anda selebar mungkin, tahan selama 10 detik, lalu tutup. Ulangi 5 kali.
  • Buka mulut Anda selebar mungkin, gerakkan rahang Anda ke kanan, lalu tutup. Ulangi 5 kali dan kemudian lakukan latihan yang sama dengan gerakan rahang ke kiri.
  • Regangkan leher Anda dengan menggerakkan kepala ke depan dan ke belakang, lalu berbelok ke kiri dan ke kanan. Tekuk kepala Anda dan tekan telinga ke bahu, tahan selama 20-30 detik sebelum mengulang gerakan di sisi lain. Ulangi 5 kali di setiap sisi.
Pengobatan rumahanSetelah menerima pengobatan medis, Anda dapat melakukan beberapa cara mengatasi lockjaw di rumah untuk mencegah kondisi ini semakin memburuk, seperti:
  • Pijat di area rahang yang sakit dengan gerakkan jari melingkar selama sekitar 30 detik.
  • Regangkan leher dengan menyentuhkan dagu ke dada, tahan selama 30 detik, lalu tarik kepala ke belakang dan tahan selama 30 detik lagi. 
  • Hindari mengatupkan rahang atau menggeretakkan gigi. Hal ini dapat memperburuk rasa nyeri dan bisa menyebabkan sesak.
  • Minum suplemen yang mengandung magnesium. Magnesium adalah mineral penting yang terlibat dalam regulasi nyeri. 
  • Batasi asupan kafein karena dapat mengencangkan otot rahang yang akan memperparah trismus. Bagi sebagian orang, kafein juga dapat menyebabkan kecemasan yang juga memicu gerakan rahang mengatup.
  • Kompres panas dengan menempatkan handuk panas dan lembab di rahang selama 15 menit setiap jam untuk mengendurkan otot dan meningkatkan aliran darah.
Komplikasi Jika tidak ditangani dengan baik, trismus dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk ke dalamnya adalah:
  • Masalah kebersihan mulut yang menyebabkan bau mulut (halitosis), karies gigi (gigi berlubang), atau infeksi di mulut.
  • Malnutrisi dan dehidrasi akibat rahang kaku pada trismus menyebabkan pasien sulit  menggigit, mengunyah, atau menelan makanan dengan benar.
  • Selulitis akibat trismus yang disebabkan infeksi.
Cara mencegah trismus yang paling utama adalah dengan menghindari cedera pada otot rahang, misalnya dengan cara berikut:
  • Gunakan pelindung saat berolahraga (seperti helm atau peralatan pelindung wajah lainnya). 
  • Berhati-hati saat makan, menguap, atau tertawa, agar tidak membuka mulut terlalu lebar. 
  • Mengurangi stres dan kecemasan untuk mencegah nyeri rahang, misalnya dengan latihan pernapasan, yoga, atau meditasi
  • Batasi makanan yang menyebabkan rahang bekerja lebih keras dalam mengunyah seperti daging panggang, permen, wortel mentah, atau kacang.
  • Melakukan perawatan yang disarankan setelah menjalani radioterapi atau pengobatan kanker lainnya untuk menghindari komplikasi seperti trismus.
Baca juga: Hindari Cedera Mulut dan Gigi dengan Menggunakan Mouth Guard
Hubungi dokter bila Anda mengalami cedera otot rahang, merasa rahang kaku dan nyeri saat disentuh, atau kesulitan membuka dan menutup mulut. Jangan pernah mencoba mengembalikan susunan rahang sendiri karena dapat berbahaya dan justru memperparah kondisi.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda baru-baru ini menjalani perawatan atau prosedur pada gigi?
  • Apakah Anda baru-baru ini mengalami cedera di area rahang dan mulut, misalnya, jika Anda mengalami benturan di rahang akibat dipukul atau kecelakaan olahraga atau kendaraan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat operasi sebelumnya atau baru-baru ini menjalani terapi radiasi di kepala dan leher Anda?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis trismus agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
StatPearls . https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493203/
Diakses pada 24 Maret 2022
International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16280237/
Diakses pada 24 Maret 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/trismus
Diakses pada 24 Maret 2022
BMC Musculoskeletal Disorders. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31892357/
Diakses pada 24 Maret 2022
European Journal of Dentistry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7536091/
Diakses pada 24 Maret 2022
The Indian Journal of Dental Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4836092/
Diakses pada 24 Maret 2022
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/trismus#summary
Diakses pada 24 Maret 2022
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/best-exercises-trismus
Diakses pada 24 Maret 2022
Support Care Cancer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3584250/
Diakses pada 24 Maret 2022
International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16280237/
Diakses pada 24 Maret 2022
Canadian Cancer Society. https://cancer.ca/en/treatments/side-effects/trismus
Diakses pada 24 Maret 2022
Oral Cancer Foundation. https://oralcancerfoundation.org/complications/trismus/
Diakses pada 24 Maret 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email