Penyakit Lainnya

Trombositopenia

12 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Trombositopenia
Jumlah keping darah pada penderita trombositopenia lebih sedikit dibanding normal.
Trombositopenia adalah kondisi dimana kadar trombosit didalam tubuh lebih rendah daripada kadar normal, yaitu di bawah 150.000 trombosit per mikroliter. Kadar trombosit yang normal didalam tubuh adalah berkisar antara 150.000-450.000 trombosit per mikroliter.Trombositopenia ringan biasanya belum mengakibatkan masalah kesehatan atau perdarahan. Namun, jika Anda mengalami pendarahan secara berlebihan, biasanya pada kadar trombosit dibawah 50.000 per mikroliter, maka Anda perlu berhati-hati dan membutuhkan pengobatan segera.Trombosit atau yang disebut juga sebagai platelet (sel keping darah) berfungsi untuk menghentikan perdarahan dengan membantu pembekuan darah dan menutupi pembuluh darah yang rusak. Gumpalan darah yang terjadi biasanya disebut dengan trombus. 
Trombositopenia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMudah memar, bintik-bintik merah pada kulit (petekie), perdarahan yang lama saat luka
Faktor risikoPengidap kanker, anemia aplastik, penyakit autoimun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, aspirasi sumsum tulang
PengobatanTransfusi darah, obat-obatan, operasi
ObatKortikosteroid, terapi imunoglobulin
KomplikasiPendarahan internal
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala yang mengarah pada trombositopenia
Gejala yang dialami tergantung pada jumlah trombosit dalam tubuh. Pada trombositopenia ringan seperti pada kehamilan, biasanya tidak akan menyebabkan gejala, dan seringkali ditemukan ketika menjalani pemeriksaan darah rutin.Pada trombositopenia yang lebih berat dapat menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol, maka dibutuhkan penanganan medis segera.

Gejala umum

  • Mudah mengalami memar berwarna merah, ungu atau coklat secara berlebihan (purpura)
  • Mengalami pendarahan pada kulit yang ditandai dengan bintik-bintik merah keunguan (petekie)
  • Mengalami pendarahan yang berlangsung lama saat luka atau tidak dapat berhenti dengan sendirinya
  • Mengalami pendarahan pada gusi dan hidung Anda
  • Mengalami pendarahan menstruasi dalam jumlah yang banyak
  • Mudah merasa lelah
  • Pembengkakan pada limpa
  • Kulit dan mata menjadi berwarna kuning (jaundice)

Gejala pada kasus yang lebih serius

  • Darah di dalam urin
  • Darah di dalam feses atau tinja yang dapat berwarna merah atau hitam seperti tar
  • Pendarahan melalui anus
  • Muntah yang terdapat darah atau berwarna hitam
Walaupun jarang, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan pada otak. Jika jumlah trombosit rendah dan mengalami sakit kepala atau gejala neurologis lainnya, segera hubungi dokter atau cari bantuan medis. 
Penyebab utama trombositopenia adalah faktor keturunan. Ini berarti, kondisi ini diturunkan oleh orang tua pada anaknya.Selain itu, trombositopenia juga bisa disebabkan oleh:

Gangguan pada sumsum tulang

Sumsum tulang belakang merupakan jaringan seperti sponge yang terletak didalam tulang belakang dan berfungsi untuk memproduksi komponen darah seperti trombosit. Apabila tulang sumsum tidak menghasilkan trombosit yang cukup maka Anda akan kekurangan jumlah trombosit. Kondisi  ini dapat disebabkan oleh :
  • Menderita anemia aplastik
  • Kebutuhan vitamin B-12 yang tidak tercukupi (defisiensi vitamin B12)
  • Kebutuhan folat yang tidak tercukupi (defisiensi asam folat)
  • Kurangnya zat besi pada tubuh (defisiensi zat besi)
  • Terinfeksi virus seperti human immunodeficiency virus, virus Epstein-Barr dan cacar air
  • Pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi
  • Paparan terhadap bahan kimia yang beracun seperti pestisida, arsenic dan benzene.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Riwayat penyakit hati seperti sirosis
  • Menderita kanker seperti leukemia
  • Menderita myelodysplasia
  • Kelainan genetik seperti sindrom Wiskott Aldrich dan May – Hegglin anomaly.
  • Obat – obatan seperti chloramphenicol, aspirin ataupun ibuprofen.

Peningkatan penghancuran trombosit

Biasanya trombosit dapat bertahan hidup dalam tubuh selama 10 hari pada tubuh yang sehat. Trombosit rendah juga dapat disebabkan oleh  tubuh yang banyak menghancurkan trombosit walaupun sumsum tulang belakang memproduksi cukup trombosit.Kondisi ini dapat diakibatkan oleh efek samping dari obat-obatan seperti diuretik, heparin, quinine, antibiotik yang mengandung sulfa dan obat anti kejang. Beberapa hal ini juga dapat menimbulkan gangguan tersebut, yaitu:
  • Menderita gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel–sel sehat dari tubuh, dan apabila trombosit yang diserang, maka akan terjadi trombositopenia.
Salah satu penyakit autoimun adalah immune thrombocytopenia (atau disebut juga ITP – Idiopatik Trombositopenia Purpura) dimana merupakan gangguan perdarahan yang terjadi ketika darah tidak membeku seperti yang seharusnya. Selain itu, penyakit autoimun lainnya seperti lupus eritematosus dan rheumatoid arthritis dapat menyebabkan trombositopenia.
  • Sekitar 5% dari wanita hamil mengalami trombositopenia ringan yang akan membaik setelah melahirkan,
  • Infeksi bakteri yang masuk kedalam darah (bakterimia).
  • Infeksi virus seperti mononucleosis atau cytomegalovirus.
  • Menderita trombotic trombositopenia  purpura (TTP) merupakan kondisi darah yang jarang, dimana terbentuknya bekuan darah tiba – tiba pada pembuluh darah kecil tubuh, termasuk pembuluh darah pada otak, ginjal dan jantung.
  • Menderita sindrom uremik hemolitik. Gangguan yang jarang terjadi, ini menyebabkan penurunan ekstrim dari trombosit, kerusakan sel darah merah dan gangguan fungsi ginjal.
  • Menderita koagulasi intravaskular diseminata (DIC atau Disseminated Intravascular Coagulation) dimana terjadi penggumpalan darah secara mendadak di seluruh tubuh.
  • Trombosit dapat hancur ketika melewati katup jantung buatan, transplantasi pembuluh darah, mesin yang digunakan untuk transfusi darah, atau karena operasi bypass pada jantung.

Limpa menyimpan terlalu banyak trombosit

Biasanya, 1/3 dari jumlah trombosit tubuh disimpan di dalam limpa. Tetapi apabila limpa tersebut membesar (splenomegali), maka semakin banyak trombosit yang akan tersimpan di dalam limpa tersebut.Pembesaran limpa dapat disebabkan oleh kanker atau penyakit hati yang berat seperti sirosis, dimana terbentuk jaringan parut pada hati.Selain itu, kondisi ini dapat pula disebabkan oleh myelofibrosis, dimana terjadi jaringan parut pada sumsum tulang belakang, sehingga tidak dapat memproduksi sel – sel darah yang diperlukan oleh tubuh. Kondisi ini juga bisa dialami oleh pasien cedera sumsum tulang belakang. 

Faktor risiko trombositopenia

Beberapa faktor risiko trombositopenia meliputi:
  • Menderita jenis kanker tertentu, anemia aplastik, atau penyakit autoimun
  • Terkena bahan kimia beracun tertentu
  • Memiliki reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  • Memiliki virus tertentu
  • Memiliki kondisi genetik tertentu
  • Ibu hamil
  • Suka mengonsumsi alkohol
 
Diagnosis trombositopenia dilakukan dokter dengan beberapa cara berikut ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko, serta riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik 

Untuk mencari tanda-tanda spesifik seperti memar atau bintik-bintik perdarahan pada kulit, pembengkakan perut, serta gejala infeksi seperti demam.
  • Tes darah

Tes darah lengkap dilakukan untuk mengetahui jumlah trombosit pasien. Pada trombositopenia, kadar trombositnya akan berada di bawah normal.
  • Pemeriksaan apusan darah

Pemeriksaan ini bertujuan melihat struktur trombosit pasien melalui mikroskop.
  • Pemeriksaan sumsum tulang belakang

Pemeriksaan sumsum tulang belakang bisa dilakukan melalui aspirasi atau biopsi. Aspirasi sumsum tulang belakang akan menunjukkan penyebab sumsum tulang tidak memproduksi jumlah sel darah yang cukup.Sedangkan biopsi bertujuan memeriksa jumlah dan jenis sel yang terdapat di dalam sumsum tulang belakang pasien.
  • Tes pembekuan darah

Tes pembekuan darah dianjurkan jika dokter mencurigai adanya gangguan perdarahan.
  • USG

Jika mencurigai bahwa limpa pasien membesar, dokter bisa menyarankan USG. Tes ini akan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambaran tentang limpa Anda. Ini dapat membantu dokter Anda menentukan apakah limpa Anda memiliki ukuran yang tepat. 
Cara mengobati trombositopenia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan tingkat keparahan kondisi Anda. Jika kondisi Anda ringan, dokter Anda mungkin n menunda pengobatan dan hanya memantau kondisi.Untuk mencegah penyakit ini menjadi semakin memburuk dengan  beberapa cara,  yaitu:
  • Mengurangi olahraga yang mengharuskan kontak tubuh satu dengan lainnya
  • Menghindari aktivitas yang mempunyai peluang untuk mengalami perdarahan atau memar
  • Mengurangi atau membatasi konsumsi alkohol
  • Berhenti atau mengganti obat yang dapat berdampak pada trombosit seperti aspirin dan ibuprofen
Apabila Anda memiliki jumlah trombosit yang sangat rendah (trombositopenia berat), maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah:
  • Transfusi darah atau trombosit digunakan untuk mengobati orang dengan perdarahan aktif atau yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami perdarahan
  • Berhenti mengonsumsi obat yang menyebabkan jumlah trombosit menjadi rendah
  • Pemberian kortikosteroid dapat memperlambat proses kerusakan trombosit
  • Pemberian immunoglobulin
  • Mengonsumsi obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh anda
  • Pembedahan untuk mengangkat limpa biasanya dilakukan pada orang dewasa dengan ITP (idiopatic trombositopenia purpura)
 

Komplikasi trombositiopenia

Komplikasi trombositopenia yang mungkin terjadi meliputi:
  • Kehilangan darah internal dan eksternal yang signifikan, atau perdarahan
  • Pendarahan internal ke saluran pencernaan atau otak (perdarahan interkranial)
 
Cara mencegah trombositopenia yang bisa dilakukan meliputi:
  • Hindari obat-obatan yang mengencerkan darah dan meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin, naprosyn, dan ibuprofen
  • Membatasi olahraga yang dapat menyebabkan cedera, memar, dan pendarahan
  • Minimalkan kontak dengan bahan kimia beracun
  • Berhati-hati saat mencukur, menyikat gigi, dan membuang ingus
  • Batasi asupan alkohol yang memperlambat produksi trombosit dan menyebabkan kerusakan hati
 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.Selain itu, segera periksakan kondisi ke dokter jika Anda mengalami pendarahan yang tidak berhenti. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trombositopenia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis trombositopenia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombocytopenia
Diakses pada 6 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombocytopenia/symptoms-causes/syc-20378293
Diakses pada 6 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/thrombocytopenia-causes-treatment#1
Diakses pada 6 Desember 2019
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/thrombocytopenia
Diakses pada 6 Desember 2019
Cancer Net. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/side-effects/low-platelet-count-or-thrombocytopenia
Diakses pada 6 Desember 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/blood-disorders/platelet-disorders/overview-of-thrombocytopenia
Diakses pada 6 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000586.htm
Diakses pada 6 Desember 2019
National, Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/thrombocytopenia
Diakses pada 12 Mei 2021
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14430-thrombocytopenia
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email