Infeksi

Tuberkulosis Milier

27 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tuberkulosis Milier
TB milier rentan dialami orang-orang yang berusia lanjut dan anak-anak.
Tuberkulosis milier adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang telah menyebar ke organ tubuh selain paru-paru. TB milier merupakan jenis TB ekstra paru, yang merupakan komplikasi dari penyakit TBC itu sendiri. Jenis TB ini dapat memengaruhi organ mana pun, termasuk hati, kelenjar getah bening, dan meninges (selaput tipis pelindung otak). TB milier umum ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil yang menyebar di paru-paru. Tuberkulosis milier termasuk penyakit komplikasi TBC yang jarang terjadi. Namun, kejadiannya cenderung sering ditemui pada orang-orang berusia lanjut, anak-anak, atau orang yang memiliki sistem imun lemah. TB milier dapat berakibat fatal. Istilah milier itu sendiri pertama kali dicetuskan oleh John Jacob Manget di tahun 1700, berdasarkan temuan autopsi seorang pasien TB. Pada jaringan yang diperiksa, ditemukan keberadaan nodul atau bintik-bintik kecil serupa biji milet (sejenis sereal) yang tak terhitung jumlahnya. Berdasarkan hal itu, penyakit ini kemudian dinamakan tuberkulosis milier. 
Tuberkulosis Milier
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Paru
GejalaDemam, batuk disertai darah, berat badan menurun
Faktor risikoAnak usia di bawah 4 tahun, lansia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes dahak, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatObat anti tuberkulosis (OAT), steroid
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala seperti TB milier
TB milier ditandai dengan sejumlah gejala yang cukup umum, seperti:
  • Demam yang berlangsung selama beberapa minggu. Suhu demam akan lebih tinggi pada sore atau malam hari.
  • Menggigil
  • Batuk kering yang kadang disertai darah
  • Keringat di malam hari
  • Kelelahan dan kelemahan kronis
  • Sesak napas yang semakin memburuk
  • Nafsu makan yang rendah
  • Penurunan berat badan
  • Rasa tidak enak badan (malaise)
Jika infeksi telah menyebar ke organ lain, fungsi kerja berbagai organ ini dapat terganggu. Hal ini akan menghasilkan berbagai gejala tambahan, tergantung organ mana yang terpengaruh. Sebagai contoh apabila infeksi menyerang sumsum tulang, sel darah merah penderita akan menurun kadarnya. ika infeksi sudah menjangkiti kulit, akan muncul ruam yang khas di kulit.Baca juga: Ciri-Ciri TBC, Batuk Berdahak hingga Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab
Tuberkulosis milier disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui udara, yaitu Mycobacterium tuberculosisNamun, tidak semua orang yang terinfeksi bakteri ini akan mengalami tuberkulosis milier. Orang-orang yang lebih rentan terkena TB miller adalah:
  • Anak berusia di bawah empat tahun.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV/AIDS dan diabetes, orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan), serta orang yang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker.
  • Kalangan lanjut usia (lansia).
  • Penderita kanker
  • Malnutrisi
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Riwayat transplantasi
Diagnosis tuberkulosis milier akan ditentukan oleh berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Proses tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda alami, riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis, dan riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita.

Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan pada beberapa sistem organ tubuh Anda.

Pemeriksaan penunjang

Bila mencurigai risiko tuberkulosis milier dari wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang di bawah ini untuk memastikan diagnosis tuberkulosis milier:
  • Tes tuberkulin yang sering disebut juga sebagai tes Mantoux. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan zat khusus bernama PPD pada kulit untuk mendeteksi adanya paparan bakteri penyebab TB.
  • Pemeriksaan sampel dahak (sputum) untuk menganalisa keberadaan bakteri di bawah mikroskop.
  • Pemeriksaan darah lengkap (CBC). Pada kasus TB milier biasanya dapat ditemukan peningkatan maupun penurunan leukosit, serta peningkatan trombosit.
  • Pemeriksaan bronkoskopi yang dilakukan dengan memasukan alat bernama bronkoskop untuk memeriksa adanya bintik-bintik abnormal dalam paru dan saluran napas.
  • Tes pencitraan seperti rontgen dada atau CT scan untuk membantu dokter melihat paru-paru dengan lebih jelas.
Tuberkulosis milier biasanya menyerang bagian lain selain paru. Maka, dokter mungkin juga akan merekomendasikan pemeriksaan terhadap organ lain dengan cara berikut:
  • Tes pencitraan di organ lain dengan  MRI,  CT scan, atau USG.
  • Ekokardiogram untuk mencari infeksi dan cairan di lapisan jantung
  • Pungsi lumbal yang dilakukan dengan mengambil cairan serebrospinal untuk mengetahui penyebab infeksi. 
  • Tes urine untuk mendeteksi keberadaan bakteri
  • Biopsi atau pengambilan sampel dari bagian yang terinfeksi, misalnya cairan selaput paru (pleura), cairan selaput jantung (perikardium), cairan sendi, atau sumsum tulang.
Beberapa jenis pengobatan tuberkulosis milier di bawah ini akan diresepkan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien. Dokter akan mempertimbangkan besaran dosis juga durasi terapi sesuai dengan kebutuhan pasien. Obat yang umum diberikan pada penderita TB milier adalah antibiotik. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis antibiotik atau obat antituberkulosis untuk Anda minum selama 6-9 bulan. Sementara bila Anda mengalami infeksi tuberkulosis meningitis, obat antibiotik sebaiknya diminum selama 9-12 bulan. Antibiotik yang umum diberikan meliputi lini pertama dan lini kedua, jika pasien TB mengalami resisten obat.

Antituberkulosis lini pertama adalah:

  • Isonizaid
  • Rifampisin
  • Pirazinamid
  • Streptomisin
  • Etambutol

Antituberkulosis lini kedua meliputi:

  • Kanamisin 
  • Kapreomisin 
  • Levofloksasin 
  • Etionamide
  • Sikloserin
  • Moksifloksasin
  • PAS
  • Bedaquilin
  • Clofazimin
  • Linezolid
  • Delamanid 

Antituberkulosis pada anak

Pemberian antituberkulosis pada anak diresepkan dalam bentuk paket obat kombinasi dalam dosis tetap. Dalam satu tablet, terdiri dari gabungan 2-3 jenis obat. Pilihan kombinasi tersebut biasanya menggabungkan isoniazid, rifampisin dan pirazinamid pada dua bulan pertama. Dilanjutkan dengan kombinasi isoniazid dan rifampisin pada 4 bulan selanjutnya.Selain antibiotik golongan antituberkulosis, dokter juga mungkin meresepkan kortikosteroid. Obat golongan steroid biasanya diberikan pada pasien TB milier yang juga menderita gangguan napas berat, infeksi pada selaput otak (TB meningitis), iInfeksi selaput jantung, sumbatan jalan napas akibat TB kelenjar (endobronkhial TB), perikarditis TB, serta efusi pleura.Di luar itu, dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat abses yang kadang dapat menjadi komplikasi dari TB milier.Baca jawaban dokter: Pengobatan TB jika alergi obat TB, apakah bisa dengan herbal?
Pencegahan tuberkulosis milier pada prinsipnya sama dengan pencegahan tuberkulosis yang meliputi:
  • Jalani vaksinasi BCG yang dapat mencegah infeksi M.Tuberculosis hingga 80 persen.
  • Gunakan masker saat mengunjungi penderita tuberkulosis agar tidak tertular atau bila menderita tuberkulosis supaya tidak menularkannya pada orang lain.
  • Usahakan agar kamar tidur Anda memiliki ventilasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Jika sudah terdiagnosis mengidap tuberkulosis, lakukan pemeriksaan rutin ke ke dokter dan minumlah antibiotik sampai tuntas agar tidak menyebar ke organ lain.
  • Mencegah penyakit yang menekan sistem imun, misalnya diabetes, kanker, kekurangan gizi, penyakit ginjal, dan lain-lain. 
  • Mengonsumsi obat pencegahan TB (isoniazid) selama 6 bulan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, orang dengan HIV dan Aids (ODHA), serta kelompok orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah yang telah kontak dengan pasien TB aktif.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala tuberkulosis milier maupun tuberkulosis biasa.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda tinggal dalam waktu lama dengan penderita tuberkulosis?
  • Apakah Anda menderita penyakit tertentu yang menurunkan sistem imun?
  • Apakah Anda rutin meminum obat yang menekan sistem imun?
  • Apakah Anda telah berobat sebelumnya? Bila iya, apakah pengobatan tersebut Anda jalani hingga tuntas sesuai anjuran dokter?
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tuberkulosis milier.
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/infections/tuberculosis-and-related-infections/miliary-tuberculosis-tb
Diakses pada 17 September 2021
Miliary Tuberculosis. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562300/
Diakses pada 17 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/miliary-tuberculosis
Diakses pada 17 September 2021
Tuberculosis in Adults and Children. .https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK344409/
Diakses pada 17 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856.php#tuberculosis_risk
Diakses pada 23 Desember 2019
Yonsei Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15227732
Diakses pada 17 September 2021
Kementrian Kesehatan. TB Milier PDF dalam PMK No.67. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._67_ttg_Penanggulangan_Tuberkolosis_.pdf
Diakses pada 17 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email