Kanker

Tumor

25 Jan 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tumor
Tumor terbagi menjadi tumor jinak, prekanker, dan tumor ganas (kanker)
Tumor adalah benjolan yang muncul akibat pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Normalnya, sel tubuh yang sudah tua akan mati dan digantikan dengan yang baru (regenerasi sel). Akan tetapi, di dalam jaringan tumor, sel terus tumbuh membelah diri dalam jumlah yang banyak. Sementara, sel yang harusnya mati untuk digantikan sel baru tidak mati dan tetap bertahan hidup. Sel-sel abnormal tersebut pada akhirnya akan membentuk massa yang terlihat sebagai benjolan. Berdasarkan tingkat keparahannya, tumor terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu tumor jinak, tumor prakanker (semi ganas), serta tumor ganas (kanker). Tumor jinak, prakanker, ataupun ganas (kanker) memiliki karakteristik yang berbeda. Semuanya, sama-sama dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun.Berikut adalah jenis-jenis tumor yang perlu Anda ketahui.

Tumor jinak

Tumor jinak adalah massa abnormal yang pertumbuhannya tidak mengarah pada kondisi kanker. Biasanya ditandai dengan lokasi pertumbuhan yang hanya terjadi di satu tempat dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Setelah diangkat, tumor jinak kebanyakan tidak akan kembali tumbuh. Tumor jinak diklasifikasikan berdasarkan tempat tumbuhnya, misalnya:
  • Adenoma, yakni tumor yang terbentuk di lapisan tipis jaringan yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur internal lainnya. Contohnya, polip usus atau polip hati.
  • Lipoma, tumbuh dari sel-sel lemak dan merupakan jenis tumor jinak yang paling umum. Tumor ini sering ditemukan di punggung, lengan, atau leher. Bentuknya dapat terlihat sebagai benjolan yang bulat, terasa lembut, dan dapat berpindah di bawah kulit.
  • Mioma, adalah tumor yang tumbuh dari otot atau dinding pembuluh darah. Jenis tumor ini biasa tumbuh di rahim atau perut.
  • Nevi adalah tumor jinak berupa tahi lalat yang tumbuh. 
  • Fibroid atau fibroma, adalah tumor yang tumbuh di jaringan fibrosa dan dapat ditemukan di organ mana pun, misalnya fibroid rahim.

Tumor prakanker 

Sel prakanker adalah sel abnormal yang dapat berkembang menjadi sel kanker jika tidak diobati. Tumor prakanker terbagi lagi menjadi berbagai bentuk, seperti:
  • Hiperplasia, yakni sel abnormal membelah diri dengan lebih cepat hingga jumlahnya lebih banyak dari biasanya.
  • Atypia, sel-sel yang tumbuh lebih cepat memiliki lebih sedikit karakter abnormal (atipikal).
  • Metaplasia, terjadi ketika pertumbuhan sel tetap normal tetapi sel tersebut berada di area atau jaringan yang salah. 
  • Displasia, menandakan sel abnormal yang tumbuh lebih cepat dan banyak, serta tidak tersusun seperti sel normal.
  • Karsinoma in situ, adalah jenis tumor prakanker yang paling berat. Karakteristiknya mendekati sel kanker tapi belum menyebar ke jaringan di dekatnya.

Tumor ganas (kanker)

Tumor ganas dan kanker adalah dua kondisi yang sama. Sel kanker memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Pertumbuhan yang tidak terkendali hingga menyebar ke jaringan lain di dekatnya
  • Memiliki kemampuan bermetastasis, yaitu melepaskan diri dan menyebar melalui darah atau sistem limfatik hingga ke kelenjar getah bening dan bagian tubuh yang jauh dari tempat awal mulanya tumbuh. 
Penentuan jenis tumor yang diderita, hanya dapat didiagnosis oleh dokter dengan bantuan berbagai metode dan alat diagnostik. 
Tumor
Dokter spesialis Onkologi
GejalaMuncul benjolan, kelelahan, nyeri, batuk kronis
Faktor risikoRiwayat keluarga, merokok, terpapar karsinogen
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiNyeri, mual, penurunan berat badan, haus berlebihan
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala yang tidak hilang dalam dua minggu
Symptom (gejala)Gejala tumor dapat bervariasi tergantung letak tumor dan tingkat keganasannya. Misalnya, tumor paru-paru dapat menyebabkan batuk, sesak napas, atau nyeri dada. Sementara, tumor usus besar dapat menyebabkan penurunan berat badan, diare, sembelit, anemia defisiensi besi, dan darah dalam tinja.Beberapa tumor ganas, seperti kanker kerongkongan atau pankreas biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sampai kanker berkembang ke stadium lebih lanjut. Namun, dari berbagai jenis tumor gejala umum yang hampir selalu ada di tiap kasus adalah munculnya gumpalan atau benjolan yang terasa di dalam kulit. Selain itu, berbagai gejala berikut juga biasanya menyertai timbulnya tumor, antara lain:
  • Demam atau kedinginan
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Keringat malam
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri
Penyebab tumor adalah pertumbuhan sel abnormal dalam jumlah tak terkendali. Pada proses siklus sel yang normal, sel tubuh tumbuh dan berkembang untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Seiring berjalannya waktu, sel-sel tersebut dapat menua, rusak, dan akhirnya mati dengan sendirinya untuk digantikan sel baru. Akan tetapi, keberadaan sel abnormal membuat siklus tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, alih-alih mati, sel tua yang sudah rusak malah terus tumbuh dan memperbanyak diri. Akibatnya, sel baru yang terus tumbuh serta sel rusak yang tetap hidup akan mengacaukan keseimbangan jumlah sel dalam tubuh. Kondisi ini dapat membuat sel menumpuk hingga membentuk benjolan tumor. 

Faktor risiko

Serupa dengan kanker, belum diketahui apa yang menyebabkan sel tumor tumbuh secara abnormal. Namun, ada beberapa hal yang meningkatkan risikonya.Beberapa faktor yang akan meningkatkan peluang munculnya tumor, antara lain:
  • Perubahan atau mutasi gen, misalnya pada gen BRCA yang memicu kanker payudara
  • Mengidap penyakit bawaan, seperti sindrom Lynch dan neurofibromatosis (NFS)
  • Riwayat keluarga
  • Merokok, termasuk paparan asap rokok
  • Paparan racun seperti benzena atau asbes.
  • Paparan radiasi
  • Terinfeksi virus Hepatitis B, C, HPV, HIV
  • Mengalami obesitas 
Baca juga: Adakah Makanan Penyebab Tumor Otak?
DiagnosisDalam mendiagnosis tumor, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan berikut ini:
  • Pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda mungkin mencari kelainan, seperti perubahan warna kulit atau pembesaran organ, serta keberadaan benjolan yang menjadi ciri khas tumor jinak atau ganas.
  • Tes laboratorium meliputi tes tes urine, darah, atau pemeriksaan lab lain yang membantu dokter mengidentifikasi kelainan yang dapat menyebabkan tumbuhnya tumor. Dokter juga akan mencari keberadaan tumor marker lewat pemeriksaan lab. 
  • Tes pencitraan, seperti CT scan, pemindaian tulang, MRI, PET scan, ultrasound (USG) dan sinar-X (rontgen)
  • Biopsi,yaitu pengangkatan sampel jaringan abnormal untuk diuji di laboratorium.
Perawatan untuk tumor tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis tumor apakah tumor ganas atau jinak, serta lokasi pertumbuhannya.Banyak dari tumor jinak tidak memerlukan pengobatan. Benjolan yang sudah diperiksa, dan dinyatakan jinak bisa saja didiamkan tanpa pengobatan.Terlebih jika keberadaannya tidak sampai menggangu aktivitas.Akan tetapi, beberapa tumor jinak bisa saja terus bertumbuh hingga menimbulkan berbagai komplikasi sehingga harus tetap diobati. Perawatan untuk tumor jinak biasanya berupa operasi dan terapi radiasi. Sementara pengobatan untuk tumor ganas, alias kanker, di antaranya adalah:
Baca juga: Manfaat Daun Ginseng, dari Mengatasi Peradangan hingga Mencegah TumorKomplikasi Tumor jinak biasanya tidak menimbulkan komplikasi, kecuali jika tumor tersebut terus berkembang menjadi pre-kanker dan akhirnya menjadi kanker. Tumor ganas dan pengobatannya dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:
  • Nyeri
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Mual
  • Diare atau sembelit
  • Berat badan turun drastis
  • Haus berlebihan
  • Sering buang air kecil, sembelit dan kebingungan.
  • Masalah otak dan sistem saraf
  • Reaksi sistem kekebalan yang tidak biasa terhadap kanker. Disebut sindrom paraneoplastik yang ditandai kesulitan berjalan dan kejang.
  • Kanker yang menyebar
  • Kanker yang kambuh
  • Kematian 
Beberapa cara berikut dapat mengurangi risiko tumor, antara lain
  • Berhenti merokok. Merokok tidak hanya dikaitkan dengan penyebab tumor ganas pada paru, tapi juga banyak jenis kanker lainnya. 
  • Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan. Batasi paparan sinar matahari dengan tetap berada di tempat teduh, mengenakan pakaian pelindung atau mengoleskan tabir surya.
  • Makan makanan yang sehat. Pilih makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah dan sayuran. Pilih biji-bijian dan protein tanpa lemak. Batasi asupan daging olahan.
  • Rutin berolahraga, setidaknya selama 30 menit per harinya. Tingkatkan perlahan porsi olahraga Anda dalam seminggunya.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Lakukan diet sehat dan olahraga agar berat badan tetap ideal.
  • Batasi konsumsi alkohol secukupnya. Sebisa mungkin berhenti minum alkohol. Namun, jika harus, perhatikan batas maksimal. Perempuan dapat mengonsumsi hingga satu gelas sehari, sementara pada pria bisa hingga dua gelas sehari.
  • Deteksi dini kanker. Menjalankan pemeriksaan secara rutin membantu kanker ditemukan sejak dini sehingga persentase kesembuhan jadi lebih besar.
  • Mendapatkan vaksinasi untuk beberapa jenis kanker, seperti vaksin hepatitis atau vaksin HPV.
Baca jawaban dokter: Apakah mengkonsumsi MSG menyebabkan tumor otak?
Idealnya, keberadaan tumor dapat terdeteksi melalui skrining dini penyakit kanker yang dijalani secara rutin. Sebab, pada awal pembentukannya, tumor, terutama tumor ganas mungkin tidak menimbulkan gejala yang nyata. Segera periksakan ke dokter jika Anda merasakan adanya benjolan dan gejala lain yang mengarah ke tumor ganas atau penyakit kanker. Terlebih jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker atau memiliki faktor tertentu yang meningkatkan risiko kanker.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya:
    • Jenis tumor apa yang saya miliki?
    • Apakah saya perlu tes tambahan?
    • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia?
    • Bisakah tumor saya hilang total?
    • Jika tumor saya tidak dapat disembuhkan, apa yang dapat saya harapkan dari pengobatan yang tersedia?
    • Apa potensi efek samping dari setiap perawatan?
    • Seberapa cepat saya harus memulai perawatan?
    • Bagaimana pengobatan akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari saya?
    • Bisakah saya terus bekerja selama perawatan dilakukan?
    • Saya memiliki kondisi kesehatan lainnya. Bagaimana saya bisa mengelolanya selama perawatan kanker saya?
    • Apakah ada batasan yang harus saya ikuti?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan merokok?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi hepatitis atau HPV?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Medline Plus.https://medlineplus.gov/ency/article/001310.htm
Diakses pada 1 Desember 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/tumor
Diakses pada 1 Desember 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249141
Diakses pada 1 Desember 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21881-tumor
Diakses pada 1 Desember 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/benign#coping
Diakses pada 1 Desember 2021
Canadian Cancer Society. https://cancer.ca/en/cancer-information/what-is-cancer/types-of-tumours
Diakses pada 1 Desember 2021
American Medical Association. https://jamanetwork.com/journals/jamaoncology/fullarticle/2768634
Diakses pada 1 Desember 2021
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/prevention-and-healthy-living/understanding-cancer-risk
Diakses pada 1 Desember 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk
Diakses pada 1 Desember 2021
American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/prevention-and-healthy-living/understanding-cancer-risk
Diakses pada 1 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email