Kepala

Tumor Otak

09 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tumor Otak
Tumor otak bisa berfifat jinak maupun ganas (kanker)
Tumor otak adalah pertumbuhan sel secara abnormal di otak. Berdasarkan tingkat keparahannya, tumor otak terbagi menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak umumnya dilihat dari seberapa cepat pertumbuhannya. Umumnya, tumor jinak memiliki peluang yang lebih kecil untuk berkembang menjadi sel kanker.Berdasarkan lokasi kemunculannya, tumor otak dibagi menjadi tumor primer dan sekunder. Tumor primer adalah tumor otak yang berasal dari pertumbuhan abnormal jaringan di dalam otak. Kebanyakan tumor otak primer bersifat jinak. Sementara itu, tumor otak sekunder terjadi jika tumor merupakan hasil metastasis (penyebaran) dari sel kanker dari jaringan tubuh lainnya menyebar ke otak. Misalnya dari kanker payudara atau paru-paru.Pertumbuhan sel abnormal di otak yang terus terjadi bisa menimbulkan beberapa gangguan. Ukurannya yang semakin besar akan meningkatkan tekanan di dalam tulang tengkorak dan berisiko menyebabkan kerusakan otak yang mengancam nyawa. Baca juga: Mengenal Bagian dan Fungsi Otak Besar Manusia 

Jenis-jenis tumor otak

Berdasarkan lokasi pertumbuhan dan tingkat keganasannya, tumor otak memiliki banyak jenis, berikut di antaranya:
  • Chordoma adalah jenis tumor jinak langka yang pertumbuhannya lambat. Umumnya ditemukan di dasar tulang tengkorak dan bagian saraf tulang belakang. Tumor ini paling sering terjadi pada pasien berusia 50-60 tahun. 
  • Craniopharyngioma adalah tumor jinak yang lokasinya berada di tengah otak. Tumor ini biasanya berasal dari kelenjar pituitari penghasil hormon. Perawatan tumor otak craniopharyngioma biasanya melibatkan terapi penggantian hormon.
  • Gangliocytoma adalah jenis tumor otak langka yang tumbuh di sistem saraf pusat. Tumor ini bersifat jinak dan sering terjadi pada orang berusia antara 10-30 tahun
  • Glomus jugulare biasanya bersifat jinak dan terletak di bawah dasar tengkorak, tepatnya di atas pembuluh darah vena jugularis. 
  • Meningioma adalah tumor otak jinak yang paling sering ditemukan. Tumor ini tumbuh di meninges (selaput otak).
  • Pineocytoma adalah tumor yang berasal dari sel pineal dan biasanya terjadi pada orang dewasa.
  • Pituitary adenoma adalah tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar pituitari lobus anterior.
  • Schwannoma adalah tumor yang berasal dari sel saraf. Meskipun bersifat jinak, tumor ini dapat menimbulkan komplikasi berat dan bahkan kematian bila terus tumbuh dan menekan saraf.
  • Astrocytoma termasuk tumor ganas yang paling sering muncul di otak besar. Paling umum terjadi pada laki-laki dewasa.
  • Ependymoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel ependymal yang melapisi sistem ventrikel otak.
  • Glioblastoma multiforme. Tumor jenis ini adalah glioma (tumor yang berasal dari sel penyokong otak bernama glia) yang paling invasif. Pertumbuhannya cepat dan tumor ini juga cepat menyebar ke jaringan lain.
  • Medulloblastoma biasanya terjadi di otak kecil dan paling sering ditemukan pada pasien anak. Meski bersifat ganas, tumor ini umumnya merespons terhadap radiasi dan kemoterapi.
  • Oligodendroglioma adalah tumor yang berasal dari sel yang membentuk myelin, yaitu lapisan pelapis sel saraf.
Tumor Otak
Dokter spesialis Saraf, Bedah Saraf
GejalaSakit kepala, muntah, gangguan penglihatan
Faktor risikoRiwayat penyakit kanker, riwayat keluarga, terkena paparan radiasi
Metode diagnosisPemeriksaan neurologis, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
ObatKemoterapi, terapi target
KomplikasiPeningkatan tekanan otak, herniasi otak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tumor otak
Gejala tumor otak tergantung dari lokasi dan ukuran tumor. Pada awal kemunculannya, Anda mungkin saja tidak merasakan gejala apa pun.Ciri-ciri tumor otak mulai terlihat saat tumor semakin bertumbuh dan menekan jaringan otak.Gejala tumor otak yang umum terjadi, meliputi:
  • Sakit kepala yang terasa lebih berat saat pasien tidur, bangun tidur di pagi hari, batuk, bersin, atau berolahraga.
  • Muntah
  • Pandangan kabur atau penglihatan ganda
  • Kejang (terutama pada dewasa)
  • Kelemahan anggota gerak atau sebagian wajah
  • Gangguan fungsi mental
  • Berkurangnya daya ingat
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Gangguan pendengaran, mengecap, atau mencium bau
  • Gangguan kesadaran, seperti linglung atau tidak sadar
  • Sulit menelan
  • Pusing atau vertigo
  • Gangguan pada mata, seperti pupil berukuran tidak sama atau kelopak mata yang jatuh
  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali
  • Tremor pada tangan (tangan gemetar)
  • Gangguan keseimbangan
  • Tidak bisa menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Mati rasa atau kesemutan di satu sisi tubuh
  • Gangguan bicara atau mengerti perkataan orang lain
  • Perubahan mood (emosi), sikap, perilaku, dan emosi
  • Sulit berjalan
  • Kelemahan otot pada wajah, lengan, dan kaki
Penyebab tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di otak dalam jumlah tak terkendali. Hingga kini, belum diketahui juga apa yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal di dalam otak tersebut.Pada proses siklus sel yang normal, sel otak akan tumbuh dan berkembang untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Seiring berjalannya waktu, sel-sel tersebut dapat menua, rusak, dan akhirnya mati dengan sendirinya untuk digantikan sel baru. Akan tetapi, keberadaan sel abnormal membuat siklus tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.Kondisi ini dapat membuat sel menumpuk hingga membentuk benjolan tumor di otak. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:
  • Usia. Risiko tumor otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia walaupun sering terjadi pada anak-anak.
  • Riwayat kanker. Apabila sebelumnya pernah menderita kanker, peluang untuk terkena tumor otak menjadi lebih besar.
  • Paparan radiasi. Paparan sinar radiasi juga meningkatkan risiko pertumbuhan sel abnormal di otak. 
  • Penyakit keturunan. Beberapa gangguan genetik yang diwariskan dapat meningkatkan risiko penyakit ini, seperti tuberous sclerosis, neurofibromatosis tipe 1, neurofibromatosis tipe 2, dan sindrom Turner.
  • HIV atau AIDS. Pengidap HIV memiliki risiko lebih besar untuk menderita tumor otak.
Baca jawaban dokter: Apakah mengkonsumsi MSG menyebabkan tumor otak?
Untuk menegakkan diagnosis tumor otak, dokter akan melihat riwayat medis Anda, melakukan tanya jawab, lalu melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan neurologis dan melakukan tes. Beberapa tes tersebut, di antaranya:
  • Tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI otak, yang berfungsi untuk menilai secara detail kondisi otak Anda.
  • Angiogram atau MRA. Berfungsi untuk menemukan tanda dan gejala tumor atau pembuluh darah yang abnormal.
  • Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk mengetahui apakah massa tersebut berupa tumor atau kanker.

Stadium tumor otak

Diagnosis tumor otak ditentukan dalam 4 stadium. Stadium ini dibagi berdasarkan tampilan sel tumor, seberapa cepat sel tersebut tumbuh, dan seberapa besar kemungkinannya untuk kambuh setelah diobati. Berikut penjelasannya:

1. Stadium 1

Tumor otak yang termasuk ke dalam stadium satu adalah tumor yang paling jinak. Sel tumor tampak normal, tumbuh dengan lambat., dan tidak menyebar ke area lain. Umumnya dapat disembuhkan melalui operasi dan penderitanya bisa hidup normal setelah tumor diangkat

2. Stadium 2

Tumor otak stadium dua masih termasuk tumor jinak dengan karakteristik sel tumor yang tampak sedikit abnormal. Pertumbuhannya relatif lambat, tapi ada kemungkinan bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya. Tumor ini juga bisa muncul kembali setelah diobati.

3. Stadium 3

Tumor otak stadium 3 sudah termasuk ke dalam tumor ganas, alias kanker otak. Selnya tampak abnormal dan tumbuh secara aktif ke jaringan otak disekitarnya. Tumor ini bisa muncul kembali dengan kondisi yang lebih parah.

4. Stadium 4

Tumor otak yang masuk ke dalam kategori stadium 4 adalah jenis tumor yang paling ganas. Sel-selnya tampak abnormal, pertumbuhannya sangat cepat dan menyebar ke area lain dengan cepat pula. Tingkat kekambuhannya pun tinggi.  Stadium tumor otak dapat membantu dokter merencanakan terapi dan memperkirakan seberapa cepat pertumbuhan juga penyebaran tumor. 
Cara mengobati tumor otak akan tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Dokter dapat menganjurkan beberapa langkah penanganan di bawah ini:

1. Operasi

Bila tumor otak terletak di lokasi yang memungkinkan untuk operasi, dokter bedah saraf akan mengangkat bagian tumor sebanyak mungkin. Pada beberapa kasus, tumor berukuran kecil dan mudah dipisahkan dari jaringan di sekitarnya sehingga dapat diangkat sepenuhnya.Akan tetapi, ada juga tumor yang sulit dipisahkan dari jaringan di sekitarnya atau terletak pada area otak yang sensitif sehingga operasi menjadi berisiko. Pada kasus seperti ini, dokter akan mengangkat sebagian tumor yang masih bisa untuk diangkat.Risiko operasi tumor otak antara lain infeksi dan perdarahan. Risiko lainnya tergantung pada lokasi tumor.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi (radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti X-ray atau proton untuk membunuh sel tumor. Efek samping terapi radiasi tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang didapatkan. Efek samping yang umum adalah rasa lelah, nyeri kepala, penurunan daya ingat, dan iritasi kulit kepala.

3. Radiosurgery

Terapi ini melibatkan pancaran sinar radiasi untuk membunuh sel tumor pada area yang kecil. Radiosurgery merupakan tindakan medis non-invasif, yang bisa jadi alternatif bagi tumor yang tidak bisa dioperasi karena lokasinya yang tidak memungkinkan.BMJ menyebutkan, tujuan radiosurgery adalah untuk memberikan sinar radiasi terpusat pada sel tumor, yang jauh lebih baik daripada radiasi biasa. Radiosurgery biasanya dilakukan satu kali saja dan pasien mungkin dapat pulang di hari yang sama.

4. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk pil yang diminum atau disuntikkan. Obat kemoterapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi tumor otak adalah temozolomide.Kemoterapi dapat dilakukan sebagai salah satu terapi usai menjalani biopsi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa ataupun untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi dilakukan.

5. Terapi tertarget

Terapi tertarget berfokus untuk menargetkan gen, protein, atau jaringan yang spesifik pada sel kanker. Dengan menargetkan gen, protein, jaringan atau komponen yang berperan dalam pertumbuhan sel, pengobatan ini dapat membunuh sel kanker. 

Rehabilitasi pasca-pengobatan

Tumor otak dapat terjadi pada bagian otak yang mengatur gerak motorik, bicara, penglihatan, dan daya pikir. Itu sebabnya, perawatan tumor otak berupa rehabilitasi juga jadi bagian bagian penting dalam pengobatan. Tergantung pada kebutuhan, dokter akan menyarankan beberapa jenis perawatan rehabilitasi tumor otak:
  • Fisioterapi, untuk mengembalikan kekuatan otot dan kemampuan motorik.
  • Terapi okupasi, untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bekerja.
  • Terapi wicara, untuk membantu pasien dengan gangguan bicara.
  • Tutor bagi anak usia sekolah, untuk membantu anak belajar setelah adanya gangguan daya ingat dan kemampuan berpikir karena tumor otak.
Baca juga:  Adakah Makanan Penyebab Tumor Otak?

Komplikasi tumor otak

Jika tidak ditangani dengan tepat, tumor otak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri punggung atau nyeri kepala
  • Pembengkakan perut
  • Sulit bernapas
  • Bentuk wajah dan kepala yang tidak normal
Komplikasi tumor otak dapat memburuk dengan cepat dan  menimbulkan perdarahan yang memicu peningkatan tekanan otak.Pada beberapa kasus, herniasi dapat terjadi. Herniasi adalah kondisi ketika otak terdorong ke tulang belakang karena adanya peningkatan tekanan otak akibat tumor, cairan, peradangan, dan perdarahan.Tanda herniasi otak berupa napas cepat dan tubuh menjadi kaku. Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam nyawa.
Belum ada cara pasti untuk mencegah terjadinya kanker otak. Namun Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker otak dengan menjalankan langkah berikut:
  • Menghindari paparan pestisida dan insektisida
  • Menghindari paparan bahan kimia bersifat karsinogenik
  • Tidak merokok
  • Menghindari paparan radiasi yang tidak perlu
  • Menerapkan gaya hidup sehat dengan diet seimbang dan aktif berolahraga
  • Membatasi konsumsi alkohol
Baca juga: Apakah Obat Herbal Tumor Otak Dapat Menangani Glioblastoma?  
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami sakit kepala yang bertambah berat dan tidak sembuh dengan obat bebas.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tumor otak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tumor otak agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
Diakses pada 19 Februari 2022
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007222.htm
Diakses pada 19 Februari 2022
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/brain-tumours/
Diakses pada 19 Februari 2022
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
Diakses pada 12 Oktober 2018
Rare Disease. https://rarediseases.org/gard-rare-disease/gangliocytoma/#
Diakses pada 19 Februari 2022
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumor-types
Diakses pada 14 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-tumor
Diakses pada 19 Februari 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-cancer#prevention
Diakses pada 19 Februari 2022
American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Brain-Tumors
Diakses pada 19 Februari 2022
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/brain-cancer-symptoms-5095838
Diakses pada 19 Februari 2022
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/brain-spinal-cord-tumors-adults/causes-risks-prevention/prevention.htmlDiakses pada 19 Februari 2022BMJ. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1114886/
Diakses pada 22 Februari 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email