Penyakit Lainnya

Uban

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Uban
Uban bisa muncul di usia muda karena faktor keturunan atau kondisi medis
Uban biasanya muncul pada orang-orang berusia lanjut, tetapi ada juga kondisi di mana orang-orang berusia muda memiliki uban di rambutnya. Kondisi ini diistilahkan sebagai PGH (premature graying of hair).Pada keadaan normal, uban akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Jika pada usia muda uban dalam bentuk rambut putih maupun rambut abu abu muncul hanya sehelai atau dua helai saja, ini tak perlu menjadi suatu kekhawatiran. Tetapi jika ubannya muncul dalam jumlah yang banyak, maka diperlukan perhatian yang lebih.Untuk itu, perlu diketahui penyebab uban pada usia muda atau remaja agar dapat mengetahui cara mengatasi uban di usia muda yang tepat.
Berikut beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan munculnya uban.

1. Kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin seperti B-6, B-12, biotin (vitamin B-7), vitamin D, atau vitamin E dalam tubuh dapat menimbulkan rambut warna abu abu atau uban pada rambut.

2. Genetik

Faktor keturunan dapat berpengaruh pada timbulnya uban. Pada orang-orang keturunan Kaukasia, kondisi PGH ini dianggap terjadi saat uban muncul sebelum usia 20 tahun. Sementara pada orang-orang berkulit hitam, kondisi ini dianggap terjadi saat uban muncul sebelum usia 30 tahun.Sementara pada orang-orang Asia, belum diputuskan rentang usia yang tepat menjelaskan kondisi PGH ini. Selain itu, orangtua yang mengalami uban pada usia muda mereka, berkemungkinan menurunkan kondisi ini pada anak-anak mereka.

3. Stres oksidatif

Stres oksidatif adalah kondisi ketika kadar antioksidan dan radikal bebas di dalam tubuh tidak seimbang. Akibatnya, kerusakan sel dapat terjadi. Radikal bebas merupakan molekul tak stabil yang dapat merusak sel sehingga proses penuaan lebih cepat terjadi serta lebih rentan terhadap penyakit. Salah satu bentuk gejala dari kondisi ini adalah berubahnya warna rambut yang dikenal sebagai uban.

4. Stres

Suatu penelitian menemukan bahwa sel yang bertugas mengatur warna rambut dapat berkurang jumlahnya saat sedang merasa stres. Perlu diperhatikan bahwa stres di sini bukan berarti stres psikologis tetapi stres genotoksik, yaitu stres yang disebabkan oleh zat asing dari lingkungan seperti dari tanaman.

5. Merokok

Studi lainnya mengemukakan bahwa perokok memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk beruban sebelum usia 30 dibanding orang yang tidak merokok. Tetapi, perokok pasif pun dapat merasakan akibatnya lewat kondisi stres oksidatif yang telah dijelaskan tadi.

6. Anemia

Kekurangan zat besi seperti yang terjadi saat anemia dapat menimbulkan rasa letih serta uban bahkan pada orang-orang berusia muda.

7. Poliosis

Kondisi ini merupakan kondisi bawaan di mana seseorang terlahir dengan sepetak rambut berwarna putih atau abu-abu di antara warna rambut alami mereka. Sepetak uban ini pun dapat mulai muncul pada waktu tertentu alih-alih muncul sejak lahir. Kondisi ini tidaklah berbahaya, tetapi lain halnya jika muncul berbarengan dengan gejala lain.

8. Kondisi-kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis seperti penyakit autoimun dapat meningkatkan risiko seseorang tumbuh uban di rambutnya . Rambut beruban juga sering ditemui pada kondisi alopecia areata, penyakit autoimun yang menimbulkan rontoknya rambut pada kulit kepala, wajah, serta bagian-bagian tubuh lainnya. Saat rambut tumbuh lagi pada bagian-bagian tersebut, warnanya berubah menjadi putih karena kekurangan melanin. Selain kondisi tadi, kondisi di mana kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik (misalnya penyakit Graves atau penyakit Hashimoto) juga dapat menimbulkan uban pada usia muda.

9. Produk-produk rambut berbahan kimia

Produk-produk berbahan kimia seperti pewarna rambut, shampo, atau pemutih rambut juga dapat menimbulkan uban. Hal ini dikarenakan produk-produk tadi mengandung bahan-bahan berbahaya seperti hidrogen peroksida yang mengurangi melanin sehingga warna alami rambut lebih mudah hilang.
Uban di usia muda yang muncul hanya sehelai dua helai saja biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Terdapat pula cara mengatasi uban di usia muda, antara lain mengonsumsi makanan kaya antioksidan, berhenti merokok, penuhi kebutuhan vitamin dan mineral dan batasi penggunaan produk kecantikan yang bisa merusak rambut.Akan tetapi, kemunculan uban pada usia muda dalam jumlah banyak dapat menjadi gejala dari penyakit yang serius seperti penyakit Graves, penyakit Hashimoto, serta alopecia areata. Karenanya, Anda mesti segera menghubungi dokter jika uban yang muncul disertai dengan gejala berikut:
  • Tremor (beberapa bagian tubuh terutama tangan dan jari bergetar)
  • Detak jantung cepat
  • Merasa lelah
  • Kulit kering dan pucat
  • Berat badan meningkat
  • Otot tubuh bagian bawah melemah
  • Rambut rontok
  • Kebotakan yang meluas
  • Kerusakan kuku
Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/premature-white-and-grey-hair-in-children-causes-remedies/
diakses pada 25 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/poliosis
diakses pada 25 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320288#causes-of-white-hair
diakses pada 25 Juni 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6290285/
diakses pada 25 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email