Infeksi

Uretritis

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Uretritis
Uretritis adalah peradangan pada uretra, yaitu saluran atau selang yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai oleh pembengkakan serta iritasi. Radang uretra dapat terjadi pada seluruh kalangan usia, baik pria maupun wanita. Namun wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita uretritis, dibandingkan pria. Pasalnya, saluran uretra pada wanita lebih pendek ,dibandingkan pada pria. Akibatnya, bakteri lebih mudah masuk ke dalam uretra. Berdasarkan penelitian, uretritis sering ditemukan pada orang dengan rentang usia 20-35 tahun. 

Jenis-jenis uretritis

Berdasarkan penelitian, uretritis sering ditemukan pada orang dengan rentang usia 20-35 tahun. Uretritis dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu gonococcal urethritis dan nongonococcal urethritis. 
  • Gonococcal urethritis

Gonococcal urethritis disebabkan oleh infeksi bakteri pencetus penyakit gonorrhea, yaitu bakteri Neisseria gonorrhoeae.Infeksi gonorrhea dapat menular melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, maupun anal. Uretritis jenis ini ditemukan pada sebanyak 20% dari total kasus uretritis.
  • Nongonococcal urethritis

Nongonococcal urethritis atau uretritis nongonore disebabkan oleh bakteri yang tidak menyebabkan penyakit gonorrhea. Uretritis jenis paling sering menular melalui hubungan seksual.Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sering memicu penyakit Chlamydia, yaitu bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri Ureaplasma urealyticum, bakteri Mycoplasma genitalium, serta bakteri Trichomonas vaginalis. 
Uretritis
Dokter spesialis Urologi
GejalaNyeri saat buang air kecil, sensasi terbakar atau gatal waktu pipis, sering ingin pipis
Faktor risikoWanita, pria usia 20-35 tahun, memiliki lebih dari satu pasangan seksual
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, tes darah
PengobatanMengobati penyebab, menangani gejala
ObatAntibiotik
KomplikasiInfeksi saluran kemih, epididimitis, orkitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri, rasa terbakar, atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil
Gejala atau tanda utama dari uretritis adalah munculnya rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil. Selain itu, beberapa gejala lain uretritis yang sering ditemukan adalah:
  • Merasa sering ingin buang air kecil
  • Sering merasa kesulitan saat mulai buang air kecil
  • Muncul rasa tidak nyaman berupa sensasi terbakar atau gatal, saat buang air kecil
  • Adanya darah dalam urine saat buang air kecil
  • Adanya nanah atau cairan pada area genital atau kelamin, yang dapat berwarna kuning, hijau, maupun cokelat
  • Rasa nyeri atau sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Pada pria, dapat muncul rasa berat pada alat kelamin, atau yang disebut sebagai orchalgia
  • Pada wanita, biasanya gejala-gejala uretritis yang dirasakan akan semakin memburuk dalam siklus menstruasi, dan muncul keputihan abnormal pada vagina
  • Nyeri di bagian panggul (pada wanita)
  • Demam, meski jarang ditemukan
  • Tubuh menjadi panas dingin atau meriang
 
Mayoritas kasus uretritis disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat masuk ke uretra. Seringkali, uretritis terjadi akibat infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Akan tetapi, uretritis juga dapat terjadi dari luka akibat pemasangan alat medis seperti kateter urine, maupun iritasi oleh beberapa zat kimia, seperti spermisida, serta trauma pada daerah genitalia. Beberapa ini bakteri yang seringkali menjadi penyebab uretritis.
  • Bakteri E coli dan bakteri-bakteri lain yang terdapat pada kotoran
  • Bakteri jenis gonococcus yang ditularkan melalui kontak seksual, dan sekaligus menjadi penyebab penyakit gonorrhea
  • Bakteri Chlamydia trachomatis, yang ditularkan melalui kontak seksual dan sekaligus menjadi penyebab penyakit chlamydia
  • Bakteri mycoplasma genitalium
Selain bakteri-bakteri tersebut di atas, uretritis juga dapat disebabkan oleh virus herpes yang dikenal dengan nama herpes simplex virus (HSV), baik HSV-1 maupun HSV-2, serta cytomegalovirus (CMV).Trichomonas vaginalis juga merupakan salah satu organisme sel tunggal (protozoa) yang ditularkan secara seksual, dan dapat menyebabkan uretritis.  

Faktor risiko uretritis

Beberapa faktor risiko uretritis meliputi:
  • Wanita
  • Pria usia 20-35 tahun
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Melakukan perilaku seksual berisiko tinggi (seperti pria melakukan penetrasi anal seks tanpa kondom)
  • Riwayat penyakit menular seksual
 
Diagnosis uretritis dilakukan dengan cara berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai memeriksa riwayat kesehatan Anda, serta menanyakan tentang gejala-gejala yang terjadi.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, termasuk pemeriksaan area genital atau kelamin, perut, dan dubur.
  • Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mengetahui keberadaan bakteri gonorrhea, chlamydia, dan bakteri-bakteri lain dalam tubuh 
  • Tes darah lengkap

Pada keadaan-keadaan tertentu, pemeriksaan darah lengkap juga dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosis uretritis
  • USG panggul

Pada wanita, tes ultrasound pada bagian panggul juga menjadi pilihan, karena salah satu gejala uretritis adalah rasa sakit atau nyeri pada bagian panggul.
  • Pemeriksaan cairan genital

Dokter bisa meminta pasien untuk mengambil sampel cairan dari alat kelaminnya. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium. 
Cara mengobati uretritis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Penyakit uretritis yang tidak kompleks, biasanya dapat sembuh dengan maupun tanpa pengobatan. Prinsip atau tujuan utama dari pengobatannya meliputi:
  • Menyingkirkan penyebab-penyebab dari infeksi yang memicu terjadinya uretritis
  • Meredakan gejala-gejala uretritis yang muncul
  • Mencegah terjadinya penyebaran infeksi ke arah yang lebih berat 
Pengobatan radang uretra meliputi obat antibiotik maupun antivirus karena penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Pilihan obat ini berupa:
  • Azithromycin yang biasanya dikonsumsi satu kali sehari
  • Doxycycline yang dikonsumsi dua kali sehari dan biasanya dikonsumsi selama tujuh hari
  • Ofloxacin yang dikonsumsi dua kali sehari dan biasanya dikonsumsi selama tujuh hari
  • Erythromycin yang dikonsumsi empat kali sehari dan biasanya dikonsumsi selama tujuh hari
  • Levofloxacin yang dikonsumsi satu kali sehari dan biasanya dikonsumsi selama tujuh hari
  • Ciprofloxacin yang dikonsumsi dua kali sehari dalam selama tujuh hari
  • Antivirus seperti asiklovir mungkin diperlukan untuk infeksi herpes simpleks 
Pasien harus tetap menuntaskan konsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter, untuk mencegah infeksi yang terjadi dalam tubuh menjadi semakin buruk. Apabila ditangani secara tepat dan cepat, maka penyakit uretritis tersebut dapat sembuh atau pulih total. 

Komplikasi uretritis

Jika tidak ditangani dengan benar, uretritis bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Beberapa cara mencegah uretritis yang dapat dilakukan meliputi:
  • Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Sebab, banyak bakteri penyebab uretritis dapat berpindah dari satu orang ke orang yang lainnya melalui hubungan seksual.
  • Setia hanya kepada satu pasangan
  • Menjaga kesehatan saluran kemih 
  • Menjalani pemeriksaan saluran kemih Anda secara rutin
  • Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang asam, untuk menghindari iritasi uretra
  • Memperbanyak asupan cairan 
  • Membiasakan untuk segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual
  • Hindari penggunaan spermisida, untuk mencegah iritasi uretra
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Merasakan sakit atau nyeri, serta rasa terbakar ataupun rasa tidak nyaman, ketika buang air kecil
  • Demam
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait uretritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis uretritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/uretritis
Diakses pada 8 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/uretritis#symptoms
Diakses pada 8 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/438091-overview#a8
Diakses pada 8 September 2021
Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/uretritis.html
Diakses pada 8 September 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000439.htm
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email