Penyakit Lainnya

Waardenburg Syndrome

23 Mar 2022 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Waardenburg Syndrome
Sindrom Waardenburg adalah kelainan genetik langka yang menyebabkan perubahan warna warna kulit, rambut, dan mata. Angka kejadiannya berkisar antara 1 dari 40.000 orang di duniaIstilah sindrom Waardenburg diambil dari nama seorang dokter asal Belanda, yaitu D.J. Waardenburg. Sindrom ini diketahui dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan dari semua latar belakang etnis akibat mutasi gen. Berdasarkan karakteristik fisik berubah dan mutasi genetik yang dialami, sindrom Waardenburg diklasifikasikan menjadi 4 subtipe, yakni  tipe 1, 2, 3, dan 4. Setidaknya ada 6 jenis gen bermutasi yang dapat menjadi penyebab Sindrom Waardenburg. Gen yang bermutasi ini dapat diwariskan paling sering secara autosomal dominan, namun bisa juga secara resesif autosomalTidak seperti kelainan genetik lainnya, kebanyakan kasus Sindrom Waardenburg tidak memengaruhi umur harapan hidup. Namun ciri-ciri fisik yang terpengaruh oleh kondisi tersebut, seperti perubahan warna kulit atau bentuk wajah yang tak lazim akan dimiliki seumur hidup. Perawatan Sindrom Waardenburg akan bergantung pada gejala spesifik yang terjadi pada masing-masing individu.Baca juga: Waspadai Berbagai Penyakit yang Dapat Diturunkan pada Keturunan
Waardenburg Syndrome
Dokter spesialis Anak, Penyakit Dalam
Gejalawarna kulit, rambut, dan mata yang pucat atau berubah warna, gangguan pendengaran, sembelit
Faktor risikoMemiliki orangtua yang memiliki sindrom Waardenburg
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, terapi perkembangan
KomplikasiSembelit parah, masalah psikologis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala terutama memiliki faktor risiko
Setiap tipe sindrom Waardenburg punya ciri khas masing-masing. Akan tetapi, secara umum, gejala dari sindrom Waaderburg, antara lain:
  • Perubahan pada penglihatan
  • Perubahan warna pada iris mata yang menyebabkan kedua bola mata tidak memiliki warna yang sama.
  • Rambut beruban lebih cepat
  • Warna kulit terang
  • Kesulitan memproduksi air mata
  • Usus besar yang ukurannya tak lazim (kecil)
  • Perubahan bentuk rahim (pada wanita)
  • Mulut sumbing
  • Warna kulit yang terang seperti kondisi albino
  • Warna bulu mata atau alis yang memutih
  • Hidung lebar
Untuk lebih jelasnya, berikut ini gejala masing-masing sindrom Waardenburg berdasarkan tipenya:1. Sindrom Waardenburg tipe 1Ciri-ciri sindrom Waardenburg tipe 1, antara lain:
  • Jarak yang lebar antara kedua matanya. 
  • Gangguan pendengaran pada 20% penderitanya. 
  • Muncul bercak warna atau hilangnya warna pada rambut, kulit, dan mata.
2. Sindrom Waardenburg tipe 2Pada penderita sindrom Waardenburg tipe 2, gangguan pendengaran lebih sering terjadi, dibandingkan tipe 1. Sekitar 50% penderita sindrom Waardenburg tipe 2 mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, mereka juga akan mengalami perubahan pigmen rambut, kulit, dan mata.3. Sindrom Waardenburg tipe 3Ciri-ciri sindrom Waardenburg tipe 3 mirip dengan tipe 1 dan 2.  Namun, sindrom Waardenburg tipe 3, yang juga disebut Klein-Waardenburg ini, dianggap paling mencolok.Beberapa tanda sindrom Waardenburg tipe 3, antara lain:
  • Jarak antara kedua mata dan hidung lebih lebar dari tipe 1 dan 2
  • Tulang jari yang menyatu bersama
  • Kelainan pada tangan dan bahu
  • Lengan yang lemah atau sendi-sendi yang cacat
  • Bibir sumbing
  • Ukuran kepala yang kecil (microcephaly)
  • Keterlambatan perkembangan
  • Perubahan bentuk tulang tengkorak
4. Sindrom Waardenburg tipe 4Sindrom Waardenburg tipe keempat menyebabkan perubahan pigmentasi dan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran. Biasanya, penderita sindrom Waardenburg tipe keempat ini, juga mengidap penyakit Hirschprung, yang mengakibatkan penyumbatan usus besar dan sembelit parah.Baca juga: Kenali Tahap Pendengaran Bayi Baru Lahir, Orang Tua Wajib Paham!
Sindrom Waardenburg disebabkan oleh kelainan genetik, karena adanya mutasi genetik, terutama pada gen EDN3, EDNRB, MITF, PAX3, SNAI2, dan SOX10. Setiap gen yang mengalami mutasi, dapat memengaruhi munculnya tipe-tipe sindrom Waardenburg. Misalnya, sindrom Waardenburg tipe 1 dan 3, disebabkan oleh mutasi gen PAX3. Kemudian tipe 2, diakibatkan oleh mutasi gen MITF dan SNAI2. Terakhir, sindrom Waardenburg tipe keempat disebabkan oleh mutasi gen SOX10, EDN3, dan EDNRB.Beberapa gen tersebut bertanggung jawab dalam pembentukan dan perkembangan beberapa sel dalam tubuh, termasuk sel yang memproduksi pigmen bernama melanosit.Melanosit berfungsi untuk menciptakan pigmen bernama melanin, yang berkontribusi pada warna kulit, rambut, mata, dan berperan penting dalam fungsi pendengaran. Oleh karena itu, mutasi gen yang terjadi pada penderita sindrom Waardenburg akan mengganggu fungsi dari melanosit, sehingga berbagai gejala pun bisa muncul.

Faktor risiko

Sindrom Waardenburg diwariskan secara turun-temurun. Jika orang tua memiliki salinan gen bermutasi yang menyebabkan sindrom Waardenburg, anak-anak mereka akan berisiko mengalami sindrom ini.Orang tua dengan sindrom Waardenburg memiliki peluang 50 persen untuk mewariskan gen tersebut kepada anak-anak mereka. Sebab, kebanyakan sindrom Waardenburg diwariskan melalui pola autosomal dominan, yakni ketika hanya salah satu dari orang tua memiliki salinan gen yang bermutasi. Pada beberapa kasus sindrom Waardenburg tipe II dan tipe IV, anak yang diwarisi gen bermutasi ini bisa saja tidak mengalami sindrom Waardenburg. Mereka mungkin menjadi carrier alias pembawa sifat untuk diteruskan kepada keturunan selanjutnya (resesif autosomal).Dalam kasus yang jarang terjadi, mutasi yang menyebabkan sindrom Waardenburg terjadi secara spontan.
Sindrom Waardenburg dapat didiagnosis pada saat anak baru dilahirkan atau pada usia awal kelahiran. Meski dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat baru terdiagnosis pada usia lanjut. Bayi yang lahir dengan sindrom Waardenburg mungkin mengalami gangguan pendengaran dan secara jelas memperlihatkan ciri sindrom Waardenburg yang jelas pada rambut dan kulitnya. Namun, jika gejalanya ringan, kondisi ini bisa tidak terdiagnosis kecuali anggota keluarga lain didiagnosis dan semua anggota keluarga diperiksa.Sindrom Waardenburg dapat didiagnosis berdasarkan evaluasi klinis menyeluruh, identifikasi temuan fisik yang khas, riwayat lengkap pasien dan keluarga, dan berbagai pemeriksaan, yang terdiri atas:
  • Pemeriksaan mata menggunakan jangka sorong untuk mengukur jarak antara sudut dalam mata (canthi dalam), sudut luar mata (canthi luar), dan pupil (jarak interpupillary).
  • Pemeriksaan slit lamp, yakni mikroskop yang diterangi lampu khusus untuk memvisualisasikan struktur internal mata
  • Tes pendengaran untuk menilai gangguan pendengaran
  • Tes pencitraan, seperti CT scan yang dapat melihat organ dalam lebih jelas jika dicurigai terjadi gangguan atau kecacatan
  • Biopsi yang menggunakan pemeriksaan mikroskopis sampel jaringan tertentu, seperti sebagai biopsi rektal untuk membantu mengonfirmasi penyakit Hirschsprung.
  • Endoskopi jika pasien menunjukkan gejala-gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan

Baca jawaban dokter: Apakah setiap orangtua wajib melakukan skrining genetik?
Kebanyakan penderita sindrom Waardenburg bisa menjalani hidup normal layaknya orang pada umumnya. Namun, perubahan fisik dan gejala yang muncul membutuhkan perawatan agar tidak semakin parah. Beberapa pengobatan dan penanganan gejala sindrom Waardenburg meliputi:
  • Implan koklea atau alat bantu dengar untuk mengatasi gangguan pendengaran
  • Dukungan perkembangan, seperti masuk ke sekolah khusus
  • Operasi untuk menghilangkan penyumbatan di usus
  • Operasi bibir sumbing
  • Perawatan kosmetik, seperti menggunakan make up untuk menutupi perubahan warna kulit atau mewarna rambut untuk menutupi uban
Selain itu, para penderita sindrom Waardenburg juga bisa mengalami penurunan rasa percaya diri. Itulah sebabnya mereka disarankan untuk bergabung dalam kelompok dukungan, memperoleh dukungan keluarga, hingga mencari berbagai informasi kredibel terkait sindrom Waardenburg itu sendiri.

Komplikasi 

Sindrom Waardenburg dapat menyebabkan beberapa kemungkinan komplikasi, seperti:
  • Sembelit yang cukup parah sehingga membutuhkan pengangkatan sebagian usus besar 
  • Gangguan pendengaran
  • Masalah kepercayaan diri, atau masalah lain yang berhubungan dengan penampilan
  • Penurunan fungsi intelektual
Hingga saat ini, belum diketahui cara pasti untuk mencegah sindrom Waardenburg mengingat ini adalah penyakit keturunan. Anda bisa mencoba melakukan skrining pranikah untuk mengetahui apakah Anda memiliki mutasi gen tersebut atau tidak.Jika berisiko tinggi untuk mempunyai anak dengan kelainan ini, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis genetik saat berencana memiliki keturunan.
Konsultasikanlah pada dokter apabila anak Anda menunjukkan gejala yang mengarah pada sindrom Waardenburg, terutama jika Anda memiliki faktor risikonya.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien alami.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah pasangan atau keluarga mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang pasien rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali pasien alami?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait sindrom Waardenburg?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom Waardenburg agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Rare Diseases.https://rarediseases.org/rare-diseases/waardenburg-syndrome/#
Diakses pada 8 Maret 2022
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/waardenburg-syndrome
Diakses pada 8 Maret 2022
Medlineplus. https://medlineplus.gov/genetics/condition/waardenburg-syndrome/#inheritance
Diakses pada 8 Maret 2022
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/four-types-symptoms-waardenburg-syndrome-2860498#
Diakses pada 8 Maret 2022
Healthline. https://www.healthline.com/health/waardenburg-syndrome#diagnosis
Diakses pada 8 Maret 2022
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5525/waardenburg-syndrome
Diakses pada 8 Maret 2022
Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560879/
Diakses pada 8 Maret 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email